Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Golput Tinggi, Pakar Duga Banyak Pemilih Sengaja Bikin Suara Tak Sah sebab Tak Percaya Paslon - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Golput Tinggi, Pakar Duga Banyak Pemilih Sengaja Bikin Suara Tak Sah sebab Tak Percaya Paslon

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Eksekutif Jaringan Demokrasi dan Integritas Pemilu (Netgrit) sekaligus mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hadar Nafis Jumay menduga banyak pemilih yang sengaja membatalkan suaranya pada Pilkada 2024. 

Pasalnya, partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 relatif rendah atau banyak pemilih yang abstain dalam memilih. Misalnya pada Pilkada Jakarta 2024, partisipasi pemilih hanya 57,5 ​​persen.

Wajar jika banyak pemilih yang masih hadir untuk memilih, namun sengaja membatalkan surat suaranya, kata Hadar kepada Kompas.com, Minggu (12 Januari 2024). .

Baca juga: PDI-P Anggap Jateng Tetap ‘Cambuk’ Meski Kalah pada Pilkada 2024.

Hadar menduga pemilih melakukan hal tersebut karena tidak yakin dalam memilih calon daerah saat ini.

“Saya kira ada bentuk ketidakpercayaan dalam pilkada, terutama terhadap calon yang ada,” ujarnya.

Hadar kemudian menyampaikan serangkaian memo kepada pemerintah untuk kembali meningkatkan partisipasi pemilih. Salah satunya dengan mengedukasi masyarakat akan pentingnya partisipasinya dalam pemilu.

Kedua, menyederhanakan dan menyederhanakan proses pemungutan suara. Ketiga, menciptakan jeda waktu antar pemilu yang lebih lama. Keempat, meningkatkan kemungkinan proses pencalonan melibatkan beberapa pasangan calon, imbuh Hadar.

Komisi Pemilihan Umum (GEC) mencatat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2024 kurang dari 70 persen berdasarkan rata-rata nasional.

“Dari data yang ada memang kurang dari 70%, tapi tentu kalau di-zoom, ternyata setiap kabupaten dan daerah/kota itu berbeda-beda. Ada kabupaten yang 81%, ada yang 77%, ada yang 54%, dan itu masih di sana.” kata Anggota KPU RI Ogus Milas dalam jumpa pers, Jumat (29 November 2024).

Berdasarkan pantauan Sistem Rangkuman Informasi (Sirekap) KPU pada Jumat sore, dari 98,5 persen data yang diterima, tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2024 hanya sebesar 68,16 persen.

Baca juga: PDI-P Klaim Menang Pilkada 2024 di 14 Provinsi, Dominasi Papua

Partisipasi pemilukada di Sumut hanya 55,6 persen, sedangkan partisipasi di Jakarta hanya 57,6 persen, terendah sepanjang sejarah.

Di tingkat nasional, tingkat partisipasi pemilih pada pilkada tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pemilu presiden yang berlangsung pada Februari 2024 yang mencapai lebih dari 80 persen.

Millas mengatakan, upaya sosialisasi dan sosialisasi pada Pilkada Serentak 2024 tidak ada bedanya dengan Pilpres 2024.

“Meskipun rata-rata nasional biasanya lebih rendah dalam konteks pemilu daerah dibandingkan pemilu presiden dan parlemen, namun biasanya lebih rendah,” kata Milaz. Dengarkan berita terkini dan kumpulan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *