Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Gugat UU KPK ke MK, Alexander Marwata Minta Larangan Bertemu Pihak Beperkara Dihapus - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Gugat UU KPK ke MK, Alexander Marwata Minta Larangan Bertemu Pihak Beperkara Dihapus

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggugat larangan pertemuan pimpinan dan pegawai KPK dengan peserta perkara di Mahkamah Konstitusi (MK).

Larangan ini tertuang dalam Pasal 36 Undang-Undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK).

Alexander menilai standar tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum karena rapat yang beritikad baik dan memenuhi tugas Komisi Pemberantasan Korupsi justru bisa dianggap bermasalah.

Akibat ketentuan Pasal 36 surat tersebut kurang mempunyai kepastian hukum, maka perbuatan itu dilakukan dengan itikad baik bahkan untuk memenuhi kewajiban hukum Pemohon Nomor 1 (Alexander Marwata) selaku Pejabat Pemohon. hukum pidana dianggap sebagai proses penyidikan yang dilakukan terhadap peristiwa yang dikategorikan melanggar ketentuan Pasal 36 KPK,” tulis Alex dalam gugatannya.

Baca juga: Polda Metro memanggil 4 pegawai KPK terkait kasus Alexander Marwata

Dalam gugatannya, Alexander merasa ada kerugian konstitusional akibat dilarangnya kontak langsung maupun tidak langsung dengan tersangka atau pihak yang terlibat perkara di KPK dengan alasan apapun.

Ia mengatakan, karena belum jelasnya standar hukum, Alexander Marwata mengaku sempat kesulitan dalam menunaikan tugasnya karena ada klausul “karena alasan apa pun”.

Pertemuannya dengan jaksa sebenarnya untuk memenuhi tugas Pimpinan KPK.

Selain itu, larangan berkumpul dan mengadili juga dinilai merugikan pegawai KPK yang kerap dipanggil karena dianggap melanggar norma Pasal 36 surat tersebut.

Baca Juga: KPK serukan pertemuan Alexander Marwata dan Eko Darmant jelang penyidikan kasus gratifikasi

Oleh karena itu, karena adanya ketidakpastian dan diskriminasi, ketentuan Pasal 36 Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi juga membuat Pemohon 2 dan Pemohon 3 pegawai KPK, tulisnya.

Dalam permohonan yang diajukan Alexander Marwata, Mahkamah Konstitusi diminta menyatakan Pasal 36 UU KPK bertentangan dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Alexander menggugat penyelesaian tersebut bersama dua pegawai KPK lainnya, yakni auditor muda KPK Lies Kartika Sari dan Pj Sekretaris Pimpinan KPK Maria Fransiska.

Mahkamah Konstitusi mendaftarkan permohonan tersebut pada Rabu (11/6/2024) dengan nomor pendaftaran 158/PUU-XXII/2024.

Sekadar informasi, Alex dilaporkan ke polisi karena bertemu dengan mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmant, yang kini dinyatakan bersalah dalam kasus pemanjaan diri.

Alex mengaku bertemu Eko Darmanto di Gedung Merah Putih KPK pada Maret 2023, saat Eko belum berstatus tersangka.

Alex menjelaskan, pertemuan itu digelar karena Eko melaporkan kasus dugaan korupsi terkait impor barang dalam jumlah banyak.

Baca Juga: Timeline Pertemuan Alexander Marwata dan Eko Darmanto Diketahui Firli Bahuri

Rapat tersebut berlangsung terbuka dan dihadiri oleh pegawai Direktorat Administrasi Umum dan Pengaduan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Alex menilai kasus yang menjeratnya dibuat-buat untuk menimbulkan kekacauan di KPK.

“Saya tidak habis pikir yang melaporkan ini ingin mencari-cari kesalahan pimpinan dan ingin KPK terus membuat keributan,” kata Alex saat dihubungi Kompas.com, April 2024. Simak berita terkini bersama pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *