Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Indonesia Gabung BRICS, Mari Elka Pangestu: Kita Tidak Ganggu Kepentingan AS - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Indonesia Gabung BRICS, Mari Elka Pangestu: Kita Tidak Ganggu Kepentingan AS

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menilai Indonesia tidak mengkhawatirkan Amerika Serikat (AMERICA) dan Presiden terpilih Donald Trump setelah menjadi anggota penuh kelompok BRICS.

Read More : Jaksa Sebut Harvey Moeis dkk Memperkaya Eks Bos Sriwijaya Air Hendry Lie Rp 1 Triliun

Sebab, kehadiran Indonesia sebagai anggota penuh BRICS tidak akan menghambat kepentingan AS.

“Tidak usah khawatir (dengan AS) karena kami bebas bekerja ya. Kita bisa bekerja sama dengan berbagai kalangan dan kita tidak akan mengganggu kepentingan AS dalam hal ini,” kata Mari usai bertemu dengan Presiden Prabowo. . Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2025) malam.

Ia meyakini, posisi Indonesia di BRICS justru akan memberikan dampak positif, yakni menjadi jembatan antara negara berkembang dan negara maju.

Baca Juga: Mari Elka Pangestu: Indonesia tak perlu khawatir dengan ancaman Trump usai bergabung dengan BRICS

Terkait penghapusan atau penghapusan penggunaan dolar AS dalam transaksi agenda BRICS, Mari mengatakan hal itu merupakan hak negara.

Banyak negara sudah mempunyai program serupa untuk mengurangi ketergantungan mereka pada perdagangan dengan dolar AS, katanya.

“Kalaupun (ancaman Trump soal dedolarisasi) itu urusan negara ya. Kita mau berbisnis, kita juga punya sistem yang bisa kita lakukan secara langsung (bisnis tanpa dolar AS). Kalau kita berbisnis dengan China, sudah ada. dan Malaysia juga punya sistem itu, kata Mari.

Oleh karena itu, lanjut Mari, tidak ada keberatan yang mengejutkan dari AS terkait rencana perdagangan tersebut.

Baca Juga: Indonesia yang bergabung dengan BRICS dikatakan mampu menjaga kepentingan negara berkembang

Perwakilan Khusus Presiden untuk Perdagangan dan Kerjasama Internasional telah menetapkan bahwa penggunaan mata uang selain dolar dalam transaksi bisnis merupakan salah satu perkembangan yang paling cepat berkembang di dunia keuangan internasional.

Di sisi lain, mereka menemukan dolar AS masih digunakan sebagai mata uang transaksi utama.

Read More : Tips Berkendara Mobil yang Hemat BBM di Jalur Perkotaan

“Saya pikir ini adalah perkembangan yang lambat dalam dunia mata uang dunia. Namun masyarakat melihat dolar masih kuat untuk sementara waktu,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Indonesia resmi diakui sebagai anggota penuh BRICS.

Pengumuman tersebut disampaikan Brasil, yang merupakan ketua kelompok negara berkembang dengan perekonomian terbesar di dunia, pada Senin (6/1/2025) waktu setempat.

“Pemerintah Brasil menyambut baik masuknya Indonesia ke BRICS,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan, kata AP.

Baca Juga: Ekonom: Keanggotaan BRICS akan meningkatkan posisi perdagangan RI di mata OECD

“Dengan jumlah penduduk dan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki komitmen yang sama dengan negara anggota lainnya untuk meningkatkan institusi tata kelola internasional dan memberikan kontribusi positif dalam memperdalam kerja sama Selatan-Selatan,” tambah pernyataan tersebut.

Bergabungnya BRICS telah memicu spekulasi mengenai keselarasan nasional dengan negara pendiri BRICS, Rusia dan Tiongkok.

Kedua negara ini diketahui sering berselisih dengan AS dan sekutunya.

Di sisi lain, Indonesia saat ini sedang dalam proses integrasi untuk menjadi anggota penuh OECD. Dengarkan berita terkini dan pilih cerita langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *