Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Ingat Jangan Gunakan Cruise Control Saat Hujan! - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Ingat Jangan Gunakan Cruise Control Saat Hujan!

SOLO, KOMPAS.com – Fungsi Cruise Control dan Adaptive Cruise Control kini sudah banyak ditemui pada mobil modern, sehingga pengemudi dapat menjaga kecepatan secara otomatis tanpa perlu menekan pedal gas.

Read More : Wamen ATR: Cek Kesehatan Gratis Ini Kado Ultah dari Negara

Namun perlu diperhatikan bahwa fitur tersebut tidak selalu ideal untuk digunakan di segala kondisi, terutama saat hujan.

Kedua fitur tersebut tidak cocok untuk diaktifkan pada kondisi hujan dan dapat mengakibatkan hasil yang buruk, kata Ivan, pemilik Ivan Motor Honda Auto Clinic.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Cruise Control dan Adaptive Cruise Control

“Dilarang menggunakan cruise control saat kondisi hujan, karena fungsi ini aktif saat kecepatan mobil melebihi 60 km/jam. Ivan mengatakan kepada Kompas.com, Kamis (26/9/2024) bahwa “Bisa dikatakan kecepatannya cukup tinggi pada kondisi hujan.”

Mengaktifkan fungsi cruise control pada kondisi hujan berisiko terjadinya aquaplaning, lanjut Evan.

“Cruise control akan menjaga kecepatan tinggi secara konstan, dimana roda tidak bisa menyentuh aspal, ada risiko tinggi terjadinya aquaplaning dan risiko mobil tergelincir,” kata Ivan.

Read More : Kebakaran Mesin, Pesawat AirAsia Tujuan China Putar Balik ke Kuala Lumpur

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa UI Ikuti Edukasi Keselamatan Berkendara

Sementara untuk adaptive cruise control, Ivan menjelaskan fitur tersebut bekerja dengan menggunakan sinar laser yang mendeteksi objek di depan.

“Jadi jika pengemudi terlambat menginjak rem, maka sistem akan otomatis mengerem untuk mengurangi risiko tabrakan. Namun sebaiknya fungsi ini dimatikan saat musim hujan. Ewan mengatakan, “Ada risiko sensor tidak bisa mengerem. membaca objek dengan baik karena terhalang oleh air hujan dan kotoran, yang dapat mengganggu pembacaan radar.”

Menurut Ivan, jika fitur ini diaktifkan, dikhawatirkan akan salah membaca objek dan mengerem secara tidak tepat, sehingga sebaiknya dimatikan saja. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *