Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Ingin Capai Solusi Diplomatik, Kepala Badan Nuklir PBB Berada di Iran - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Ingin Capai Solusi Diplomatik, Kepala Badan Nuklir PBB Berada di Iran

TEHRAN, KOMPAS.com – Kepala Badan Energi Atom Internasional, IAEA, Rafael Grossi, membahas program nuklir Iran hari ini, Kamis 14/11/2024.

Diketahui, pada masa jabatan pertamanya di Gedung Putih pada 2017 hingga 2021, Trump lah yang merancang kebijakan tekanan tinggi yang dikenakan terhadap Iran.

Artinya, ia menjatuhkan sanksi keras yang dicabut berdasarkan perjanjian nuklir tahun 2015.

Baca juga: Menteri Pertahanan Israel: Fasilitas Nuklir Iran Sangat Rentan

Pada Rabu malam, Grossi, direktur jenderal Organisasi Energi Atom Perserikatan Bangsa-Bangsa, tiba di Bandara Internasional Teheran, di mana ia diterima oleh Behrouz Kamalvandi, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI).

Pada hari Kamis, Grossi akan bertemu dengan Presiden AEOI Mohammad Eslami dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang merupakan mediator utama dalam pembicaraan nuklir Teheran dengan negara-negara besar.

Negosiasi tersebut menghasilkan perjanjian tahun 2015 yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama atau JCPOA.

Perjanjian tersebut, yang dicapai setelah 21 bulan perundingan antara Iran dan negara-negara besar dunia, memberikan keringanan bagi Iran dari sanksi yang dikenakan untuk mengekang program nuklirnya.

Juga, untuk mencegah negara tersebut memproduksi senjata nuklir.

Tiga tahun kemudian, pada tahun 2018, Presiden Trump saat itu menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian tersebut dan menerapkan kembali sanksi keras terhadap Iran.

Baca juga: Pertemuan di Gedung Putih, Trump-Biden Bahas Ukraina dan Timur Tengah

Setahun kemudian, Iran mulai menarik diri secara bertahap dari perjanjian nuklir yang memungkinkan Teheran memperkaya uranium hingga 3,65%.

IAEA mengatakan Iran telah meningkatkan persediaan uraniumnya sebesar 60 persen, sekitar 90 persen dari kebutuhan untuk membuat bom nuklir.

“Kepala IAEA akan melakukan segala kemungkinan untuk memperbaiki keadaan, mengingat perbedaan antara Iran dan Barat,” kata Ali Vaez, pakar Iran di lembaga pemikir yang berbasis di AS. AFP.

Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan: “Iran tidak meninggalkan perjanjian itu, Amerika Serikat yang melakukannya.”

Kunjungan Grossi terjadi hanya dua hari setelah menteri pertahanan Israel memperingatkan bahwa Iran lebih rentan terhadap serangan nuklir dibandingkan sebelumnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, kedua negara saling baku tembak dan rudal saat konflik di Timur Tengah.

Akibat perang Israel di Jalur Gaza melawan Hamas dan Lebanon melawan Hizbullah.

Namun, kembalinya Trump ke Gedung Putih pada Januari 2024 menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca juga: Mike Tyson Vs Jake Paul Digelar Besok, Pertarungan Antara Tua dan Muda

Grossi menekankan bahwa, “Penggunaan kekuatan sudah mulai berkurang. Sangat penting untuk menciptakan cara mencapai solusi diplomatik.” Dengarkan berita dan pilih berita di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *