Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

GLOBAL NEWS Kamala Harris: Iran adalah Musuh Terbesar AS - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

GLOBAL NEWS Kamala Harris: Iran adalah Musuh Terbesar AS

Washington DC, KOMPAS.com – Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris mengatakan Iran adalah musuh terpenting Amerika Serikat. Dia mengacu pada serangan rudal balistik Teheran baru-baru ini terhadap Israel.

Read More : Asal-usul Rp 1 Triliun di Rumah Zarof Ricar Belum Terungkap, Pengamat: Kejagung Harus Berani

Dalam wawancara dengan CBS, Senin (7/10/2024) malam, calon presiden dari Partai Demokrat itu mengatakan Iran adalah jawaban yang jelas atas pertanyaan negara mana yang dianggapnya sebagai musuh terbesar Amerika Serikat.

“Iran berlumuran darah Amerika, serangan terhadap Israel, 200 rudal balistik,” katanya seperti dikutip Al Jazeera. “Kita harus memastikan bahwa Iran tidak pernah memiliki kemampuan untuk menjadi negara nuklir. Ini adalah salah satu prioritas utama saya.”

Baca juga: Iran meminta negara-negara Teluk Arab menolak menggunakan wilayahnya untuk menyerang Israel

Iran menembakkan roket ke sasaran Israel pekan lalu sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di Teheran dan seorang jenderal Iran di Beirut.

Komentar Harris menyoroti kebangkitan kembali Timur Tengah sebagai perhatian utama AS di tengah meningkatnya perang Gaza.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pejabat AS telah mendorong persaingan strategis dengan Tiongkok sebagai prioritas utama dalam kebijakan luar negeri Washington.

Pada tahun 2022, Pentagon menyebut Tiongkok sebagai “tantangan kekuatan momentum” bagi AS, yang berarti hal itu menimbulkan risiko jangka panjang.

Pada awal tahun itu, penilaian empat tahunan Gedung Putih terhadap strategi keamanan nasional menyebut persaingan dengan Beijing sebagai tantangan geopolitik terbesar bagi Washington.

Invasi Rusia ke Ukraina juga menjadi fokus utama AS, yang telah menawarkan bantuan militer dan keuangan kepada Kiev dan menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Namun kekerasan di Timur Tengah telah mengalihkan perhatian pemerintah AS kembali pada permusuhannya terhadap Iran dan aliansinya dengan Israel.

Read More : SP NEWS GLOBAL Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon Tetap pada Posisinya

Harris ditanya apakah dia akan menggunakan kekuatan militer untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, namun dia mengatakan dia tidak akan membahas hipotesis.

Baca juga: Terjebak di Antara Israel dan Iran, Yordania Berusaha Jaga Stabilitas

Iran menyangkal memiliki senjata nuklir, namun negara tersebut telah mengembangkan program nuklirnya.

Pada tahun 2018, lawan Harris dalam pemilihan presiden bulan November, mantan Presiden AS Donald Trump, membatalkan perjanjian multilateral yang menyatakan Iran telah mengurangi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi terhadap Iran.

Presiden AS Joe Biden menjabat dengan janji untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut, namun serangkaian pembicaraan tidak langsung dengan para pejabat Iran telah gagal untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut.

Baca juga: Ini Peringatan Iran Jika Israel Serang Infrastrukturnya

Sementara itu, pemerintahan Biden terus menjatuhkan sanksi era Trump terhadap Iran dan menambahkan lusinan sanksi lagi terhadap perusahaan dan pejabat Iran.

  Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *