Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

nonton bola

Kejagung Belum Bisa Pastikan Ada "Fee" Mengalir ke Tom Lembong dalam Kasus Impor Gula - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Kejagung Belum Bisa Pastikan Ada “Fee” Mengalir ke Tom Lembong dalam Kasus Impor Gula

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejaksaan Agung terus mengusut aliran uang terkait dugaan korupsi impor gula dengan mencabut nama Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembang periode 2015-2016.

Izin impor gula yang ditandatangani Tom Lembang pada 2015 merugikan negara hingga Rp400 miliar.

Namun Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hurley Siregar mengaku pihaknya belum bisa memastikan apakah Tom Lemberg memiliki dakwaan atau aliran uang terkait impor tersebut.

Harley menegaskan, penyidik ​​akan terus mendalami masalah tersebut hingga pemeriksaan lanjutan.

Hal ini terkait informasi dari berbagai pihak, termasuk delapan perusahaan yang diduga diuntungkan. Jika ada aliran uang ke siapa pun, akan didalami lebih lanjut, kata Harley di Kejaksaan Agung, di Jakarta, Rabu (30). /30/2019) 10/2024).

Baca Juga: Kejaksaan Agung Tegaskan Kasus Korupsi Tom Lemang Bukan Politik

Harley mengatakan, penyidik ​​memerlukan informasi lebih lanjut dari delapan perusahaan yang terlibat dalam impor gula tersebut.

Thomas Lembang memberikan izin impor gula kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia atau PT PPI. Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI CS juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Namun dalam kegiatan pengolahannya, PT PPI bekerjasama dengan PT PDSU, PT AF, PT AP, PT MT, PT BMM, PT SUJ, PT DSI dan PT MSI.

“Pemeriksaannya belum berhenti, masih informasi dari pihak perusahaan. Katanya akan dilihat perkembangan selanjutnya.

“Kalau kerugian keuangan negara akan terus dihitung untuk mengetahui jumlah pastinya. Aliran uangnya juga akan didalami,” kata Harley.

Baca Juga: Anis Kaget Tom Lembang Diduga Korupsi

Sebagai informasi, Kejaksaan Agung menetapkan Thomas Lembang sebagai tersangka atas tuduhan korupsi terkait pemberian izin impor gula.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Abdul Kahar mengatakan, Tom Lemberg diduga memberikan izin impor gula pada 2015 saat stok gula dalam negeri tidak kekurangan.

Menteri Perdagangan saudara TTL sudah memberikan izin kepada PT AP untuk mengimpor gula kristal mentah sebanyak 105.000 ton, kata Abdul.

“Gula kristal mentah tersebut kemudian diolah menjadi gula kristal murni,” ujarnya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstall.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *