Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Kemenlu Kini Tangani Kasus WNI Terlibat "Online Scam" di 9 Negara - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Kemenlu Kini Tangani Kasus WNI Terlibat “Online Scam” di 9 Negara

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang menangani kasus penipuan online yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) di sembilan negara. .

Setelah sebelumnya hanya fokus pada Kamboja, kasusnya kini lebih luas.

Hal lain yang kami soroti, tantangan penipuan online bukan hanya jumlah kasusnya yang meningkat signifikan, namun negara tujuan yang tadinya hanya Kamboja kini menjadi 9 negara, kata Judha dalam diskusi online. Diselenggarakan oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan dalam rangka memperingati Hari Migran Sedunia 2024, Rabu (18/12/2024).

Baca juga: Kementerian Luar Negeri Laporkan 5.111 WNI Terlibat Penipuan Online Tahun 2020-2024

Sembilan negara tersebut antara lain Kamboja, Myanmar, Filipina, Laos, Thailand, Vietnam, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan.

Kamboja melaporkan jumlah kasus terbanyak, dengan total 2.962 kasus dirawat.

Judha juga berbagi pengalaman pemerintah dalam menangani kasus penipuan online di Afrika Selatan.

Tiga dari tujuh WNI sebelumnya mendapat bantuan pemerintah dan telah kembali dari Laos dan Kamboja.

Yang aneh adalah mereka mendapati diri mereka berada dalam situasi yang sama lagi.

“Bulan lalu kami menangani kasus di Afrika Selatan. Menariknya, tujuh WNI terlibat penipuan online di Afrika Selatan, tiga di antaranya adalah warga negara kami yang kami bantu, dan kasus tersebut kami bawa kembali ke Laos dan Kamboja.” , ketika mereka datang, mereka pergi lagi,” kata Judha.

“Ini juga menjadi tantangan bagi kami terkait terulangnya kasus terhadap orang yang sama,” imbuhnya.

Baca juga: Kemlu: 129 WNI Masih Jadi Pusat Skandal Siber Myanmar, Termasuk Mantan Anggota DPRD Indramayu

Terkait kasus Kamboja, Judha menegaskan tidak seluruh WNI yang bekerja di industri perjudian dikecualikan dari proses tersebut.

Ia juga menyoroti kasus penipuan online meningkat drastis di Kamboja, dari hanya 15 kasus menjadi 2.962 kasus.

“Inilah kejadian-kejadian penipuan online yang kami laporkan tidak semakin hari semakin berkurang, namun semakin meningkat dan jumlahnya semakin meningkat,” ujarnya. Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *