Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

Kenaikan PPN 12 Persen dan Dampak pada Kebiasaan Konsumsi Masyarakat - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Kenaikan PPN 12 Persen dan Dampak pada Kebiasaan Konsumsi Masyarakat

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana pemerintah menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen pada 1 Januari 2025 menuai penolakan dari masyarakat.

Read More : MK Hapus Ketentuan Presidential Threshold

Kebijakan ini akan menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa yang dapat mengubah kebiasaan konsumsi masyarakat.

Warga mulai mencari cara untuk bertahan hidup di tengah ancaman kenaikan harga, terutama makanan dan minuman.

Mereka khawatir kenaikan PPN akan menimbulkan efek domino yang merugikan. Kurangi camilan

Sabrina Zakaria (28), seorang pekerja asal Bogor, mengaku akan mengurangi kebiasaan makan di kafetaria dan memilih memasak di rumah.

Hal itu dilakukan untuk mengatasi kenaikan biaya hidup akibat kenaikan PPN.

“Kalau harga pangan naik, mau tidak mau harus mulai masak di rumah. Selama ini hampir setiap hari kita jajanan karena lebih nyaman, tapi kalau mahal mending masak, biar hemat. lebih lanjut,” ujarnya saat diwawancara Kompas.com, Jumat (20/12/2024).

Shabrina berencana membeli pangan dari UMKM yang harganya lebih murah dan membayar untuk menghindari pajak tambahan.

Selain menurunkan biaya konsumsi, kata dia, belanja hiburan juga akan berkurang.

Read More : Sosok Perantara Pesan Megawati dan Prabowo: Ahmad Muzani

Senada dengan itu, Dilla (28), seorang ibu rumah tangga, mengungkapkan akan mengurangi belanja makanan untuk anak-anaknya.

Mungkin menyiapkan makan setiap hari, kalau bisa menghemat biaya, bisa berupa jajan untuk anak atau membeli makanan kemasan. Semuanya mahal, jadi harus lebih berhemat, ujarnya.

Rencana kenaikan PPN memaksa Retsa (29), seorang pekerja lepas asal Jakarta, mengubah kebiasaan minum kopinya.

Retsa mengaku biasanya membeli kopi sebanyak empat kali dalam seminggu.

Dengan adanya kebijakan kenaikan PPN, ia akan terbiasa menyiapkan kopi sendiri di rumah.

“Kalau sekarang saya makan kopi, saya berpikir dua kali. Sebelum PPN naik, harganya sudah tinggi, bahkan lebih mahal. Jadi saya mulai membeli peralatan untuk membuat kopi di rumah dan mencari biji kopi yang lebih murah di pasaran,” ujarnya. .

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *