Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Kepolisian Telusuri Aset yang Diduga Terkait Jaringan Narkoba Jambi - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Kepolisian Telusuri Aset yang Diduga Terkait Jaringan Narkoba Jambi

JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi terus mencari aset yang diduga terkait jaringan narkoba Jambi.

Wakil Kabareskrim Polri Irjen Asep Edi Suheri mengungkapkan, hingga saat ini tim Polri bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) fokus mengusut 37 properti yang diduga diakuisisi. dari kejahatan terkait narkoba. 

“Kami masih bekerja sama dengan PPATK untuk mengidentifikasi aset terkait jaringan ini, termasuk tanah yang jumlahnya sekitar 37,” kata Assep di Bareskrim Polri, Rabu (16/10/2024).

“Saya harap kita menghancurkan segalanya,” katanya.

Baca juga: Polisi begal jaringan narkoba di Jambi yang dikuasai kakak beradik

Soal tantangan penelusuran aset-aset tersebut, Assep mengatakan salah satu kendalanya adalah ketika aset tersebut dialihkan atas nama pihak lain.

Meski demikian, tim penyidik ​​dan PPATK terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan setiap aset yang terlibat teridentifikasi.

Wakil Direktur “Tip Narkoba” Bareskrim Polri, Kombes Arieh Ardian Rishadi menambahkan, penemuan kasus ini belum selesai dan masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut.

“Ini baru permulaan. Kami akan terus mengejar jaringan distributor dan asal produknya,” kata Arie.

Ia juga menegaskan, meski proses penelusuran aset tidak mudah, namun pihaknya mendapat dukungan penuh dari Bea Cukai dan PPATK dalam menelusuri aliran dana dan aset terkait.

“Sejauh ini kami masih melakukan pengembangan dan belum menemui kesulitan yang berarti dalam pelacakan aset atau keuangan,” ujarnya. 

Kasus jaringan narkoba Jambi yang meresahkan masyarakat ini diperkirakan menghasilkan pendapatan hingga Rp 1 miliar per minggu dari peredaran sabu.

Baca juga: Polri di Depan Ratusan Mahasiswa. Generasi Z merupakan sasaran empuk para pengedar narkoba

Polri bekerja sama dengan Polda Jambi telah menangkap jaringan narkoba Jambi yang menjual sabu melalui jaringan kios. Kasus ini menjadi viral pada tahun 2023 setelah diserang oleh sekelompok ibu-ibu.

Gerombolan narkoba Jambi diduga dikuasai oleh kakak beradik berinisial DS alias T (Dedi Susanto alias Tekui) kemudian TM alias AK (Ameng Kumis) dan HDK (Helen Dian Krisnawati).

Polisi juga menangkap tersangka yang terlibat jaringan peredaran narkoba lainnya di Jambi yakni Ahmad Yan alias AY, Arifani, ayas Ari Ambokin alias AA. dan Mafi Abidi alias MA. Dengarkan berita dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *