Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Kesimpulan Komnas HAM: Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang Penuhi Unsur Pelanggaran HAM - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Sports

Kesimpulan Komnas HAM: Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang Penuhi Unsur Pelanggaran HAM

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut peristiwa penembakan yang dilakukan polisi, Aipda Robig terhadap siswa SMK, Gamma (17) memenuhi unsur pelanggaran HAM.

Koordinator Subkomite Pengawasan Komanas HM Oli Parulian Sihoming mengatakan, kesimpulan itu didapat setelah Komanas HM melakukan proses pemantauan, termasuk meminta keterangan saksi dan Polda Jateng.

Perbuatan saudara RZ (Aipda Robig) memenuhi unsur pelanggaran HAM berdasarkan Pasal 1 Angka 3 UU HAM nomor 39 Tahun 1999, ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (5/12/2021). 2024).

Baca juga: Keluarga Gamma Ungkap Sederet Kejanggalan Peristiwa Penembakan Polisi di Semarang

Unsur yang dipenuhi gaya koboi iPad Robig adalah pelanggaran hak untuk hidup dan membunuh tanpa pengadilan.

Selain itu, Ifda Robig juga melanggar hak untuk bebas dari perlakuan kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat karena sengaja menghilangkan nyawa Gemma dan melukai dua siswa SMK lainnya berinisial S dan A.

Untuk itu, Komnas HAM merekomendasikan Kapolda Jateng agar menegakkan hukum secara adil, transparan, dan tidak memihak di hadapan Aipda Robig.

Melakukan asesmen berkelanjutan terhadap penggunaan senjata api, termasuk melakukan asesmen psikologis berkelanjutan.

Baca Juga: Kisah Ayah Gama, Anaknya Pisah Latihan di Sylhet, Tapi Pulang ke Rumah Hanya dengan Satu Nama, Karena Ditembak Polisi

Komnas HAM juga mengeluarkan rekomendasi kepada Polda Jawa Tengah untuk memberikan penilaian terhadap pemahaman dan pengetahuan aparat kepolisian, khususnya tingkat bintara.

Rekomendasi juga diberikan kepada lembaga perlindungan saksi korban agar dapat memberikan perlindungan kepada saksi korban, termasuk pemulihan bagi keluarga korban.

Kronologi kejadian

Aipda Robig Zaenudin melakukan penembakan yang menewaskan siswa SMKN 4 Semarang, Gamma (17) pada Minggu (24/11/2024).

Kepala Subdit III Jatanras Polda Jateng AKBP Helmy mengungkapkan GR alias Gamma meninggal dunia akibat luka tembak.

Proses penggalian makam telah kami lakukan pada Jumat pekan lalu dengan membuktikan korban Gamma meninggal dunia akibat proses penembakan, kata Helmy.

Menurut dia, hasil penggalian jenazah Geri menunjukkan ada peluru di bawah ususnya.

Peluru dan senjata yang menjadi barang bukti kemudian dikirim ke pemeriksa medis dan laboratorium forensik untuk mendapatkan informasi mengenai peristiwa penembakan tersebut.

Pihaknya juga memeriksa sebelas saksi dalam kasus ini. Bukti-bukti yang dikumpulkan penyidik ​​menunjukkan GR ditembak mati. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *