Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Ketimbang Ubah Struktur Lembaga, Pengamat Sarankan Pemisahan Fungsi Polri - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Ketimbang Ubah Struktur Lembaga, Pengamat Sarankan Pemisahan Fungsi Polri

Jakarta, KOMPAS.com – Pemisahan fungsi Polri dinilai lebih baik dibandingkan mengubah struktur lembaga, yakni organisasi di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau TNI.

Hal ini disampaikan oleh Hail Fahmi, pengamat militer dan salah satu pendiri Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), menanggapi narasi yang berkembang bahwa Polri berada di bawah kendali TNI/Kementerian Dalam Negeri. Polisi diduga terlibat dalam Pilkada 2024.

“Pemisahan fungsi Polri menjadi dua lembaga yang berbeda. Fungsi penegakan hukum dipisahkan dari Polri dan tetap terisolasi sebagai lembaga independen,” kata Heil kepada Kompas.com, Senin (Desember 2024). .

Sementara fungsi perlindungan masyarakat dan pemeliharaan keamanan tetap menjadi tanggung jawab Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan (walaupun berganti nama), ujarnya.

Baca juga: Menteri Dalam Negeri Melawan Polisi Dalam Negeri: Bersedia Melakukan Reformasi di Bawah Presiden

Ia meyakini pemisahan fungsi ini mencegah duplikasi peran dan mencegah penyalahgunaan kekuasaan. 

Selain itu, lembaga penegak hukum yang independen mengizinkan proses hukum berlangsung tanpa campur tangan pihak mana pun, termasuk kekuatan politik atau tekanan publik.

Di sisi lain, lembaga perlindungan masyarakat yang fokus pada keselamatan warga negara lebih mampu merespons kebutuhan masyarakat tanpa terbebani oleh masalah penegakan hukum.

Meski demikian, ia menyebut perpisahan ini tidak semudah berpindah tangan.

“Proses transisi memerlukan penyesuaian yang signifikan, mulai dari regulasi, struktur organisasi, hingga sumber daya manusia,” ujarnya.

Selain itu, keberhasilan model ini akan bergantung pada keseriusan politik dan dukungan anggaran untuk membangun dua lembaga yang sama kuat dan andalnya, ujarnya.

Artikel terkait: PDI-P Usulkan Polisi Subordinasi ke Kemendagri, Menko Yusrulil: Belum Dibahas

Di sisi lain, Pak Heil berpendapat bahwa isu sentralnya bukan sekedar di mana polisi berada, namun bagaimana menjamin profesionalisme, integritas dan independensi lembaga tersebut.

Ia mengatakan, kepolisian nasional yang mempunyai kewenangan luas tidak hanya rawan penyalahgunaan, tapi juga sulit diawasi.

Oleh karena itu, pemisahan fungsi merupakan langkah strategis dalam membagi kewenangan yang besar ini menjadi kewenangan yang lebih fokus. Di sinilah kita menciptakan lembaga yang lebih ramping, akuntabel, dan benar-benar melayani masyarakat.

“Pada akhirnya, reformasi yang dilakukan Pak Poli bukanlah soal mengubah kerangka struktur negara, melainkan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga yang selama ini dipandang sebagai penjaga hukum dan keamanan.”

Sebelumnya sempat beredar wacana usulan agar Polri kembali ke TNI atau Kementerian Dalam Negeri menyusul dugaan penempatan personel pada Pilkada 2024.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *