Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Ketua Komisi III: Konstruksi Hukum Kasus Tom Lembong Sumir - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Sports

Ketua Komisi III: Konstruksi Hukum Kasus Tom Lembong Sumir

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Komisi III DPR Habiburohman menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) harus menjelaskan kepada publik kasus dugaan korupsi mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong.

Sebab, menurut dia, struktur perkara yang menjerat mantan tim sukses Anies Basveda pada Pilpres 2024 masih belum jelas.

Habiburahman mengatakan dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/11/2024): Kejaksaan Agung harus menjelaskan dugaan korupsi keuangan Tom Lembo kepada publik.

“Sejujurnya, struktur hukum perkara tersebut masih sangat jelas atau abstrak di mata masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga: Surya Paloh berharap kasus Tom Lembong bukan tindak pidana

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku banyak yang bertanya kepadanya apakah kasus ini bisa digolongkan sebagai politik kriminal.

Untuk itu, dia meminta Jaksa Agung menjelaskan kasus Tom Lembong kepada publik.

Tanpa penjelasan yang jelas dan rinci, pengusutan kasus korupsi Tom Lembong bisa saja menimbulkan tudingan bahwa pemerintah menggunakan instrumen hukum untuk kepentingan politik.

Selain itu, ia mencatat, secara umum pelaksanaan tugas lembaga penegak hukum harus sejalan dengan cita-cita politik dan hukum pemerintah.

Cita-cita yang dimaksud adalah terbangunnya persatuan bangsa yang kokoh dengan tetap menjaga supremasi hukum.

Baca juga: Kasus Tom Lembong, Kejaksaan Agung: Perkara Tersangka Korupsi tidak memerlukan uang

Sebelumnya diberitakan, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (TTL) 2015-2016 atau Tom Lembong didakwa Kejagung pada Selasa (29/10/2024) atas dugaan korupsi impor gula.

Penetapan tersangka terkait kebijakan izin impor gula yang dikeluarkan Tom Lembong pada 2015.

Menurut informasi Kejaksaan Agung, Indonesia tidak perlu mengimpor gula pada tahun itu karena surplus.

Namun pada tahun 2015, Tom Lembong selaku Menteri Perdagangan mengizinkan PT AP mengimpor gula pasir mentah sebanyak 105.000 ton untuk diubah GKM menjadi gula putih (GKP), kata Jampidsus, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. (Dirdik).

Kejaksaan Agung menyebut tindakan Tom Lembong merugikan negara Rp400 miliar. Namun Kejagung belum mendapatkan bukti apakah ada pembayaran yang dilakukan kepada Tom Lembong untuk izin impor tersebut. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *