Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Korsel Bentuk Tim Gabungan Penyelidikan Kecelakaan Jeju Air di Tengah Gejolak Politik - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Korsel Bentuk Tim Gabungan Penyelidikan Kecelakaan Jeju Air di Tengah Gejolak Politik

SEOUL, KOMPAS.com – Partai berkuasa dan oposisi Korea Selatan sepakat membentuk gugus tugas bersama di parlemen pada Selasa (7/1/2025). Sebuah gugus tugas dibentuk untuk menyelidiki kecelakaan pesawat Jeju Air baru-baru ini yang menewaskan 179 orang.

Boeing 737-800 terbang dari Thailand menuju Mueang, Korea Selatan pada 29 Desember, membawa 181 penumpang dan awak. 

Pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat di sebuah bandara di Korea Selatan dan menabrak penghalang beton, menyebabkannya terbakar.

Baca Juga: Korea Selatan akhiri pencarian di lokasi jatuhnya pesawat Jeju yang menewaskan 179 orang

Penyebab kecelakaan itu masih belum diketahui, AFP melaporkan. Kesepakatan pembentukan gugus tugas tersebut muncul di tengah gejolak politik setelah Presiden Yoon Suk Yeol memberlakukan darurat militer bulan lalu.

Partai kami, Partai Kekuatan Rakyat (PPP), dan Partai Demokrat sepakat membentuk panitia khusus, demikian bunyi pernyataan PPP.

Panitia akan membahas penyelidikan penyebab kecelakaan dan membantu keluarga korban, ujarnya.

Oposisi Demokrat pun menegaskan telah sepakat membentuk tim investigasi gabungan dengan PPP untuk mengusut kasus tragis tersebut.

Tim beranggotakan 15 orang tersebut terdiri dari tujuh perwakilan dari partai yang berkuasa, tujuh dari oposisi dan satu anggota independen, kata PPP.

Penyelidik Korea Selatan dan AS masih menyelidiki penyebab jatuhnya Jeju Air Penerbangan 2216 yang memicu gelombang duka nasional dengan tugu peringatan didirikan di seluruh negeri.

Permasalahan seperti serangan burung, kerusakan roda pendaratan, dan hambatan landasan pacu menjadi fokus penyelidikan.

Baca Juga: Korea Selatan Produksi Transkrip Rekaman Black Box Jeju Air

Pilot pesawat melaporkan adanya tabrakan dengan burung sebelum membatalkan pendaratan pertama. Kemudian pada percobaan kedua, roda pendaratan gagal dan pesawat jatuh.

Pihak berwenang telah menggeledah Bandara Muan, kantor penerbangan regional di kota barat daya dan kantor pusat Jeju Air di Seoul. Selain itu, CEO Jeju Air juga dilarang keluar negeri.

Pada hari Selasa, Jeju Air mengumumkan rencana untuk menghentikan 188 penerbangan internasional dari Busan pada kuartal pertama tahun ini untuk meningkatkan keselamatan operasional. 

Baca Juga: Jeju Air Crash, Mungkinkah Sekawanan Burung Jadi Penyebabnya?

Maskapai ini sebelumnya mengatakan akan mengurangi penerbangan sebesar 10 hingga 15 persen pada bulan Maret karena masalah keselamatan. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *