Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Korupsi dan Arah Menuju Despotisme - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Korupsi dan Arah Menuju Despotisme

Korupsi masih menjadi topik kemarahan masyarakat. Frustasi tumbuh seiring lemahnya pemberantasan korupsi ketika kasus besar seperti kasus Harvey Moise – yang merugikan negara hingga Rp 300 triliun – dianggap tidak mencerminkan keadilan. Hukumannya hanya enam tahun.

Fenomena ini menyoroti sebuah paradoks yang meresahkan: para koruptor besar tampaknya tidak tersentuh, seperti setan yang sulit ditangkap, sementara para koruptor kecil mempunyai ilusi keberhasilan dalam memberantas korupsi. Mereka menjadi kambing hitam yang harus dijaga.

Fenomena ini mengungkapkan dua pola besar dan menonjol. Pertama, pejabat yang memiliki indikasi kuat terlibat korupsi sering kali berhasil bersembunyi di bawah naungan pemerintah dan menikmati hukuman karena kedekatannya dengan lingkaran kekuasaan.

Kedua, oposisi politik seringkali menjadi sasaran kriminalisasi, dimana tuduhan korupsi digunakan sebagai alat untuk membungkam kritik.

Dalam konteks ini, korupsi telah melampaui sekedar penyakit administratif dan telah menjadi alat strategis bagi elit untuk mempertahankan hegemoni kekuasaannya. Hal ini bukan hanya persoalan moral, namun merupakan ancaman serius terhadap landasan demokrasi.

Korupsi tidak berhenti pada dampak materiil saja, melainkan meluas hingga pembengkokan konstitusi, undang-undang, dan undang-undang.

Niccolò Machiavelli dengan tepat menunjukkan dalam wacananya bahwa keberhasilan penerapan konstitusi sangat bergantung pada tingkat korupsi di negara tersebut.

Semakin besar korupsinya, semakin lemah supremasi hukumnya. Persepsi ini sesuai dengan kenyataan di Indonesia, dimana korupsi materiil dan korupsi konstitusional saling mendukung.

Contoh terkini adalah UU Pajak. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang jelas memberikan keuntungan bagi Gibran Recbombing Raqqa.

Masyarakat menilai hal ini tidak hanya merupakan pelanggaran etika politik, namun juga merupakan bukti bahwa undang-undang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penguasa.

Jika konstitusi terus mudah diubah, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara akan terkikis.

Membengkokkan hukum bukan hanya soal ketaatan, tapi menggerogoti integritas yang mendasari legitimasi negara.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu ketidakstabilan sistem, dimana masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap hukum dan membiarkan pelanggaran terjadi, sehingga menciptakan lingkaran setan korupsi yang sulit dihentikan.

Apalagi, korupsi yang menggerogoti konstitusi mencerminkan adanya perubahan nilai di kalangan elite politik. Hukum bukan lagi alat keadilan, tapi alat tawar menawar kekuasaan.

Prinsip supremasi hukum digantikan oleh supremasi kekerasan, dimana keputusan diambil untuk kepentingan politik jangka pendek.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *