Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

KPK Dorong Pembahasan RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal di DPR - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

KPK Dorong Pembahasan RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal di DPR

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, selain RUU Perampasan Aset, pembahasan RUU Pembatasan Transaksi Mata Uang juga sebaiknya dilakukan di DPR.

“Setahu kami, selain RUU penyitaan aset, kami juga mendorong RUU Pembatasan Uang (RUU) di DPR,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (29/29). ). 10). /2024).

Informasi terakhir, RUU tersebut (UU Perampasan Aset dan RUU Pembatasan Devisa) tidak menjadi prioritas perwakilan masyarakat Senayan, ujarnya.

Baca juga: Tak Perlu UU Perampasan Aset, Baleg DPR Akui Aturannya Sudah Cukup untuk Memberantas Korupsi

Tessa mengatakan, para anggota DPR harus memahami bahwa hadirnya RUU Pembatasan Transaksi Valas akan mengurangi terdeteksinya kasus korupsi berupa uang.

Dia mengatakan, tanpa RUU ini, pemberantasan korupsi akan sangat sulit dilakukan oleh lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan Agung, dan kepolisian.

“RUU ini bertujuan untuk memitigasi risiko, sebagaimana disebutkan sebelumnya, deteksi suap dalam bentuk uang tunai, rupee, dan mata uang asing,” ujarnya.

Sebelumnya, RUU Perampasan Aset (NjBJ) tidak masuk dalam daftar usulan RUU yang masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas).

Hal itu berdasarkan daftar yang dibacakan dalam rapat Badan Legislasi (Baleg) Senin (28/10/2024), yang membahas penilaian periode sebelumnya dan usulan Program Legislasi Nasional 2025-2029.

Baca juga: Jokowi Desak RUU Batas Mata Uang Dibahas dan Difinalisasi

Berdasarkan surat Komite III DPR RI pada 24 Oktober, baru ada satu rancangan undang-undang tentang hukum acara perdata dan satu rancangan undang-undang tentang hukum perdata internasional yang diumumkan oleh Program Legislasi Nasional.

Anggota Baleg yang juga mantan Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay mengatakan, secara politis RUU ini tidak mudah.

“Kami membahasnya dan berbicara dengan pihak lain. Tapi sepertinya tidak mudah bagi partai lain, semuanya sama seperti kita,” kata Saleh usai bertemu Baleg, Senin (28/10/2024).

“Saya juga menunggu inisiatif apa yang diambil pemerintah. Ini inisiatif pemerintah. Jadi jangan sampai semua mata berpaling dari Baleg DPR,” ujarnya. 

Dengan tidak ikut sertanya RUU perampasan aset dalam Prolegnas, berarti nasib RUU yang diajukan pemerintah sudah tidak jelas lagi.

Padahal, pada periode sebelumnya DPR beralasan undang-undang yang dianggap memiskinkan koruptor itu tidak bisa dilaksanakan karena keterbatasan waktu. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *