Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Labirin Kebijakan BPJS Kesehatan dan Dilema Pelayanan Medis - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Labirin Kebijakan BPJS Kesehatan dan Dilema Pelayanan Medis

Pada tahun pertama kali diluncurkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada tahun 2014, masyarakat Indonesia menyambutnya dengan penuh harap.

Program ini disebut-sebut merupakan langkah penting menuju pencapaian cakupan kesehatan universal sehingga seluruh warga negara bisa mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

Namun sepuluh tahun kemudian, apakah BPJS benar-benar mencapai tujuannya?

Kenyataannya, banyak rumah sakit dan pasien kini terperosok dalam kebijakan yang seringkali bertentangan.

Baca juga: Rumah Sakit Multilateral, BPJS dan Penipuan

Di satu sisi, BPJS mengklaim efisiensi dan penghematan biaya operasional. Di sisi lain, kebijakan yang diterapkan seringkali mengabaikan kebutuhan medis pasien yang sebenarnya dan membebani rumah sakit.

Mari kita lihat situasi pasien yang menjalani hemodialisis (HD). Banyak yang menderita penyakit jantung atau penyakit penyerta lainnya yang memerlukan pemantauan medis secara rutin.

Namun kebijakan BPJS membatasi kunjungan rawat jalan hanya sebulan sekali. Pasien HE yang dipantau dua kali seminggu akan ditolak jika mencoba menemui ahli jantung di bulan yang sama.

Apakah kebijakan ini efektif? Mungkin, di atas kertas ya. Namun dalam praktiknya, pasien yang tidak mendapat nasihat medis dapat menghadapi masalah serius.

Rumah sakit seringkali berada dalam dilema: menolak klaim atau mematuhi kebijakan dan perawatan pasien yang membahayakan keselamatan pasien.

Cerita lain datang dari seorang pasien dengan gangguan pernapasan akut. Dalam kasus ini, prosedur standar memerlukan tes gas arteri (AGD) untuk menentukan tingkat keparahan.

Namun jika pasien memenuhi kriteria saturasi oksigen <91 persen, permohonan BPJS bisa ditolak jika hasil AGD dinilai kurang memadai.

Baca Juga: Bom Waktu Kekurangan Keuangan BPJS Kesehatan

Menariknya, pedoman medis yang diakui secara internasional menekankan bahwa keputusan harus dibuat berdasarkan kombinasi gejala klinis dan bukan hanya parameter laboratorium tunggal. Namun sayangnya, manajemen sering kali mempunyai kekuasaan lebih besar dibandingkan keputusan medis. Rumah sakit berada di bawah tekanan.

Bukan hanya pasien, rumah sakit juga menghadapi beban yang semakin berat. Lambatnya sistem penyelesaian klaim membuat banyak rumah sakit, terutama rumah sakit swasta, kesulitan mempertahankan kelangsungan usahanya.

Beberapa rumah sakit harus meminjam uang untuk menutupi biaya perawatan pasien BPJS sambil menunggu pembayaran.

Masalahnya tidak berakhir di situ. Standar baru seperti Ruang Rawat Inap Standar (KRIS) mengharuskan rumah sakit melakukan renovasi besar-besaran untuk memenuhi 12 persyaratan yang ditetapkan.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *