Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Mantan Presiden Peru Toledo Divonis 20 Tahun Penjara karena Terima Suap - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Mantan Presiden Peru Toledo Divonis 20 Tahun Penjara karena Terima Suap

LIMA, Kompas.com – Mantan Presiden Peru Alejandro Toledo divonis bersalah menerima suap dari raksasa konstruksi Brasil Odebrech dan divonis Senin (21/10/2024) 20 tahun 6 bulan penjara.

Keputusan tersebut merupakan yang pertama di Peru yang terlibat dalam skandal korupsi Lava Jato yang melibatkan banyak orang di Brasil.

Antara tahun 2001 dan 2006, Toledo menduduki peringkat teratas negara Andean

Baca Juga: Temui Phoenix Squad, tim detektif wanita yang menangani antimonopoli di Peru.

Menurut jaksa, dia divonis bersalah menerima suap sebesar 35 juta dolar AS (sekitar Rp545 miliar) dari perusahaan yang dulu bernama Odebrecht.

Dikatakan Toledo menerima penghargaan tersebut karena perusahaan tersebut memenangkan kontrak untuk membangun jalan yang menghubungkan pantai selatan Peru dengan wilayah Amazon di Brasil barat.

Ekonom berusia 78 tahun, yang memegang gelar doktor dari Universitas Stanford, membantah tuduhan pencucian uang dan kolusi selama persidangan yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Odebrecht, yang sekarang dikenal sebagai Novonor, menjadi pusat skandal korupsi terbesar di Amerika Latin setelah mengakui pada tahun 2016 bahwa mereka telah menyuap pejabat di banyak negara untuk mendapatkan kontrak pekerjaan umum, lapor Reuters.

Pekan lalu, Toledo meminta pengadilan mengizinkan dia menjalani hukuman karena dia sedang berjuang melawan kanker.

Baca Juga: Hilang 22 Tahun, Jenazah Pendaki AS Ditemukan Utuh di Peru Usai Es Mencair

Dia berkata, tolong biarkan aku sembuh atau mati di rumah.

Hukuman itu diumumkan di sel penjara kecil di Lima, tempat Toledo ditahan selama setahun terakhir.

Mantan Presiden Pedro Castillo juga menghadapi tuduhan “pemberontakan” setelah mencoba membubarkan Kongres pada tahun 2022.

Dua mantan presiden lainnya, Pedro Pablo Kuczynski dan Olanta Humala, juga sedang diselidiki dalam kasus Odebrecht.

Toledo, yang mendapatkan ketenaran sebagai Bocah Penyemir Sepatu saat masih kecil, ditangkap pada tahun 2019 setelah pihak berwenang Peru meminta ekstradisinya.

Jaksa mengandalkan kesaksian mantan eksekutif Odebrecht, George Barata, dan koleganya di Toledo Joseph Maiman, yang mengatakan Toledo menerima suap.

Mantan presiden tersebut menandatangani kontrak dengan Odebrecht untuk membangun jalan tersebut, meskipun pembangunannya dilakukan pada dua pemerintahan berikutnya.

Baca Juga: Jaksa Agung Peru Menuduh Presiden Menerima Suap Saat Jaga Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *