Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Massa Tak Terhitung Jumlahnya Berdesakan di Ritual Kumbh Mela India, 15 Tewas - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Massa Tak Terhitung Jumlahnya Berdesakan di Ritual Kumbh Mela India, 15 Tewas

Doaagraj, Komomas.com – Acara ini adalah acara keagamaan terbesar di dunia, The Tus Kumbh Mela Festival, menewaskan sedikitnya 15 orang di Prayagraji pada hari Rabu (29.1.2025).

Selalu ada banyak orang di Kumbh Mela Festival. Peristiwa ini berulang kali membawa para korban karena orang -orang berkerumun.

Diperkirakan jutaan orang akan hadir pada hari Rabu di kamar mandi di salah satu sungai Gangga dan Yamuna.

Baca juga: Delegasi Indonesia menyanyikan Prabowo ke India Kuch Kuch Hota Shark

“Setidaknya 15 orang tewas saat ini, yang lain dirawat,” kata dokter dalam Prayagraj, yang dipinjam kantor berita AFP.

Dia berbicara dalam keadaan anonim karena dia tidak bisa berbicara dengan media.

Kelompok penyelamat bekerja dengan peserta acara untuk melawan korban dari tempat kejadian.

Pejabat administrasi setempat akan Ksha Rana mengatakan kepada kantor berita India Trust (PTI), insiden marah dimulai setelah perangkat manajemen massal rusak.

Saksi oleh peserta ritual bernama Malti Pandey (42) mengatakan kepada AFP bahwa ia sedang dalam perjalanan untuk berenang di Rio di awal acara.

“Tiba -tiba, kerumunan mulai bekerja keras dan banyak orang diperas,” katanya.

Kumbh Mela berakar pada mitologi Hindu, pertempuran antara Tuhan dan Setan, toples keabadian dalam nektar.

Baca juga: Penyakit Misterius Membunuh 13 Anak di India, Otak dan Saraf yang rusak

Diperkirakan setidaknya 400 juta orang akan tiba sebelum hari terakhir ritual pada 26 Februari 2025.

Diberi kencing yang tinggi, polisi tahun ini memasang ratusan kamera di area festival dan di jalan menuju asosiasi.

CCTV dipasang di armada berbasis polo dan drone.

Pengamatan CCTV akan didistribusikan ke pusat kontrol untuk membantu tim mengikuti kerumunan jika menjadi terlalu padat.

Pada tahun 1954, Festival Kumbh Mela menewaskan lebih dari 400 orang suatu hari karena dibakar atau tenggelam ke sungai.

Ini adalah salah satu korban dunia, banyak bencana terkait.

Pada saat yang sama, pada 2013, 36 orang terakhir kali terbunuh ketika Festival Kumbh Mela diadakan di Prayagraj.

Baca juga: Relawan polisi India dihukum karena pemerkosaan dan pembunuhan dokter muda, lihat berita terakhir dan pilihan berita langsung di ponsel mereka. Pilih akses saluran utama komoma.com whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafbpzjzrk13ho3d. Pastikan Anda menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *