Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Mengapa Banyak Pengendara Motor Sering Naik Trotoar? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Mengapa Banyak Pengendara Motor Sering Naik Trotoar?

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pengendara sepeda memblokir trotoar untuk mencegah pengendara sepeda motor lewat.

Pengendara sepeda kesal karena banyak sepeda motor yang melaju di trotoar sehingga menghalangi dan merampas hak pejalan kaki.

Baca juga: Alasan Good Indonesia Hanya Kendarai BJ80 dengan Setir Kiri

Insiden yang melibatkan pengendara sepeda motor di trotoar sepertinya sudah menjadi kebiasaan di kota-kota besar. Ironisnya, tidak hanya satu atau dua sepeda motor saja, namun banyak sepeda motor yang melanggar aturan tersebut pada jam-jam sibuk.

Aktivis keselamatan jalan raya Rio Octaviano dari Asosiasi Keselamatan Lalu Lintas mengatakan sulitnya memberantas sepeda motor di trotoar karena belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang.

“Banyak sepeda motor yang melaju di trotoar, namun yang menjadi permasalahan adalah belum ada tindakan nyata dari pemerintah maupun penegak hukum. Kami memahami hal ini disebabkan oleh kurangnya sinergi antar pemangku kepentingan,” kata Rio kepada Kompas.com, Senin ( 28/10/2024).

Rio, yang juga Ketua Asosiasi Parkir, mengatakan salah satu kendala penegakan hukum adalah aturan trotoar dan jalan raya yang berbeda.

Baca juga: PO Bintang Utara luncurkan bus baru dengan sasis Tronton

Trotoar dianggap dilindungi oleh ketertiban umum (berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum) di Jakarta, sedangkan jalan raya diatur oleh Undang-undang Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. 22 Tahun 2009 terkait LLAJ,” jelas Rio.

“Ini jadi masalah karena pengendara di jalan raya naik ke trotoar. Jadi siapa yang bertanggung jawab menjaga ketertiban di trotoar? Kalau Satpol PP diserahkan, mereka hanya punya tindakan administratif, bukan polisi lalu lintas,” ujarnya.

Aturan mengenai larangan pergerakan sepeda motor di trotoar diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009, pasal 106 ayat 2, dari situ terlihat bahwa pengemudi kendaraan bermotor di jalan raya wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki.

Bagi pengendara sepeda motor yang melanggar, sanksi pidananya bisa berupa pidana penjara paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Baca juga: Alasan MG Masih Belum Bisa Tampilkan Cyberster di Dealer

Namun, Rio menyebut fakta di lapangan menunjukkan aturan tersebut belum cukup mengatasi fenomena yang terjadi saat ini.

“Itu di pasal hak pejalan kaki. Jadi persimpangan dan trotoar itu hak pejalan kaki. Sebenarnya ada pasal yang memberikan denda, tapi saya kembali ke pertanyaan siapa yang harus menjaga trotoar,” ujarnya .

Faktanya di lapangan, trotoar itu erat kaitannya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov), sehingga polisi yang tidak berada di bawah Pemprov merasa itu bukan tanggung jawabnya, kata Rio. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *