Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Menko Yusril akan Bentuk Komisi Bersama untuk Urus 8.000 WNI di Filipina - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Sports

Menko Yusril akan Bentuk Komisi Bersama untuk Urus 8.000 WNI di Filipina

BUKAN.

Menteri Penghubung Hukum dan Hak Asasi Manusia Imipas Yusril Ihza Mahendra menjelaskan, saat ini sekitar 8.000 warga Indonesia di Filipina selatan belum memiliki kewarganegaraan yang jelas.

Dalam keterangannya, Yusril mengatakan, “Mereka adalah anak cucu warga negara Indonesia yang lahir tanpa dokumen. Pemerintah Indonesia akan membentuk komisi bersama untuk menyelesaikan masalah ini.” Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Imipas, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin (11/11/2024).

Baca Juga: Soal RUU Pengambilalihan, Menteri Perhubungan Yusril: Kalau diajukan, pemerintah tidak akan menghapusnya

Yusril menambahkan, permasalahan serupa tidak hanya dialami oleh warga Indonesia yang tinggal di Filipina, namun juga sekitar 300 warga Filipina yang tinggal di Indonesia, khususnya di kepulauan sekitar Sulawesi Utara.

“Saya merekomendasikan pembentukan komisi gabungan antara kedua negara untuk mengatasi masalah ini dan menyelesaikan masalah tersebut,” ujarnya.

Terkait undang-undang kewarganegaraan, Yusril menjelaskan, Indonesia dan Filipina menganut asas teritorial dan memahami bahwa kewarganegaraan tidak hanya berasal dari satu orang tua saja.

Melalui komisi bersama ini, pemerintah kedua negara akan mencatat informasi setiap warga negaranya untuk kemudian didaftarkan.

“Banyak anak yang lahir di sana tidak memiliki akta kelahiran di Filipina, mereka tidak terdaftar, dan saya pikir masalah ini harus diselesaikan mengingat hubungan baik antara kedua negara,” ujarnya.

Baca juga: Yusril: RUU Pengambilalihan Harus Disusun dengan Baik dan Menjamin Hak Asasi Manusia

Pada hari yang sama, Duta Besar Filipina untuk Indonesia Gina Aragon Jamoralin mengatakan, pihaknya sedang berkomunikasi melalui Kementerian Luar Negeri Filipina di Manado terkait permasalahan WNI tanpa status yang sebagian besar adalah nelayan.

Ia menegaskan, pemerintah Filipina akan terus memberikan izin tinggal kepada mereka.

Gina menambahkan, selama para nelayan tersebut tinggal dan melahirkan di Filipina, banyak dari mereka yang tidak memiliki dokumen berupa akta kelahiran dan tidak mendaftarkan anaknya ke pihak berwenang di Filipina.

“Mereka adalah nelayan Indonesia generasi kedua yang tinggal di wilayah selatan Filipina,” kata Gina. Dengarkan berita terbaru dan pilih berita di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *