Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Menteri Hukum Sebut Koruptor Tak Masuk Daftar 44.000 Napi yang Akan Dapat Amnesti - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

Menteri Hukum Sebut Koruptor Tak Masuk Daftar 44.000 Napi yang Akan Dapat Amnesti

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Hukum (Menkum) Suprataman Andi Agtas memastikan rencana pengampunan 44.000 narapidana tidak termasuk narapidana kasus korupsi (Tipikor).

“Dari 44.000 itu tidak ada yang terkait dengan kasus korupsi. Sama sekali tidak,” tegas Suprataman di kantornya, Jumat (27/12/2024).

Suprataman mengatakan, Departemen Hukum melakukan penyelidikan bersama dengan Departemen Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait rencana pemberian amnesti.

Menurut dia, saat ini ada empat kelompok penerima pengampunan pinjaman yang sedang dipertimbangkan.

Baca Juga: Soal Pembebasan Pinjaman Korupsi, YLBHI: Melanggar Prinsip Keadilan

 

Kelompok napi pertama terkait isu politik di Papua, dianggap terlibat terorisme dan bukan bagian dari jaringan teroris.

Ucapan selamat kemudian diberikan kepada narapidana yang memiliki penyakit kronis, termasuk mereka yang mengalami gangguan jiwa atau penyakit kronis seperti HIV/AIDS yang sulit diobati di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Bagian lainnya terkait kasus pelanggaran UU ITE, khususnya orang yang ditangkap karena menghina Kepala Pemerintahan.

Terakhir, pengguna narkotika dan psikotropika yang memberikan amnesti kepada pengguna narkoba yang tergolong sebagai korban.

“Mereka harus direhabilitasi, bukan dipenjara,” kata Suprataman.

Baca juga: 44.000 Narapidana Dapat Keringanan Pinjaman: Akankah Melebihi Kapasitas Lapas?

Suprataman mengatakan, saat ini peninjauan dilakukan di bawah koordinasi bersama Kementerian Imigrasi dan Rehabilitasi.

“Setelah mendapat daftar sekitar 44.000 nama, Presiden akan meminta DPR mengkajinya. Itu prosesnya,” kata Suprataman.

Suprataman menegaskan, tindakan tersebut tidak melibatkan tindakan korupsi yang melanggar hukum.

Jadi, di 44.000 itu tidak ada (hukuman), kata politikus Partai Gerindra itu. Dengarkan berita terkini dan keputusan kami langsung di ponsel Anda. Pilih berita favorit Anda untuk mendapatkan Kompas.com Saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *