Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Nasaruddin Umar Kenalkan Pendidikan Calon Ulama Perempuan ke Imam Masjid Nabawi - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Nasaruddin Umar Kenalkan Pendidikan Calon Ulama Perempuan ke Imam Masjid Nabawi

JAKARTA, KOMPAS.com – Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar memaparkan program Pendidikan Kader Ulama Wanita (PKUP) kepada Imam Besar Masjid Nabawi Madina Syeikh Ahmad bin Ali Al Hudhaify.

Pemaparan acara berlangsung saat keduanya berdiskusi usai salat Jumat di Masjid Istiqlal.

Dalam pertemuan tersebut, Pak Nasaruddin meminta nasehat Syekh Ahmad yang bisa diberikan kepada masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Khutbah Jumat di Istiqlal, Imam Masjid Nabawi Puji Toleransi Umat Islam di Indonesia.

Ditegaskannya, Masjid Istiqlal berupaya memberikan edukasi bagi guru perempuan yang ingin datang.

Khususnya bagi perempuan karena perempuan juga berhak menjadi guru dan jumlah perempuan muslim di Indonesia lebih banyak dibandingkan laki-laki. Oleh karena itu, kita membutuhkan ustadzah, guru perempuan,” kata Nasaruddin, Jumat (10/11/2024).

Sumber Kompas.com menyebutkan, pertemuan tersebut digelar di ruang VVIP Masjid Istiqlal, tempat Masjid Istiqlal dan rombongan Imam Besar Masjid Nabawi berdiskusi selama sepuluh menit.

Syekh Ahmad mengaku senang mendapat kesempatan berkunjung ke Indonesia dan terkesan dengan keramahan yang ditunjukkan kepadanya.

Beliau juga menekankan pentingnya masjid sebagai sumber bimbingan dan pendidikan.

“Masjid adalah sumber bimbingan, dan merupakan tempat pembelajaran yang penting,” ujarnya mengenang sejarah Rasulullah SAW yang mendirikan masjid pertama Quba dalam perjalanannya ke Madinah.

Baca juga: Ditanya Jumlah UMP di Jakarta Jika Jadi Gubernur, Ridwan Kamil: Jangan Bicara Angka di Sini.

Usai pertemuan, Nasaruddin mengatakan saat ini jumlah perempuan melebihi jumlah laki-laki.

Ia menilai, sangat penting bagi Istiqlal untuk membekali imam perempuan agar pemahaman agamanya benar.

Jadi, Islam bukan agama laki-laki, melainkan agama laki-laki dan perempuan, kata Nasaruddin.

Nasaruddin juga menjelaskan bahwa konsep pentingnya perempuan membuat Indonesia lebih sejahtera dibandingkan negara lain seperti Mesir.

“Kemarin dari Azhar ya, dan alhamdulillah Al-Azhar berbicara meniru apa yang kita lakukan sekarang,” ujarnya.

Baca juga: Kunjungan Paus Fransiskus ke Istiqlal Promosikan Perdamaian Antar Umat

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Syekh Ahmad ingin memberikan khutbah dan salat Jumat.

Menurut Nasaruddin, para petinggi penerima Istiqlal sulit mau berdakwah.

“Jadi, selama hampir 50 tahun, Masjid Istiqlal menjadi yang pertama kali khotbah dalam bahasa Arab oleh Imam Masjid Madinah yang terkenal.” ujar Nasaruddin.

Ia menambahkan, “Tentu saja, dia adalah orang yang sangat terhormat, dan seorang imam yang sangat baik.” Dengarkan berita dan cerita yang kami pilih langsung di ponsel Anda. Pilih metode pilihan Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *