Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Pelajaran dari Korea Selatan untuk Demokrasi Indonesia - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Pelajaran dari Korea Selatan untuk Demokrasi Indonesia

PRESIDEN KOREA SELATAN Yoon Suk Yeol mengambil langkah berani pada 3 Desember 2024. Dalam menghadapi tekanan politik dan menurunnya popularitas, ia memberlakukan darurat militer, melarang kegiatan politik dan mengambil kendali penuh atas militer.

Namun tindakan tersebut hanya berlangsung enam jam sebelum parlemen yang dikuasai oposisi mencabutnya.

Krisis ini merupakan ujian besar bagi demokrasi Korea Selatan. Namun hal ini juga memberikan gambaran yang kontras mengenai kondisi di Indonesia.

Parlemen Korea Selatan mampu bertindak sebagai penyeimbang yang efektif. Sementara itu, DPR Indonesia sudah lama kehilangan peran tersebut.

Baca juga: Presiden Korea Selatan Terlibat Skandal dan Darurat Militer

Dengan lebih dari 80 persen kursi di DPR dikuasai oleh koalisi pro-presiden, checks and balances hanyalah sebuah mitos.

Markus Mitzner (2023) menyebut Presiden Indonesia sebagai “pembangun superkoalisi”. Dengan kewenangan yang besar, presiden bisa mengkonsolidasikan DPR partai, mengontrol dinamika legislasi, dan memastikan hampir semua kebijakan berjalan lancar.

Hal ini memberikan ilusi stabilitas, namun sebenarnya mengancam demokrasi.

Namun dominasi presiden di Indonesia tidak berhenti di parlemen. Polisi, militer, dan bahkan organisasi masyarakat keagamaan sering kali menganut narasi eksekutif.

Ketika revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi dan UU Cipta Kerja disahkan, meski mendapat banyak penolakan dari masyarakat, DPR tetap menjadi perpanjangan tangan Presiden.

Bandingkan dengan Korea Selatan. Ketika Presiden Yoon memberlakukan darurat militer, pihak oposisi di parlemen segera bertindak.

Baca Juga: Presiden Korsel Disebut Tersangka Usai Nyatakan Darurat Militer

Dalam waktu kurang dari satu malam mereka berhasil mengatasi blokade militer, mencapai kuorum, dan mengubah kebijakan.

Langkah ini tidak terjadi dalam ruang hampa; ia didukung ribuan warga yang turun ke jalan dan menolak tindakan otoriter presiden.

Dan Slater dan Joseph Wong (2022) menekankan bahwa transisi menuju demokrasi tidak hanya bergantung pada tekanan dari bawah, namun juga pada komitmen koalisi—komitmen elit untuk meninggalkan otoritarianisme dan membangun konsensus.

Korea Selatan telah menunjukkan bagaimana elit politiknya tetap teguh dalam hal ini, meskipun ada upaya dari lembaga eksekutif untuk menggagalkan aturan tersebut.

Kombinasi seperti itu tidak ada di Indonesia. Mobilisasi publik sering kali terbatas pada reaksi kekerasan yang dapat dengan mudah dihentikan melalui represi negara.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *