Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Pemerintah Kaji Pemulangan Narapidana WNA ke Negara Asal Selain Mary Jane - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Pemerintah Kaji Pemulangan Narapidana WNA ke Negara Asal Selain Mary Jane

JAKARTA, Kompas.com – Pemerintah Indonesia sedang mengkaji pemulangan sejumlah warga negara asing (WNA) ke negaranya, termasuk Mary Jane, warga negara Filipina yang dijatuhi hukuman mati karena kasus narkoba, ungkap Menteri Hukum Suprathaman Andy Agtas.

Rabu (20/11/2024), dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Hukum Rasuna Syed di Kuningan, Jakarta Selatan, Suprathaman mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan beberapa menteri terkait, termasuk Menko Hukum dan Hak Asasi Manusia. , Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihsa Mahendra, bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komisaris Jenderal Paul Agus Andrianto.

Karena bukan hanya Mary, ada tahanan dari Perancis dan ada pula dari Inggris,” kata Sprathman.

Baca Juga: Dirjen Pemasyarakatan Sebut Mary Jane Akan Dipulangkan ke Filipina

Lebih lanjut dia mengatakan, para duta besar negara-negara tersebut telah mengajukan surat permintaan kepada Presiden Prabowo Sabianto untuk memindahkan para tahanan tersebut ke negaranya.

Suprathaman menegaskan, Indonesia terbuka terhadap permintaan negara-negara tersebut, asalkan mengakui sistem hukum yang berlaku di Indonesia.

“Tapi kita punya menteri koordinator, Prof. “Sambil belajar dengan Yisrael, kami akan menghubungi dan berkonsultasi dengan presiden sebelum mengambil keputusan, mana yang lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga: Terpidana Mati Mary Jane Setuju Kembali ke Filipina, Apa Manfaatnya bagi Indonesia?

Suprathaman juga menyebutkan, pemerintah berupaya memulangkan narapidana warga negara Indonesia (WNI) yang sedang menjalani hukuman di luar negeri.

Salah satu langkahnya adalah menghubungi Duta Besar Australia.

“Kami juga meminta agar WNI di luar negeri sedapat mungkin dipulangkan dalam bentuk ekstradisi,” imbuhnya.

Baca Juga: Mary Jane diperkirakan tidak kembali ke Filipina sebagai terpidana mati

Jenderal Ehsan Mahindra sebelumnya membenarkan bahwa pemerintah Indonesia telah sepakat dengan pemerintah Filipina untuk memulangkan Mary Jane yang dijatuhi hukuman mati karena penyelundupan narkoba.

Namun, dia menegaskan pemerintah Indonesia tidak membebaskan Mariam, melainkan memulangkannya melalui kebijakan pertukaran tahanan. Dengarkan berita terkini dan berita pemilu kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *