SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Pengedar Narkoba Manfaatkan Tren Vape untuk Edarkan Barang Haram

JAKARTA, sp-globalindo.co.id – Pemberantasan peredaran narkoba di Yogyakarta pada September 2024 mampu membuat Bareskrim Polri mengungkap keberadaan produsen ganja dan rumah rejeki di Kecamatan Uluwatu, Badung, Bali.

Para juru masak atau penyelundup ditangkap. Mereka adalah MR, RR, N, dan JA. Para pelaku kejahatan sengaja menggunakan vaping yang sudah menjadi kebiasaan di kalangan anak muda untuk menyebarkan produk ilegal tersebut.

Dalam waktu dua bulan operasi rahasia di Pulau Dewata, para pelaku berhasil meraup keuntungan hingga Rp 1,5 triliun.

Namun, upaya untuk mempublikasikan hal ini tidak berhenti. Bareskrim menyebut ada empat orang lagi yang melarikan diri atau dicari (DPO).

Baca juga: Pabrik Obat Bali di Yogyakarta Mulai Produksi Hasis dan Selamat Tahun Baru Kelima

Dalam pemberantasan ganja di Yogyakarta, polisi menyita sedikitnya 25 kilogram narkoba yang rencananya akan diekspor.

Kabareskrim Komjen Wahyu Widada mengatakan, hasil penyelidikan menunjukkan sepuluh kilogram ganja tersebut berasal dari Bali.

“Kami bekerja sama dengan Polda Bali dan Dirjen Bea dan Cukai untuk terus mengidentifikasi produk-produk yang diselundupkan, apakah berupa obat atau alat,” kata Wahu.

Penjahat cukup pintar. Untuk menutupi aktivitasnya, mereka berbaur dengan masyarakat dengan menyewa apartemen yang digunakan sebagai laboratorium rahasia untuk memproduksi ganja dan menikmati saripatinya. 

Tak hanya itu, mereka juga masih terus bergerak agar aksinya tidak terdeteksi. Pertama di kawasan Gatot Subroto, lalu pindah ke Denpasar, Padang Sambian.

“Butuh waktu lama untuk menemukannya dan kami melakukan penyelidikan menyeluruh dan menemukan laboratorium tersebut berada di sebuah vila di Uluwatu,” tegasnya.

Baca juga: Pabrik Narkoba di Vila Mewah di Bali, Polisi Selidiki Keterlibatan WNA

Rumah disewakan seharga AMD 2 juta per hari, namun pembayarannya dilakukan mingguan. Hal ini dilakukan para penjahat dengan sengaja agar mudah ditemukan saat dicurigai, sehingga mudah berpindah tempat.

Keberadaan laboratorium ini diketahui setelah bekerja sama dengan Barescream Bea Cukai yang berisi resi pengiriman mesin cetak Happy Five dan obat-obatan dari luar negeri ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Dari informasi terkait penyerahan mesin tik tersebut, kami curigai ada penggunaan mesin untuk produksi narkoba, kemarin sore, setelah dilakukan penyelidikan, kami melakukan tindakan agresif dan menggeledah kawasan tersebut, kata Gubernur. Bukti

Dari penggeledahan, polisi menemukan 18 kilogram ganja keras dalam kemasan berwarna perak. 12 kilogram ganja keras dalam bungkus emas; 18.210 manik-manik lima keberuntungan, beratnya sekitar 0,4 gram timah; serta 35.000 butir lucky five sebanyak 0,2 gram per butir.

Selain itu, polisi juga menemukan 765 kotak terisi. Rinciannya, peluru hitam 547 memiliki bobot 3,6 gram (total 1969 gram); dan 218 butir peluru putih masing-masing 1,5 gram (total 327 gram) serta 6.600 kotak kosong.

Baca juga: Pabrik Obat di Bali Produksi Hashish dan Five Five di Malam Tahun Baru

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *