Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Penjualan Mobil Terancam Lesu Lagi karena PPN 12 Persen pada 2025 - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Penjualan Mobil Terancam Lesu Lagi karena PPN 12 Persen pada 2025

JAKARTA, KOMPAS.com – Penjualan mobil di pasar dalam negeri diperkirakan akan semakin sulit jika pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12% pada Januari 2025.

Kondisi tersebut sejalan dengan kinerja penjualan empat mobil atau lebih pada Januari-Oktober 2024 yang turun 15,05% per tahun, dari 836.128 mobil menjadi 710.406 mobil.

Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu kepada Kompas.com, Selasa (11/11/2024), mengatakan, “Mengingat kondisi pasar yang lesu, kenaikan PPN hingga 12% pasti akan berdampak signifikan terhadap berbagai industri, termasuk otomotif.

Baca juga: Gaikindo Revisi Target Penjualan Mobil 2024 Jadi 850.000 Unit

“Dampaknya terutama terjadi pada masyarakat berpendapatan menengah yang merupakan segmen terbesar dalam industri ini,” lanjutnya.

Dari segi kategori, jenis kendaraan yang paling rentan terhadap reformasi PPN tahun depan adalah mobil ramah lingkungan berbiaya rendah (LCGC). Mobil terkait menyumbang 22% dari total penjualan mobil di negara tersebut.

“Mungkin penurunannya tidak terlalu besar karena permintaan selalu tinggi. Tapi di sini ada perubahan kategori atas (LCGC),” kata Yannes.

Kekhawatiran serupa juga diungkapkan Vice President PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam. Selain itu, PMI manufaktur Indonesia saat ini turun di bawah 50.

“Kami berharap pemerintah mempertimbangkan kembali rencana kenaikan pajak pertambahan nilai. Kondisi pasar saat ini masih lemah dan daya beli masyarakat sedang tertekan. PMI manufaktur Indonesia yang sudah turun di bawah 50 menandakan kita sudah memasuki titik puncaknya. ” kata Bob. Acara terpisah.

Oleh karena itu, optimisme pasar harus tetap dijaga. Kebijakan seperti pelonggaran (daripada menaikkan PPN) harus diutamakan, lanjutnya.

Baca juga: Pencuri kaca mobil harus ditindak tegas, kerugiannya bisa mencapai jutaan rupee

Namun, hal ini tidak berarti bahwa dunia usaha menentang upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dan dengan demikian mendorong pembangunan. Momentumnya tidak tepat saat ini.

“Karena kita tidak bisa menjamin ketika pajak naik, maka pendapatan akan meningkat. Kalau ekonomi melambat, itu lebih berbahaya,” ujarnya.

“Apalagi dalam beberapa tahun terakhir kita mengalami deflasi karena lemahnya pasokan atau daya beli. Saya kira itu yang perlu dipertimbangkan kembali,” kata Bob lagi. Dengarkan berita utama dan pilihan utama kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran media favorit Anda untuk mengunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *