Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

NEWS INDONESIA Pentingnya Keanggotaan Indonesia di BRICS - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

NEWS INDONESIA Pentingnya Keanggotaan Indonesia di BRICS

Dalam artikelnya di Kompas.com pada 25 Oktober 2024 berjudul “Keseimbangan Indonesia di Tengah Aspirasi BRICS”, Virdika Rizki Utama menyarankan agar Indonesia menciptakan forum rival daripada malah semakin aktif terlibat dan terjebak oleh partisipasi BRICS, dalam konteks persaingan. blok ekonomi dan politik antara Barat dan Timur.

Menurutnya, bergabungnya Indonesia ke BRICS hanya akan merugikan kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. BRICS dipandang hanya sebagai wahana kepentingan geopolitik Tiongkok dan Rusia. Saya tidak setuju dengan argumen ini karena beberapa alasan.

Pertama, Indonesia akan tampil unilateral tanpa partisipasinya dalam badan ini. Selama ini kerja sama Indonesia, khususnya di bidang militer, lebih dekat dengan Amerika Serikat (AS).

Frekuensi latihan militer gabungan yang intensif antara Indonesia dengan Rusia atau China hampir jarang terjadi.

Dengan AS, kerja sama militer Indonesia terus berlanjut secara rutin melalui program Garuda Shield sejak tahun 2009, lapor portal berita Indonesia.

Bahkan, menurut data Kementerian Pertahanan, terdapat kurang lebih 6.000 peserta, baik personel Kementerian Pertahanan maupun perwira TNI, yang bersekolah di sekolah perwira AS sejak tahun 1967 (Kemhan.go.id, 8/8/2024).

Artinya, alasan bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS dapat merusak netralitas yang selama ini ada adalah tidak masuk akal.

Menurut saya, hal ini merupakan bentuk strategi lindung nilai (hedging) Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik di masa depan.

Rasionalisasinya sangat sederhana, meskipun Indonesia sudah bergabung dengan BRICS, namun Indonesia akan tetap menjadi anggota lembaga multilateral yang dipimpin Barat. Indonesia tidak mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hubungannya dengan Barat.

Faktanya, hingga saat ini Indonesia masih bekerja keras untuk bisa masuk ke dalam OECD, asosiasi kerja sama ekonomi negara-negara maju.

Hal ini tercatat dalam siaran pers yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI pada 30 Mei 2024 bertajuk “Pemerintah Terus Memaksimalkan Proses Aksesi OECD.”

Sekali lagi, masuknya Indonesia yang masih dalam tahap awal – hanya sebagai mitra BRICS (belum menjadi anggota penuh) – merupakan bentuk lindung nilai, bukan kecurangan (memilih aliansi) dengan Rusia atau China.

Hedging hanyalah sebuah strategi penyeimbang yang digunakan oleh negara-negara kecil dan menengah untuk tetap berada di tengah-tengah antara dua kekuatan besar yang bersaing (lihat artikel oleh Kuik Cheng-Chwee, The Essence of Hedging: Malaysia and Singapore’s Response to a Rising China, 2008).

Posisinya tepat antara pergerakan strategis di satu sisi dan keseimbangan di sisi lain. Tujuannya adalah agar pilihan-pilihan strategis yang ada mampu memperluas pilihan kebijakan dan tidak bias atau didikte oleh kekuatan tertentu.

Dengan demikian, Indonesia bisa lebih leluasa dalam melakukan perundingan antara masing-masing kekuatan untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan nasionalnya.

Dengan bergabungnya Indonesia dalam BRICS, Indonesia memiliki banyak peluang untuk pilihan strategisnya, baik ekonomi maupun politik. Indonesia tidak lagi bergantung pada Barat.

Bayangkan jika Indonesia hanya punya pilihan terbatas dan tiba-tiba AS melakukan embargo militer seperti yang pernah terjadi di masa lalu.

Selain itu, Indonesia juga mengalami krisis ekonomi dan terpaksa menerima “Konsensus Washington” yang pahit. Dia tidak punya pilihan selain menuruti perintah AS saat itu.

Peluang ini mungkin akan muncul lagi di masa depan. Pilihan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS dapat menjadi salah satu alternatif pilihan strategis untuk menghadapi kondisi yang tidak menentu dan ketidakjelasan niat para aktor politik global, sebagaimana tercermin dari pengalaman pahit di masa lalu.

Semakin banyak Indonesia bergabung dengan berbagai lembaga multilateral, maka pilihan dan opsi yang ada akan semakin terbuka.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *