Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Penyebaran Demam Babi Afrika: Warga Diminta Lakukan Langkah Pencegahan - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Penyebaran Demam Babi Afrika: Warga Diminta Lakukan Langkah Pencegahan

KOMPAS.com – Penyebaran penyakit demam babi Afrika (ASF) di Papua Selatan menjadi perhatian serius pemerintah.

Kepala Karantina Papua Selatan Kayono mengatakan ASF merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Asfivirus dan famili Asfarviridae. Virus demam babi Afrika menyerang babi dan babi hutan tanpa memandang usia.

Dikutip Antara, Jumat (13/12/2024), Kahyo menjelaskan ASFV dapat menular melalui kontak langsung dengan babi yang terinfeksi atau melalui jalur tidak langsung.

Baca Juga: 4 Bahaya yang Diharapkan Saat Makan Daging Babi

Penularannya dapat terjadi melalui sisa makanan (jelaga), orang yang tertular atau pekerja peternakan, pedagang, dokter hewan, serta peralatan dan kendaraan yang terpapar virus.

Oleh karena itu, Kayono menekankan pentingnya penerapan biosekuriti pekarangan dan pengelolaan peternakan babi yang baik.

Meskipun saat ini belum ada vaksin untuk mengobati ASFV, pencegahan tetap menjadi kuncinya.

Aji Muhavarman, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, mengimbau masyarakat melakukan beberapa tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko penyebaran ASFV.

Dalam rilis yang diperoleh Kompas.com, Rabu (18/12/2024), Aji menyarankan peternak segera melaporkan penemuan babi yang sakit atau mati kepada petugas peternakan dan kesehatan hewan setempat dalam waktu 1×24 jam.

Langkah penting lainnya, lanjut Aji, adalah membeli atau tidak menjual babi yang menunjukkan tanda-tanda penyakit, serta melakukan pembersihan dan disinfeksi peternakan secara rutin.

Pastikan daging babi yang Anda makan berasal dari babi yang sehat, disembelih di tempat yang diawasi oleh pihak yang berwenang dan dimasak hingga matang.

Aji juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit demam babi Afrika di Indonesia.

Karena kebersihan merupakan langkah sederhana namun sangat penting dalam pencegahan penyakit.

Karena ini adalah wabah ASF, para peternak disarankan untuk waspada dan mengikuti protokol sanitasi yang berlaku untuk menjaga kesehatan babi dan mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut. Dengarkan berita terbaru dan pilihan kami di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan WhatsApp sudah terinstal.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *