Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Putin: Rusia Bisa Menangi Perang di Ukraina Tanpa Nuklir - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Putin: Rusia Bisa Menangi Perang di Ukraina Tanpa Nuklir

MOSCOW, Kompas.com – Kata Presiden Rusia Vladimir Putin, negaranya memiliki kekuatan dan sumber daya yang cukup untuk menutup perang di Ukraina.

Read More : Tabrakan Pesawat Jet di Arizona AS Tewaskan Pilot, 3 Korban Luka-luka

Pernyataan ini diberikan kepada video yang diposting pada hari Minggu (4/5/2025).

Perang, yang mulai menyerang Rusia di Ukraina pada Februari 2022, berlangsung lebih dari tiga tahun. Kontradiksi ini mengakibatkan banyak korban, baik dari tentara maupun warga sipil.

Baca dan: Pertama di Dunia, Jet Combat SU-30 Rusia di pesawat tanpa kapal Ukraina

Perang ini juga dicatat sebagai konflik terbesar antara tanah Eropa sejak Perang Dunia II dan merupakan konflik terbesar antara Rusia dan Barat sejak akhir Perang Dingin.

Putin menyatakan pernyataannya kepada seorang reporter tentang potensi untuk menumbuhkan nuklir dalam perang ini.

“Mereka ingin kita mengatakan agar kita salah. Saya tidak harus menggunakan senjata dan saya harap itu tidak perlu,” juga, yang mengatakan foto Kaisar Alexander Alexander III.

Putin mengakui bahwa Rusia memiliki kekuatan yang cukup untuk mencapai hasil yang diinginkan, bahkan jika konflik ini berlanjut untuk waktu yang lama.

“Kami memiliki energi yang cukup dan bermaksud membawa 2022 dalam kesimpulan yang wajar dari konsekuensi Rusia,” tambahnya, dikutip dari Reuters.

Baca Lagi: Sekarang dari Perang Rusia dan Ukraina Menengah dalam Invasi Rusia

Dari awal invasi, banyak partai, termasuk mantan presiden AS (satu) Joe Biden, pemimpin Eropa Barat, dan Ukraina, yang dianggap sebagai bentuk aksi Rusia.

Read More : Bayi Baru Lahir Tewas di Pinggir Jalan, Ditinggal Ibunya Main bareng Teman

Ukraina sendiri bertekad untuk mengatasi pasukan Rusia, sekarang mengendalikan yang kelima di Ukraina.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan keinginannya untuk menghentikan penebusan di Ukraina.

Pada hari Minggu (4/5/2025), Trump mengungkapkan bahwa para penasihatnya melakukan debat yang produktif di Rusia dan Ukraina.

Namun Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang konsekuensi diskusi. “Ada banyak kebencian di sana,” kata Trump.

Mengenai rencananya yang akrab dengan Putin, Trump mengatakan dia tidak pernah memikirkannya, meskipun dia dulu memperingatkan bahwa konflik dapat berkembang dalam Perang Dunia Ketiga.

Sementara itu, mantan direktur CIA William Burniam pada akhir 2022 mengatakan Rusia berisiko menggunakan senjata nuklir dalam perang ini.

Namun, klaim ditolak oleh Moskow, membuktikan tidak ada niat untuk menggunakan senjata nuklir dalam konflik ini.

BACA: Damai di bumi sebagai gantinya, akankah penduduk Ukraina menyetujui? Lihatlah berita dan berita pilihan kami secara langsung di ponsel Anda. Pilih Saluran Anda Akses ke Compass.com Saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channelppepzjzzrk13h. Pastikan untuk menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *