Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Rusia Denda Google 2,5 Desiliun Dollar AS gara-gara Tolak Permintaan Ini - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Tekno

Rusia Denda Google 2,5 Desiliun Dollar AS gara-gara Tolak Permintaan Ini

KOMPAS.com – Perusahaan teknologi Google ternyata mengenakan denda hingga 2,5 triliun dolar AS kepada pemerintah Rusia. Jika dituliskan secara rinci, nominal denda memerlukan 33 angka setelah satuannya (2,5 x 10 pangkat 33).

Jika dikonversikan ke nilai tukar rupiah, nilainya sekitar 39 decillion lebih (asumsi nilai tukar 1 dollar AS = 15.754 rupiah).

Menurut laporan, denda tersebut belum dibayarkan oleh raksasa teknologi itu hingga saat ini.

Google didenda sebesar ini oleh pengadilan Rusia. Itu karena Google menolak mematuhi perintah pengadilan Rusia yang memintanya mengembalikan akun YouTube milik media pro-pemerintah.

Beberapa media yang dimaksud adalah Tsargrad TV dan RIA FAN yang diblokir YouTube pada tahun 2020 karena dianggap melanggar peraturan perdagangan, dan pemiliknya dihukum oleh AS.

Baca Juga: TikTok dan Meta Blokir Akun Media Pemerintah Rusia

Selain itu, pada Februari 2022 ketika ketegangan antara Rusia dan Ukraina meletus, YouTube juga memblokir beberapa media milik pemerintah Rusia lainnya, antara lain Sputnik, NTV, Russia 24, RT, dan lainnya. 

Hal ini berujung pada tuntutan hukum oleh total 17 saluran TV Rusia, termasuk Channel One, Zavezda dan lainnya, sehingga menambah denda Google karena memenangkan gugatan di pengadilan.

Karena menolak perintah pengadilan, Google didenda 100.000 rubel per hari pada tahun 2020.

Namun, jumlahnya meningkat dua kali lipat seiring berjalannya waktu, menjadi setara dengan $2,5 triliun dalam waktu sekitar empat tahun.

Apalagi, Google harus membayar denda tersebut dalam waktu sembilan bulan setelah menerima putusan pengadilan, KompasTekno melansir The Indian Express, Selasa (5/11/2024).

Jadi total dendanya sekarang bersifat kumulatif, tidak ditetapkan sebesar itu dari awal.

Google tidak mungkin membayar denda Rusia. Karena kapitalisasi pasarnya saja sekitar 2 triliun dolar AS, maka itu jauh lebih kecil dibandingkan dendanya.

Kantor Google di Rusia juga mengajukan pailit pada tahun 2022, karena utangnya lebih dari 19 miliar rubel Rusia (sekitar 3 triliun rubel), sedangkan aset Google di negara ini hanya 3,5 miliar rubel (sekitar 567). miliar rupiah). 

Baca juga: Google Ajukan Kebangkrutan di Rusia Google juga didenda oleh Uni Eropa

Tak hanya di Rusia, Google juga menghadapi ancaman denda dari Uni Eropa akibat dugaan praktik monopoli sejak 2019. Namun dalam kasus ini Google selamat karena memenangkan gugatan tersebut.

Pada tahun 2019, Google dinilai memonopoli bisnis periklanan di Uni Eropa melalui program AdSense for Search (AFS).

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *