Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Rusia Mengaku Butuh Tenaga Kerja Asing - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Rusia Mengaku Butuh Tenaga Kerja Asing

MOSKOW, KOMPAS.com – Rusia mengaku membutuhkan tenaga kerja asing.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia membutuhkan migran untuk berkembang seiring dengan berkurangnya jumlah pekerja rumah tangga.

“Imigran adalah sebuah kebutuhan. Kita menghadapi situasi demografis yang tegang. “Kami tinggal di negara terbesar di dunia, tapi populasi kami tidak terlalu besar,” ujarnya kepada kantor berita Rusia RIA Novosti, Jumat (22 November 2024).

Baca juga: Rusia Klaim Sudah Memberi Tahu AS Sebelum Meluncurkan Rudal Hipersonik ke Ukraina

Awal pekan ini, parlemen Rusia mengesahkan undang-undang yang melarang “iklan bebas anak.”

Undang-undang tersebut secara praktis melarang seseorang atau organisasi mana pun untuk mendorong orang lain untuk tidak memiliki anak.

Ini adalah langkah yang dimaksudkan untuk membantu mengatasi krisis populasi yang diwarisi dari era Soviet, yang semakin memburuk sejak konflik di Ukraina.

“Kami membutuhkan pekerja agar pembangunan dapat berjalan dinamis dan melaksanakan semua proyek pembangunan,” kata Peskov.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Rusia memiliki sikap positif terhadap imigrasi.

Pada bulan Juli, Kremlin mengakui bahwa rendahnya populasi Rusia saat ini adalah “bencana bagi masa depan bangsa.”

Meskipun pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan gaji besar dan subsidi hipotek kepada keluarga besar, populasi negara tersebut belum pulih dari era Soviet.

Masalah demografis Rusia saat ini termasuk rendahnya angka kelahiran, banyak kematian akibat Covid-19, dan ratusan ribu orang mengungsi untuk menghindari wajib militer untuk berperang di Ukraina.

Baca juga: Rusia Akui Telah Uji Coba Sistem Rudal Oreshnik Terbaru yang Diluncurkan di Ukraina

Pada tahun 2023, tingkat kelahiran di Rusia hanya akan menjadi 1,41 kelahiran per wanita usia subur, menurut data dari badan statistik Rosstat, lapor majalah berita RBC.

Jumlah ini kurang dari 2,0 yang dibutuhkan untuk menggantikan jumlah penduduk saat ini.

Menurut statistik Rosstat, 920.200 bayi lahir di Rusia antara Januari dan September tahun ini, turun 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut media Rusia, angka kelahiran ini merupakan yang terendah sejak tahun 1990an.

Namun, retorika anti-imigran kini menjadi lebih umum di Rusia, terutama terhadap para pekerja dari negara-negara bekas Uni Soviet di Asia Tengah, yang merupakan sektor-sektor utama perekonomian.

  Dengarkan berita dan berita terkini dari pilihan kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *