Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Saksi Sebut Pemenang Proyek di Basarnas Setor "Dana Komando" - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Lifestyle

Saksi Sebut Pemenang Proyek di Basarnas Setor “Dana Komando”

JAKARTA, KOMPAS.com – Sidang korupsi pegawai 4WD pengadaan truk dan kendaraan penyelamat mengungkap, Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) punya istilah “Dana Komando” atau “Dako”.

Read More : Bayar Pajak Kendaraan Bisa di IIMS 2025, Ada Samsat Keliling

Istilah itu terungkap saat Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat informasi dari Suhardi, pakar kebijakan perantara Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas).

Ia dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa mantan Sekretaris Jenderal Basarnas (Sestama), Max Ruland Boseke dan kawan-kawan.

Awalnya, JPU KPK membenarkan pernyataan Suhardi kepada penyidik ​​sebagaimana tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Sesuai BAP Bapak No. 25, ‘tapi saya dengar dari teman-teman bahwa istilah ‘daco’ adalah dana yang dihimpun oleh penyedia jasa yang memenangkan paket pekerjaan di Badan SAR Nasional.” Maksudnya itu apa?’ tanya jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis 21/11/2024.

Baca juga: Saksi Sebut Pemenang Proyek Pembelian Truk di Basarna Sudah Ditentukan Sebelum Lelang

Suhardi Basarnas kemudian membenarkan adanya istilah dana komando di lingkungan Basarnas.

“Saya tidak tahu apa itu dana komando, tapi dana itu ada,” jawab Suhardi.

Jaksa terus meminta penjelasan Suhardi apakah dana komando itu berasal dari anggaran pejabat dan Basarnas.

Suhardi kemudian mengaku sempat diperiksa penyidik ​​soal dana komando tersebut.

Read More : Kabar Baik bagi Calon Konsumen, Harga Rumah di Jakarta Turun

Namun, dia tidak mengetahui mengenai dana tersebut.

“Lanjutkan THR (uang liburan), kami bilang punya THR pak, tapi kami tidak tahu dari mana pak,” jawab Suhardi.

Baca juga: Korupsi Pembelian Truk, Mantan Sekretaris Basarnas Dituduh Kayakan Diri Rp 2,5 Miliar dan Pengusaha Rp 17,9 Miliar.

Jaksa KPK yang belum mencabut kemudian meminta konfirmasi atas keterangan Suhardi di BAP bahwa dana tersebut dikumpulkan dari perusahaan pemenang proyek pekerjaan di bawah Basarnas.

“Ini juga berdasarkan informasi dari rekan-rekan, maksudnya apa?” tanya jaksa KPK.

Jadi ceritanya pemenang nanti tawarkan ‘dana tim’, itu saja Pak, kata Suhardi.

Dalam hal ini, Basarnas membeli lebih dari 30 unit truk angkutan pribadi 4WD dengan pembiayaan sebesar Rp 42.558.895.000.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *