Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Soal Denda Damai, Mahfud Sindir Menteri Gemar Cari Pembenaran untuk Hal Salah - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Soal Denda Damai, Mahfud Sindir Menteri Gemar Cari Pembenaran untuk Hal Salah

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfoud MD mengaku kaget karena menteri terkait hukum itu sedang mencari pasal-pasal afirmatif untuk mendukung gagasan presiden meski demikian.

Pernyataan tersebut dilontarkan Mahfoud saat dimintai komentar atas ucapan Menteri Kehakiman Supertman Andy Agtas yang menyebut koruptor bisa diampuni melalui mekanisme denda damai.

Saya kaget ya? Menteri-menteri yang bersangkutan dengan hukum ingin mencari argumentasi atau pasal untuk membenarkan apa yang disampaikan presiden, kata Mahfoud saat ditemui awak media di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/1). ).

Mahfoud mengatakan, tindakan terkait undang-undang tersebut dilakukan Menteri setelah dilakukan pembahasan untuk membuka kemungkinan pemberian amnesti kepada koruptor, dengan syarat mereka mengembalikan uang hasil korupsi kepada negara secara diam-diam.

Baca Juga: Bicara Denda Damai hingga Amnesti Koruptor, MD Mahfud: Tidak Salah, Sama Sekali Tidak Benar

Padahal, kata Mahfoud, pemberian amnesti bagi koruptor tersebut melanggar ketentuan undang-undang yang berlaku.

Undang-undang tipikor tidak menghapuskannya, hukum pidana tidak memperbolehkannya. Kemudian menteri mencari dalil-dalil yang membuktikannya, kata Mahfoud.

Mahfoud menjelaskan, ketentuan denda damai diatur dalam Pasal 35 Ayat (1) huruf k Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan RI.

Pasal ini menyatakan bahwa denda Shalom Beit hanya berlaku untuk kejahatan ekonomi yang melibatkan perpajakan, bea cukai, dan bea.

Baca juga: Mahfoud Setujui Denda Damai untuk Kejahatan Ekonomi, Bukan Ampuni Koruptor

Jaksa Agung tidak perlu lagi menerima usulan kementerian/lembaga terkait untuk mengenakan denda dan amnesti bagi pelaku kejahatan ekonomi.

“Tapi itu tetap kejahatan ekonomi, artinya bea cukai, pajak, dan bea cukai,” kata Mahfoud.

Mahfoud mengajak semua pihak agar di tahun 2025 tidak ada tindakan yang mencari pasal atau argumen yang membenarkan gagasan yang salah.

Sebab, kehidupan negara dinilai bisa terancam.

“Selamat tahun baru, jangan mencari pasal-pasal yang membenarkan kemajuan. Berbahaya, setiap kali presiden mengatakan akan mencari argumen untuk membenarkannya, ini bukan cara yang baik bagi kita untuk menjadi sebuah negara,” kata Mahfud.

Menteri Kehakiman Supertman Andy Agtas pernah mengatakan grasi bisa diberikan kepada koruptor melalui mekanisme denda damai, selain grasi dari presiden.

Sofertman mengatakan kewenangan mengenakan denda ada pada jaksa agung karena undang-undang baru membolehkan kejaksaan.

“Kalaupun tidak melalui Presiden, bisa saja mendamaikan para koruptor karena undang-undang kejaksaan yang baru memberi ruang bagi Jaksa Agung untuk menjatuhkan denda secara damai dalam kasus seperti itu,” kata Sofertman, Rabu (25/12/2024). ), dikutip Antra. .

Baca juga: Ini Bukan Korupsi, Ini Kasus yang Bisa Diselesaikan dengan Denda Damai Simak Berita dan Berita Pilihan Kami Langsung di Ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *