Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Standar BBM yang Tinggi Kunci Pertumbuhan Indonesia - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Otomotif

Standar BBM yang Tinggi Kunci Pertumbuhan Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang pencemaran udara terbesar di Indonesia, terutama akibat penggunaan bahan bakar berkualitas rendah (BBM).

Hal ini menimbulkan ancaman serius terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan perekonomian nasional. Namun harapan baru muncul dari rencana penerapan standar bahan bakar Euro IV.

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Institute for Sustainable Development (IESR) dan mitranya menunjukkan bahwa penerapan standar bahan bakar Euro IV dapat mengurangi polusi udara, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan sejumlah kecil uang mendukung perekonomian.

Baca Juga: Hindari tawuran di jalan, lebih baik langsung ke kantor polisi

Presiden IESR Fabbi Tumiwa mengatakan sekitar 45 persen polusi udara Jakarta berasal dari sektor transportasi.

Ia mencontohkan, banyak bahan bakar yang didistribusikan, seperti Pertalite dan Pertamax, yang masih memiliki kandungan sulfur rendah dan tinggi, lebih tinggi dari standar Euro IV yang membatasi sulfur hingga 50 ppm.

“Polusi udara menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar sehingga berdampak pada peningkatan biaya kesehatan, penurunan produktivitas, dan kerusakan lingkungan,” kata Fabbi dalam diskusi virtual, “Analisis Dampak Penguatan Kebijakan Kualitas Bahan Bakar,” Rabu (20/11/2024).

Menurut laporan Bank Dunia, polusi udara mengurangi PDB Indonesia sebesar US$ 220 miliar per tahun atau 6,6 persen. Fabbi menegaskan permasalahan ini perlu disikapi dengan baik agar target pertumbuhan ekonomi delapan persen bisa tercapai.

Budi Haryanto, Presiden RCCC UI, menjelaskan Jakarta memiliki penyakit serius akibat polusi udara, seperti ISPA, asma, dan penyakit paru-paru.

Baca juga: Jangan Tergiur Harga Murah Saat Belanja Oli Motor

Ia mengatakan udara bersih dapat mengurangi biaya rawat inap dan pengobatan jangka panjang.

Julius Christian, peneliti senior IESR, menjelaskan penerapan standar Euro IV dapat mengurangi pencemaran polutan seperti CO, NOx, SO2 dan PM2.5 di wilayah Jabodetabek hingga lebih dari 80 persen.

“Peningkatan konsumsi bahan bakar dapat mengurangi lebih dari 50 persen penyakit terkait polusi udara dan menghemat biaya kesehatan tahunan hingga Rp550 miliar di Jakarta,” ujarnya. Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung dari ponsel Anda. Untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com, pilih saluran favorit Anda: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *