Artikel Kenali Perbedaan Cruise Control dan Adaptive Cruise Control pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Teknologi ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik saat berkendara, namun terdapat perbedaan signifikan yang harus diwaspadai konsumen.
Meski sama-sama bisa menjaga kecepatan kendaraan secara otomatis, namun cara kerja kedua teknologi dan manfaat yang diberikan tidaklah sama.
Cruise control merupakan teknologi yang memungkinkan mobil tetap melaju tanpa pengemudi harus menginjak rem darurat.
Baca juga: Seberapa Irit Kia Seltos Turbo untuk Pemakaian Sehari-hari? [Video]
Sedangkan Adaptive Cruise Control (ACC) merupakan perpanjangan dari standar cruise control, dimana fiturnya dapat mengatur kecepatan mobil secara otomatis berdasarkan jarak dengan kendaraan di depannya.
Teknologi ACC menjamin kenyamanan dan keamanan yang lebih baik, terutama saat berkendara di jalan raya atau berkendara jarak jauh.
Menurut pemilik Car Doctor Lung Lung, fungsi cruise control lebih nyaman dari segi keselamatan.
“Jika sistem cruise control normal mengharuskan pengemudi untuk waspada dan mengatur jarak dengan kendaraan lain, maka sistem cruise control adaptif dapat membaca situasi lalu lintas di depan. Fungsi ini secara otomatis akan mengurangi jumlah mobil jika ada kendaraan lambat di dalam. depan, cepat tidak ada orang di jalan,” kata Paru Paru kepada Kompas.com, Rabu (11/09/2024).
Ia juga menambahkan, cruise control modern sangat berguna bagi pengemudi di tengah kemacetan yang sering kali kondisi lalu lintasnya tinggi.
“Manfaat utama dari adaptive cruise control adalah kemampuannya untuk mengatur kecepatan tanpa campur tangan pengemudi, sehingga lebih aman dan nyaman pada kecepatan tinggi,” ujarnya.
Baca juga: Review Interior dan Kenyamanan BMW 520i M Sport
Namun, Lung Lung mengingatkan, meski fitur-fitur ini bermanfaat, pengemudi tetap perlu waspada.
“Teknologi ini tidak menggantikan konsentrasi pengemudi. Sedangkan cruise control adaptif bisa membaca situasi, pengemudi harus waspada dan selalu siap mengambil kendali, ”ujarnya.
Baik kendali jelajah maupun kendali jelajah adaptif memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman berkendara. Dengarkan berita dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Kenali Perbedaan Cruise Control dan Adaptive Cruise Control pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Bedah Sistem Radar di Ducati Multistrada V4 RS pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Radar depan dipasang di tengah lampu utama. Sedangkan di bagian belakang terletak di bawah lampu rem. Lampu remnya terintegrasi, sehingga ukurannya tidak terlihat terlalu besar.
Dari segi fitur, sepeda motor ini hadir dengan adaptive cruise control (ACC) dan deteksi titik buta dengan bantuan radar. Alhasil, fitur mobil kini juga tersedia di sepeda motor, dan Ducati Multistrada V4 adalah salah satunya.
Baca Juga: Klub Resmi Ducati Indonesia Resmi Tunjuk Ketua Baru
Direktur Aftersales Ducati Indonesia Dito Mulavadi menjelaskan, kedua sistem bekerja pada Multistrada V4 dengan cara yang sama seperti pada mobil.
Ibarat mobil, lalu akselerasi dan rem sendiri mengejar kendaraan di depan, kata Dito baru-baru ini di Tangerang.
Pengaturan ACC juga mudah, cukup gunakan tombol di sisi kiri stang. ACC hanya aktif ketika kecepatan kendaraan melebihi 30 km/jam, dan otomatis mati jika kecepatan sepeda motor di bawah 30 km/jam.
Baca Juga: Penyakit yang Ditemukan pada Mobil Transmisi CVT
Ditto menjelaskan, sistem ACC akan mengikuti kecepatan kendaraan di depan. Terdapat indikator pada tampilan instrumen, meskipun ada situasi di mana Anda harus menurunkan dan menaikkan gigi.
“Jadi tinggal naik atau turun saja sudah quick shifter (tidak perlu tarik kopling),” kata Ditto.
Sementara itu, kaca spion dilengkapi dengan lampu LED untuk deteksi titik buta. Oleh karena itu, jika kendaraan memasuki titik buta, lampu LED akan berubah menjadi kuning.
Kemudian jika sepeda motor terus berbelok dan ada kendaraan di titik buta, maka lampu LED akan berkedip sebagai tanda ada mobil atau sepeda motor. Jadi Anda bisa melihatnya cara kerjanya mirip dengan apa yang sudah digunakan di mobil. Dengarkan berita terkini dan pilihan terbaik kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Bedah Sistem Radar di Ducati Multistrada V4 RS pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Ingat Jangan Gunakan Cruise Control Saat Hujan! pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Namun perlu diperhatikan bahwa fitur tersebut tidak selalu ideal untuk digunakan di segala kondisi, terutama saat hujan.
Kedua fitur tersebut tidak cocok untuk diaktifkan pada kondisi hujan dan dapat mengakibatkan hasil yang buruk, kata Ivan, pemilik Ivan Motor Honda Auto Clinic.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan Cruise Control dan Adaptive Cruise Control
“Dilarang menggunakan cruise control saat kondisi hujan, karena fungsi ini aktif saat kecepatan mobil melebihi 60 km/jam. Ivan mengatakan kepada Kompas.com, Kamis (26/9/2024) bahwa “Bisa dikatakan kecepatannya cukup tinggi pada kondisi hujan.”
Mengaktifkan fungsi cruise control pada kondisi hujan berisiko terjadinya aquaplaning, lanjut Evan.
“Cruise control akan menjaga kecepatan tinggi secara konstan, dimana roda tidak bisa menyentuh aspal, ada risiko tinggi terjadinya aquaplaning dan risiko mobil tergelincir,” kata Ivan.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa UI Ikuti Edukasi Keselamatan Berkendara
Sementara untuk adaptive cruise control, Ivan menjelaskan fitur tersebut bekerja dengan menggunakan sinar laser yang mendeteksi objek di depan.
“Jadi jika pengemudi terlambat menginjak rem, maka sistem akan otomatis mengerem untuk mengurangi risiko tabrakan. Namun sebaiknya fungsi ini dimatikan saat musim hujan. Ewan mengatakan, “Ada risiko sensor tidak bisa mengerem. membaca objek dengan baik karena terhalang oleh air hujan dan kotoran, yang dapat mengganggu pembacaan radar.”
Menurut Ivan, jika fitur ini diaktifkan, dikhawatirkan akan salah membaca objek dan mengerem secara tidak tepat, sehingga sebaiknya dimatikan saja. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Ingat Jangan Gunakan Cruise Control Saat Hujan! pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>