Artikel Apa Efek Kalau Tidak Berhubungan Intim? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Namun, ada berbagai alasan mengapa pasangan tidak berhubungan seks dalam waktu lama, mulai dari pekerjaan hingga masalah kesehatan.
Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh jika pasangan jarang atau tidak pernah berhubungan seks?
Tentu dampaknya bisa bermacam-macam, mulai dari menurunnya imunitas hingga terganggunya keharmonisan rumah tangga. Penjelasan selengkapnya berikut ini.
Baca juga: Berapa Menit Hubungan Seksual Normal Berlangsung? Begini Penjelasannya.. Apa Dampak Tidak Berhubungan Seks?
Dirangkum Medical News Today dan Mayo Clinic, berikut beberapa dampak kurang berhubungan seks: Menurunnya sistem kekebalan tubuh
Kurangnya aktivitas seksual dapat melemahkan imunitas tubuh sehingga lebih rentan terhadap infeksi virus atau bakteri. Tekanan darah tinggi
Kurangnya aktivitas seksual dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang berisiko terkena hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Gangguan hormonal
Hubungan intim membantu tubuh melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur.
Tanpa hormon-hormon ini, Anda mungkin sulit tidur dan merasa kurang energik. Tubuh terasa sakit
Kurangnya hubungan seks dapat mengurangi pelepasan endorfin, yang biasanya membantu meredakan sakit kepala, nyeri punggung, atau ketegangan otot. Kekeringan vagina
Pada wanita, terutama pascamenopause, kurangnya cinta bisa menyebabkan kekeringan pada vagina.
Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit atau cedera saat kembali menjalin hubungan intim.
Baca juga: 3 Dampak KB Implan pada Keintiman, Termasuk Kekeringan Vagina dan Risiko Disfungsi Ereksi
Pria yang tidak aktif secara seksual berisiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi, yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk melanjutkan aktivitas seksual di masa mendatang. Masalah reproduksi
Tidak berhubungan seks dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada pria. Wanita mungkin berisiko mengalami nyeri saat menstruasi. Hasrat seksual menurun
Absennya rasa cinta dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan hilangnya libido pada pasangan sehingga sulit untuk melanjutkan hubungan seksual.
Artikel Apa Efek Kalau Tidak Berhubungan Intim? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Berapa Menit Hubungan Intim yang Normal? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal ini dikarenakan tingkat kepuasan setiap orang berbeda-beda. Pendapat tentang hubungan intim juga berbeda-beda. Ada yang berpendapat bahwa seks dimulai dari dahi, ada pula yang berpendapat bahwa seks dimulai dari penetrasi.
Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine, para ahli menemukan bahwa rata-rata durasi penetrasi (hubungan vagina) berkisar antara tiga hingga tiga belas menit.
Baca juga: Sperma Keluar dari Vagina, Bisakah Hamil? Itu yang dikatakan dokter
Penelitian lain yang dilakukan oleh Pennsylvania State University pada tahun 2008 menunjukkan bahwa durasi hubungan intim kurang lebih 3-7 menit.
Namun, mayoritas pasangan yang terlibat dalam penelitian ini berpendapat bahwa hubungan suami-istri dianggap ideal jika berlangsung antara 7 hingga 13 menit.
Sedangkan hubungan intim dianggap kurang memuaskan jika berlangsung kurang dari tiga menit. Biasanya pria dengan kondisi ini mengalami ejakulasi dini atau masalah seksual lainnya. Apa itu ejakulasi dini?
Ejakulasi dini merupakan suatu kondisi impotensi yang terjadi ketika seorang pria mengalami orgasme dan ejakulasi terlalu cepat setelah adanya rangsangan seksual.
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan masalah psikologis, seperti rendahnya harga diri, kecemasan, dan penurunan libido.
Meski lebih sering terjadi pada pria, wanita juga bisa mengalami ejakulasi dini, yang dalam hal ini disebut orgasme dini.
Baca juga: Apa Efek Samping Jika Tidak Berhubungan Seks? Berikut 11 daftarnya.
Orgasme dini pada wanita terjadi ketika orgasme dicapai sebelum berhubungan intim atau melakukan aktivitas seksual. Faktanya, wanita bisa mengalami orgasme dengan rangsangan seksual yang minimal, seperti sentuhan ringan.
Menurut Klinik Cleveland, beberapa gejala orgasme pada wanita antara lain: Kontraksi ritmik otot dasar panggul, vagina, dan anus. Keputihan yang mungkin cair atau kental. Peningkatan laju pernapasan, tekanan darah, dan detak jantung. Ketegangan atau sesak pada area puting. Kulit badannya merah dan terasa panas. Perasaan lega atau rileks setelah orgasme.
Beberapa wanita yang mengalami orgasme dini mungkin merasa kehilangan minat untuk melanjutkan aktivitas seksual, sementara yang lain mungkin kembali melakukan hubungan intim, karena orgasme mungkin berulang. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Berapa Menit Hubungan Intim yang Normal? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Apakah Berhubungan Intim Itu Sehat? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hubungan intim yang teratur meningkatkan kesehatan fisik, seperti meningkatkan kualitas tidur, mengurangi rasa sakit, meningkatkan kesehatan mental dan kesehatan jantung.
Namun hubungan intim bisa dikatakan tidak sehat jika salah satu pihak dirugikan atau menimbulkan beberapa efek samping.
Untuk lebih jelasnya, simak beberapa manfaat seks bagi kesehatan di bawah ini.
Baca juga: Apa Manfaat Sering Berhubungan Intim? Berikut daftar 10… Apakah seks itu sehat?
Ya, seks itu menyehatkan karena memberikan efek positif bagi tubuh, baik secara fisik maupun mental.
Dikutip dari WebMD dan Medical News Today, berikut beberapa manfaat seks bagi kesehatan yang patut Anda ketahui. Kurangi stres
Saat tubuh stres, maka akan menghasilkan hormon bernama kortisol yang membuat tubuh tegang atau lelah.
Namun, seks meningkatkan produksi endorfin atau hormon bahagia dalam tubuh, sehingga meningkatkan mood dan menormalkan kadar hormon kortisol. Mengurangi rasa sakit
Endorfin yang dikeluarkan tubuh saat berhubungan intim juga berperan sebagai pereda nyeri alami.
Saat berhubungan intim, tubuh dibanjiri endorfin yang memblokir sinyal rasa sakit di otak.
Baca Juga: Apa Jadinya Jika Wanita Lama Tak Jalin Hubungan Intim? Meningkatkan sistem imun tubuh
Seks meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi antibodi yang melindungi terhadap infeksi, termasuk human papillomavirus (HPV).
Faktanya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa berhubungan seks tiga kali atau lebih dalam seminggu memiliki antibodi yang lebih baik sehingga tubuh melawan beberapa jenis virus dan bakteri. Mengurangi nyeri haid
Berhubungan seks, terutama sebelum mencapai klimaks, mampu mengurangi kram menstruasi.
Namun, Anda tidak harus melakukan hubungan seks saat menstruasi karena masturbasi juga menawarkan manfaat yang sama. Tingkatkan kualitas tidur Anda
Saat berhubungan seksual, tubuh memproduksi hormon yang disebut prolaktin, yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas tidur.
Artikel Apakah Berhubungan Intim Itu Sehat? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Air Liur Dijadikan Pelumas Saat Berhubungan Intim, Bahaya atau Tidak? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Untuk mencegah rasa sakit, pasangan biasanya mencoba melumasi. Lalu apakah air liur bisa dijadikan pelumas?
Ternyata, air liur tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai pelumas saat berhubungan intim. Penggunaan air liur justru dapat mengeringkan kulit dan menyebabkan beberapa masalah kesehatan.
Baca juga: Di usia berapa gairah wanita mencapai puncaknya? Berikut penjelasannya… Bahaya air liur digunakan sebagai pelumas
Berikut beberapa bahaya yang dapat timbul akibat penggunaan air liur sebagai pelumas saat penetrasi: Menjadikan vagina kering.
Air liur tidak disarankan digunakan sebagai pelumas karena mudah kering dan tidak licin. Penggunaan air liur justru mengeringkan vagina sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman saat berhubungan. Meningkatkan risiko infeksi menular seksual
Menggunakan air liur saat berhubungan seks dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS). Segala jenis penyakit menular seksual yang berhubungan dengan mulut dan tenggorokan bisa menular ke alat kelamin jika Anda dan pasangan menggunakan air liur sebagai pelumasnya.
Contoh infeksi yang dapat ditularkan antara lain herpes, gonore, klamidia, HPV, sifilis, dan trikomoniasis, lapor India Times.
Perlu diketahui, infeksi ini bisa bersifat asimtomatik atau tanpa gejala, sehingga penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengidap infeksi menular seksual.
Baca juga: Cinta Bikin Awet Muda. Ini petunjuknya… Bakteri air liur memicu infeksi vagina
Jenis bakteri pada air liur berbeda dengan jenis bakteri pada wajah. Air liur juga mengandung enzim pencernaan yang berfungsi memecah makanan.
Dikutip dalam Health, bakteri dan enzim tersebut dapat mengganggu mikrobioma vagina sehingga membuat wanita rentan terkena infeksi jamur dan bakteri, termasuk bakterial vaginosis.
Air liur juga menyebabkan peradangan pada selaput lendir, yang menyebabkan rasa gatal dan terbakar. Menghambat motilitas sperma
Penggunaan air liur sebagai pelumas tidak hanya berdampak buruk pada vagina, tetapi juga berdampak negatif pada sperma.
Menurut ScienceDirect, enzim air liur dapat mengganggu membran sperma, menurunkan motilitas sperma, atau kemampuan bergerak efektif untuk membuahi sel telur.
Oleh karena itu, menggunakan air liur untuk melembabkan vagina saat berhubungan intim tidak disarankan bagi pasangan yang sedang mencoba memiliki momongan.
Setelah menyimak pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa air liur bukanlah cairan yang tepat digunakan sebagai pelumas saat berhubungan seks karena mempunyai efek berbahaya atau negatif pada area genital dan sperma.
Baca juga: Apa efek samping dari tidak berhubungan seks? Ini adalah daftar 11
Bagaimana cara mencegah vagina mengering saat berhubungan seks?
Untuk mengatasi kekeringan vagina, sebaiknya pasangan suami istri menggunakan pelumas berbahan dasar air yang mengandung gliserin. Anda juga bisa mencoba pelumas alami seperti lidah buaya, minyak kelapa, atau minyak zaitun.
Namun penggunaan pelumas berbahan dasar minyak tidak disarankan bagi pasangan yang menggunakan kondom lateks saat berhubungan seks. Pelumas berbahan dasar minyak dapat menyebabkan kondom rusak atau bocor.
Selain menggunakan pelumas, pasangan bisa menambah jumlah waktu foreplay atau waktu pemanasan agar vagina bisa membasahi dirinya sendiri. Anda bisa menghabiskan waktu mengobrol, menonton film, atau saling memijat.
Selain itu, pasangan juga bisa berkonsultasi ke dokter jika sering mengalami kekeringan pada vagina atau masalah seksual lainnya. Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Air Liur Dijadikan Pelumas Saat Berhubungan Intim, Bahaya atau Tidak? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kapan Kondom Digunakan? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Sepasang suami istri menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi setiap kali melakukan hubungan seksual, baik secara vagina, anal, maupun oral.
Baca lebih lanjut di ulasan tentang kapan harus memakai dan melepas kondom.
Baca juga: Bisakah saya menggunakan kondom dua kali? Berikut penjelasannya… Kapan sebaiknya menggunakan kondom?
Menurut Planned Parenthood, kondom sebaiknya digunakan setiap kali berhubungan seks, terutama jika pasangan Anda menunda melahirkan atau tidak ingin memiliki anak.
Menggunakan kondom setiap berhubungan seks dapat membantu mencegah penyebaran penyakit menular seksual seperti gonore, sifilis, klamidia, kutil kelamin, hepatitis B, dan HIV/AIDS.
Waktu pemakaian kondom adalah sebelum penis bersentuhan dengan vagina atau organ lainnya. Artinya, kondom bisa digunakan saat foreplay atau pemanasan.
Namun saat memakai kondom, pastikan penis dalam posisi ereksi penuh agar tidak melorot. Kondom yang menyusut meningkatkan risiko kebocoran dan memungkinkan sperma masuk ke dalam vagina.
Kondom mulut atau kondom lidah juga harus dimasukkan saat foreplay. Maka sebaiknya jangan memasukkan area genital ke dalam mulut jika kondom bersentuhan dengan alat kelamin untuk mencegah risiko infeksi.
Ingatlah bahwa pasangan sebaiknya menggunakan kondom pria, wanita, dan buluh yang masih segar dari kemasannya, tidak kadaluwarsa atau rusak, dan memiliki izin BPOM.
Dengan cara ini, pasangan bisa menggunakan kondom dengan lebih efektif. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kondom yang dipasang dengan benar dapat mencegah 98 persen kehamilan dan meningkatkan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
Baca juga: Amankah Masuk Rumah Pakai Kondom? Ini penjelasannya…
Kapan waktu terbaik melepas kondom?
Kondom sebaiknya segera dilepas setelah pria ejakulasi atau setelah seluruh sperma dikeluarkan.
Melepas kondom segera setelah ejakulasi penting dilakukan untuk mencegah kondom terlepas karena akan mengembalikan ukuran alat kelamin menjadi normal.
Cara melepas kondom yang paling aman adalah dengan memegang ujung selang kondom dengan jari Anda. Kemudian jauhkan penis Anda dari vagina.
Selanjutnya, lilitkan kondom di sekeliling pangkal penis, ikat di bagian bawah agar sperma tidak bocor dan menodai permukaannya. Kondom kemudian bisa dibuang ke tempat sampah.
Baca juga: Apa Gejala Kondom Bocor? Berikut 6 daftarnya… Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Kapan Kondom Digunakan? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Ketika Sudah Lama Tidak Berhubungan, Apakah Bisa Rapat Kembali? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ternyata anggapan pantang berkepanjangan bisa mengecilkan vagina hanyalah mitos belaka.
Lebih lengkapnya, simak fakta apakah vagina kering bisa terjadi setelah lama tidak berhubungan seks.
Baca juga: Apa Efek Samping Jika Tidak Berhubungan Seks? Berikut daftar 11. Kalau sudah lama tidak berhubungan, bisakah kita bertemu lagi?
Menurut Planned Parenthood, hubungan intim tidak mengakibatkan vagina kendor atau kendor.
Saat wanita merasa terangsang atau terangsang secara seksual, secara alami vagina akan mengeluarkan cairan pelumas.
Selain itu, otot-otot di area genital wanita juga mengendur sehingga vagina tampak terbuka atau melebar untuk memudahkan akses.
Saat melakukan aktivitas seksual, lubang vagina bersifat sementara dan kembali ke ukuran semula.
Hal ini mirip dengan menguap atau meregangkan dan membuka mulut saat makan, lalu kembali ke bentuk semula.
Jadi saat wanita terangsang, otot dasar panggulnya akan rileks. Jika tidak, otot akan menegang kembali.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa vagina tidak akan menutup jika wanita sudah lama tidak berhubungan seks, karena organ reproduksi wanita sebenarnya tidak rileks atau rileks akibat berhubungan badan.
Baca juga: Apa Dampaknya Bagi Wanita yang Lama Tak Menjalin Hubungan? Berikut adalah daftar 7. Kekeringan vagina disebabkan karena tidak berhubungan seks dalam waktu lama, bukan untuk rapat
Vagina yang terasa sempit hingga pasangan sulit masuk biasanya disebabkan oleh area kewanitaan yang kering atau kurang lembab.
Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor, misalnya saat hamil, fluktuasi hormonal saat menyusui, dan saat seorang wanita mengalami menopause (berhentinya menstruasi).
Menurut laman Gleneagles Hospital Malaysia, kondisi tersebut disebabkan oleh penurunan hormon estrogen yang berperan dalam menjaga kelembapan dan jaringan vagina.
Tak hanya kekeringan, penurunan estrogen juga menyebabkan rasa tidak nyaman pada vagina, peradangan, dan saat melakukan aktivitas seksual, baik masturbasi maupun penetrasi.
Kondisi ini dapat diobati dengan terapi penggantian hormon, obat antiestrogen, atau penggunaan pelumas saat berhubungan intim.
Faktor lain yang dapat membuat vagina kering terasa sesak antara lain: mengonsumsi obat-obatan, seperti pil KB, antidepresan dan antihistamin, gaya hidup tidak sehat, misalnya merokok dan konsumsi alkohol, pengobatan kanker termasuk kemoterapi atau terapi radiasi, stres, stres dan kecemasan penggunaan produk pembersih inflamasi, misalnya sabun, deterjen, douche, atau produk kebersihan kewanitaan. Beberapa penyakit yang diderita wanita, misalnya diabetes dan eksim. Riwayat operasi, misalnya rahim dan Pengangkatan ovarium dapat menyebabkan kekeringan pada vagina.
Baca juga: Seberapa Sering Suami Istri Berhubungan Intim pada Lansia?
Setelah menyimak ulasan di atas, maka dapat dipahami bahwa anggapan vagina kembali kencang akibat berhubungan seksual tidak dapat dibuktikan secara klinis.
Sebaliknya, hubungan intim yang teratur tidak membuat vagina kendor.
Namun bagi wanita yang memiliki masalah terkait kesehatan reproduksi, disarankan untuk selalu berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan nasihat medis yang tepat. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Ketika Sudah Lama Tidak Berhubungan, Apakah Bisa Rapat Kembali? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Bagaimana Caranya agar Tidak Sakit Saat Berhubungan? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Sakit kesakitan; terbakar atau berbau; Kulit di sekitar area genital mungkin melepuh dan berdarah.
Keluhan ini biasanya hilang dengan sendirinya, namun pasangan harus mengetahui tips mencegah rasa sakit saat berhubungan seks agar ketidaknyamanan tersebut tidak terjadi.
Lalu, apa saja efek samping jika tidak berhubungan seks? Berikut daftar 11 cara menghindari rasa sakit saat berhubungan seks.
Hubungan yang erat dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Misalnya, untuk membakar kalori untuk mencegah penyakit jantung untuk meningkatkan kekebalan; Mencegah stres dan membuat hubungan rumah tangga semakin harmonis.
Namun, Alih-alih menikmati manfaat seks, sebagian orang yang sudah menikah malah merasakan sakitnya cinta.
Rasa sakit atau sakit ini; nyeri Rasa sakit atau lecet bisa membuat pasangan berhenti berhubungan seks, meski belum mencapai klimaks.
Ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk menghindari rasa tidak nyaman saat berhubungan seks, antara lain: Makan makanan bergizi dan banyak minum air putih agar tubuh tetap bugar Komunikasikan dengan pasangan tentang pengalaman Anda saat berhubungan seks Apakah itu kesenangan atau kesakitan? . Kita bisa memahami satu sama lain. Mainkan lebih lambat dan lebih lama untuk merangsang pelumasan alami sambil menunggu penis ereksi penuh. Gunakan pelumas seksual yang berbahan dasar air untuk melembabkan penis atau kondom. Namun, rasa gatal, Hindari petroleum jelly dan baby oil karena dapat menyebabkan alergi dan kondom. Cobalah aktivitas seksual yang membuat Anda dan pasangan nyaman, seperti pijat dan oral seks. Namun jika ingin melakukan seks oral, jagalah kebersihan alat kelamin dan bibir. mengubah posisi seksual; Tanyakan pada pasangan Anda mana yang paling nyaman dan tidak menyakitkan. Jika nyeri terjadi akibat gangguan kesehatan tertentu, minumlah obat sesuai anjuran dokter.
Baca Juga: Sex Educator: Fenomena Gancet Tidak Ada di Dunia Medis.
Pasangan yang sering mengalami nyeri saat berhubungan intim sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis seks. ginekolog Tidak perlu ragu untuk mengunjungi rumah sakit untuk berkonsultasi dengan dokter andrologi atau psikolog.
Dokter Anda akan melakukan serangkaian tes untuk mengetahui penyebab nyeri saat berhubungan seks.
Menurut WebMD, ada banyak pemicu rasa sakit saat berhubungan seks; Misalnya kekeringan pada tubuh wanita karena kurangnya kelembapan; infeksi saluran kemih Masalah alat kelamin wanita prostatitis; prostatitis; Disfungsi ereksi Stres atau terjadinya penyakit menular seksual.
Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat dan terhindar dari rasa sakit saat berhubungan seks. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Bagaimana Caranya agar Tidak Sakit Saat Berhubungan? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel SP NEWS GLOBAL Berapa Lama Durasi Hubungan Suami Istri yang Normal? Ini Penjelasannya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Norma mengenai durasi normal hubungan seksual tidak ada. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa 3-7 menit sudah cukup untuk berhubungan seks.
Baca selengkapnya tentang durasi hubungan suami istri dan cara memperpanjang keintiman.
Baca juga: Apa Efek Samping Jika Tidak Berhubungan Seks? Berikut daftarnya 11. Berapa lama hubungan suami-istri yang normal bertahan?
Tidak ada patokan atau patokan lamanya hubungan suami-istri secara normal.
Pasalnya, setiap pasangan memiliki keinginan, kemampuan ereksi, dan kondisi kesehatan yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi durasi bercinta.
Selain itu, setiap orang mendefinisikan gender secara berbeda.
Ada yang berpendapat bahwa hubungan seksual diawali dengan foreplay atau ereksi penis sebelum ejakulasi, sehingga ada yang mengatakan durasi hubungan seksual bisa mencapai lebih dari 10 menit.
Ada juga yang mengartikannya sebagai penetrasi atau aktivitas masuknya penis pria ke saluran reproduksi atau vagina wanita sebelum ejakulasi atau keluarnya air mani.
Orang yang mengartikan senggama sebagai keadaan penetrasi otomatis memiliki hubungan intim yang lebih singkat dibandingkan mereka yang berpendapat bahwa hubungan suami istri diawali dengan foreplay.
Penelitian yang dilakukan oleh Pennsylvania State University pada tahun 2008 menunjukkan bahwa durasi keintiman adalah sekitar 3-7 menit.
Baca juga: Berapa Kali Suami Istri Jaga Hubungan dengan Lansia?
Namun banyak pasangan suami istri yang ikut dalam penelitian tersebut menginginkan hubungan intim bertahan 7 hingga 13 menit.
Sedangkan hubungan suami istri menuntut perhatian dalam waktu kurang dari tiga menit. Kondisi ini mungkin mengindikasikan ejakulasi dini atau masalah seksual lainnya.
Durasi hubungan intim dianggap terlalu lama jika berlangsung 10-30 menit.
Bagaimana cara memperpanjang hubungan intim?
Sebuah laporan di Medical News Today menawarkan tips cara memperpanjang hubungan intim: Makanlah camilan manis dan sehat, seperti potongan buah, coklat hitam atau salad sayuran, di tengah-tengah hubungan intim, saat salah satu pasangan mendekati orgasme. Anda dapat mengubah fokus dengan sentuhan atau mainan seks untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan seksual Anda, menikmati sebelum ejakulasi, untuk memperpanjang ereksi, latihan pernapasan untuk menunda orgasme.
Pasangan suami istri juga bisa berkonsultasi dengan seksolog dan dokter jika memiliki masalah seksual, terutama jika kehidupan seksnya cenderung singkat (kurang dari tiga menit).
Baca juga: Apa Akibat Lama Tidak Berhubungan pada Wanita? Berikut daftarnya 7. Lihat berita terkini dan rangkuman berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel SP NEWS GLOBAL Berapa Lama Durasi Hubungan Suami Istri yang Normal? Ini Penjelasannya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel GLOBAL NEWS Apa Efek Wanita Lama Tidak Berhubungan? Ini 7 Daftarnya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Lalu apa akibat jika wanita tidak berhubungan seks dalam waktu lama?
Jelas bahwa tidak berhubungan seks dalam waktu lama dapat menimbulkan efek negatif, misalnya atrofi dan kecemasan atau depresi.
Yang jelas, dampak tersebut bisa dialami oleh wanita yang tidak berhubungan seks dalam jangka waktu lama.
Baca juga: Apa Akibat Tidak Berhubungan Seks? Jadwal ini 11. Apa akibat jika wanita tidak berhubungan seks dalam waktu lama?
Aturan umumnya adalah seorang wanita tidak boleh mengalami menopause dalam waktu lama.
Saat menstruasi berhenti, kadar estrogen menurun sehingga wanita kesulitan menikmati libido yang rendah.
Selain menopause, hubungan jangka panjang dengan suami, kesibukan pekerjaan dan mengurus rumah, atau kondisi medis tertentu menjadi alasan mengapa wanita tidak bertemu dalam waktu lama.
Beberapa akibat yang dapat terjadi jika seorang wanita sudah lama tidak berhubungan seks: atrofi vagina.
Atrofi vagina adalah suatu kondisi dimana dinding vagina menjadi tipis dan meradang.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang telah mengalami menopause, namun bisa juga berlangsung berbulan-bulan sebelum berhenti.
Atrofi vagina jarang menyebabkan atrofi reproduksi karena dinding vagina tipis, lemah, dan kering.
Infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti sembelit atau diare, meningkatkan risiko infeksi jamur dan bakteri, serta menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK).
Baca juga: Seks Setiap Hari Itu Cepat? Begini kata dokter: kurangi lemak
Kehilangan lemak merupakan efek samping yang dirasakan wanita jika tidak berhubungan seks dalam waktu lama.
Oleh karena itu, wanita akan kesulitan berhubungan seks di kemudian hari, karena vagina terasa kering jika minyaknya tidak bagus. Perubahan hormonal
Meski tidak memberikan efek signifikan pada sebagian besar wanita, ada pula yang mungkin mengalami sedikit fluktuasi atau penurunan hormon akibat hubungan seks yang tidak teratur.
Artikel GLOBAL NEWS Apa Efek Wanita Lama Tidak Berhubungan? Ini 7 Daftarnya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>