Artikel Pakar Gizi: Susu Tetap Penting dalam Program Makan Bergizi Gratis pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Menurutnya, susu memiliki banyak manfaat kesehatan yang penting untuk tumbuh kembang anak.
“Paket nutrisi lengkap pada susu memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk tumbuh kembang anak,” kata profesor tersebut. Tria, seperti dikutip Antara, Rabu (14/1/2025).
Baca Juga: Program Bebas Makanan Utuh pada Susu: Haruskah Ini Menjadi Yang Pertama?
Dalam ceramah bertajuk “Pentingnya Susu” yang digelar di Jakarta, ia menjelaskan bahwa susu memberikan nutrisi yang tidak dapat digantikan oleh pangan nabati seperti daun kelor, atau pangan hewani lainnya.
Susu mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan bayi selama masa pertumbuhannya, seperti kalsium dan fosfor yang membantu pembentukan tulang.
Selain itu, susu juga kaya akan protein dan asam lemak esensial seperti omega-3, omega-6 dan DHA yang sangat penting untuk perkembangan otak anak.
Karena nutrisinya yang lengkap, susu menjadi sumber protein yang paling digemari pelajar.
Prof. Teriya menambahkan, susu menjadi bagian penting dalam mewujudkan impian Indonesia Emas 2045 karena dapat menunjang kesehatan generasi penerus bangsa.
“Susu merupakan makanan bergizi dan lezat yang memberikan nilai berharga untuk makanan sekolah gratis, menyehatkan dan umumnya digemari oleh pelajar,” kata sang profesor. tiga.
Pendapat senada juga diungkapkan Dokter Spesialis Anak, Humansa Ranto Morrison Panjitan bahwa susu mengandung kalsium, protein, dan vitamin D yang penting untuk tumbuh kembang anak dengan baik.
“Bahan-bahan ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh anak-anak saat mereka tumbuh dewasa,” kata Ranto.
Baca Juga: PB IDI Tawarkan Desain Menu Makanan Sehat Gratis dengan My Plate Guide
Program MBG yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gebran Rakabuming Raka bertujuan untuk menyelesaikan masalah gizi buruk di Indonesia.
Sasaran program ini adalah anak-anak usia sekolah, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA, serta bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Tujuan utama MBG adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2045.
Dalam pelaksanaan program tersebut, beberapa produk pengganti susu seperti susu ikan dan daun kelor ditawarkan sebagai alternatif sumber protein.
Meski demikian, para ahli gizi menilai susu masih menjadi pilihan terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak Indonesia. Dengarkan berita terbaik dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Pakar Gizi: Susu Tetap Penting dalam Program Makan Bergizi Gratis pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Program MBG Diharapkan Cegah Malnutrisi dan Stunting pada Anak pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Saya harap setiap hari, ketika melihat menunya, setiap orang tua, baik itu ayah atau ibu, bisa melihat, ‘Oh, komposisi ini harusnya ada setiap kali kita makan,’ jadi nanti ada di sana. juga akan ada informasi makanan apa saja yang baik, sehingga “Setelah itu makan setiap hari,” kata Isiana dilansir Antara, Sabtu (11/1/2025).
Pada tahap pertama program ini, MBG disalurkan seminggu sekali.
Baca juga: PB IDI Tawarkan Menu Nutrisi Gratis dengan Panduan Apa yang Ada di Piring Saya
Namun seiring dengan semakin matangnya pelatihan teknis Unit Penyediaan Makanan (SPPG) atau dapur MBG, rencananya acara ini akan diadakan setiap hari ke depannya.
“Senin kemarin kita fokuskan MBG untuk anak sekolah di 190 titik, hari ini kita berikan MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui dan bayi. Tentu ini merupakan kelanjutan dari program Better Faster Results (PHTC) yang diusung Presiden dan Wakil Presiden,” imbuhnya.
Program PHTC merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan mendorong pengembangan sektor kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga, dan kesetaraan gender, termasuk pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Isiana juga menjelaskan bahwa setiap SPPG memiliki ahli gizi yang merancang menu dengan gizi tercukupi berdasarkan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Hal ini mencakup wanita hamil, anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
“Tapi yang terpenting para ibu hati-hati mengantar anaknya ke kantor pos. Kondisi tubuh anak diperiksa secara rutin. Itu bagian dari didikan setiap orang tua untuk mengetahui bagaimana seorang anak tumbuh dan berkembang,” kata Isyana.
Baca juga: Susu dalam Program Gizi Gratis: Perlukah Diprioritaskan?
Berdasarkan Pendataan Rumah Tangga 2024 terkini, terdapat 1.074.414 ibu hamil dan 3.784.725 ibu menyusui di Indonesia.
Sementara di DKI Jakarta terdapat 8.284 ibu hamil dan 93.060 ibu menyusui.
Kolaborasi antara Kemendukbanga/BKKBN dan berbagai pihak juga mendukung program MBG.
Salah satu tujuan utamanya adalah menurunkan angka gizi buruk dan stunting dengan harapan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Program MBG untuk ibu hamil dan menyusui diluncurkan untuk mengurangi gizi buruk dan stunting. Hal ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Prita Laura, Juru Bicara Kantor Komunikasi Presiden RI menambahkan, saat ini program MBG dilaksanakan seminggu sekali, namun ke depannya diharapkan ibu hamil dan ibu menyusui bisa menerima program tersebut setiap hari. hari. dan bayi.
“Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan anak-anak mengonsumsi MBG sejak masa emasnya untuk mencegah stunting, obesitas, dan akibat malnutrisi lainnya,” kata Preeta.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan yang hadir dalam acara tersebut menegaskan, pencegahan stunting sangat penting dilakukan pada masa emas yaitu 1.000 hari pertama kehidupan yang terdiri dari 270 hari kehidupan. kehamilan. 730 hari kehamilan dalam dua tahun pertama kehidupan seorang anak.
“Edukasi ini penting dilakukan melalui program MBG,” pungkas Veronika. Dengarkan berita terbaru dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Program MBG Diharapkan Cegah Malnutrisi dan Stunting pada Anak pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Program Makan Bergizi Gratis Dimulai, Sasar 20 Juta Penerima pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Program ini akan fokus pada peningkatan gizi masyarakat pada anak sekolah pada Januari 2025.
Kepala Biro Hukum dan Humas (Humas) BGN RI Lalu Muhammad Ivan Mahardan dikutip Senin 1 Juni 2025 saat menjelaskan visinya memberikan makanan bergizi gratis kepada siswa sekolah, khususnya anak-anak, melalui Antara. Tahap awal implementasi.
Baca Juga: MBG Resmi Diluncurkan, Upaya Mengatasi Gizi Buruk dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal untuk Mengatasi Tujuan Besar MBG 2025
Pemerintah menargetkan membangun 937 dapur MBG pada akhir Januari 2025, kata Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.
Secara keseluruhan, 5.000 dapur MBG ditargetkan dapat melayani 20 juta penerima manfaat pada akhir tahun 2025.
Penerima manfaatnya antara lain siswa PAUD-SMA, anak kecil, ibu hamil, dan bayi.
Sebanyak 190 Unit Pelayanan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG siap beroperasi di 26 provinsi antara lain Aceh, Bali, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jakarta, dan Jawa Tengah. Jawa Timur, IN. Yogyakarta, Goranta, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Pada hari pertama pelaksanaan program, banyak menteri dan perwakilan masyarakat yang mengunjungi tempat-tempat yang menyediakan makanan bergizi gratis.
Hassan Nasbi berencana mengunjungi SPPG Tanah Serial di Bogor, Jawa Barat. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengunjungi sekolah SPPG Bina Insani dan Bosova Bina Insani di Bogor.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Mutya Hafid akan meninjau pelaksanaan program tersebut di SDN Silangkap 5 dan SDN Silangkap 3 di Dipok, Jawa Barat.
Menteri Koperasi Budi Arieh Setiadi berencana mengunjungi dapur umum di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, serta melaksanakan program tersebut di SD 05 Halim.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo juga mengunjungi SPPG Palmera di Jakarta. Wakil Menteri Kependudukan Isiana Bagos Oka dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat berencana meninjau pelaksanaan di SPPG Bojong Koneng di Karawang, Jawa Barat.
Selain itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti membawahi sekolah dasar dan menengah di Semarang, Jawa Tengah.
Baca Juga: BGN Sepakati Kerjasama Antar Kementerian untuk Keberlanjutan Program Program Makan Gratis
Program MBG dilaksanakan di berbagai kementerian dan lembaga.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian PDTT dan Perum Bulog bekerja sama, jelas Direktur Departemen Gizi Nasional Dadan Hindayana.
Artikel Program Makan Bergizi Gratis Dimulai, Sasar 20 Juta Penerima pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>