Artikel Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Lokal, Surabaya Kembangkan 44 Kampung Tematik pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pemerintah Surabaya (PEMCOT) mendukung desa -desa dramatis untuk menggunakan sektor ekonomi kreatif. Saat ini, ada 44 koin dengan Surabia Gospel, yang penting, tur yang sangat baik, dan lingkungan.
Walikota Surabia Erie Konadi menjelaskan, berjudul Desa, dikembangkan berdasarkan barang, seni, sejarah, dan kegiatan ekonomi.
EIA mengatakan sebagian besar desa khusus meningkatkan tujuan lokal, dan mempromosikan kemampuan lokal yang diterima oleh Comampas.com, Sabtu (11/30/2024).
Baca lebih lanjut: Pemerintah Surabaya memiliki layanan publik dengan transparansi dan transparansi
Erie menceritakan, desa Inggris di Surabia dibagi menjadi tiga jenis, seperti protes, desa, desa, dan lingkungan.
Desa terkemuka di sektor ekonomi, budaya, pendidikan, atau lingkungan telah diperkuat. Contohnya adalah desa Samingagi di desa Benovo, desa kue di Rang Kit, dan desa Lantin di Soman.
EIA.
Pada saat yang sama, wisatawan menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan, seperti makanan tradisional, tradisional, atau budaya. Contoh desa wisata adalah Lore Manokan di Desa Worthworth Worth, Desa Ketanandan di Tanjangan, dan berkemah di Bobotan.
“Daerah ini adalah tempat yang populer untuk wisatawan domestik atau asing,”
Baca selengkapnya
Lingkungan kemudian dapat fokus pada teknologi hijau, manajemen sampah, dan budidaya organik untuk mendukung stabilitas ekosistem kota. Desa Surabaya termasuk Robertsari Memorcar, Desa Vestujo, dan Koin Jambingin. Kerjasama dari semua bagian
Badan Pengembangan Surabaya, Pengembangan dan Pengembangan Aaron Wahood Rajjing dan pengembangan dan pengembangan pengembangan desa di masyarakat setempat.
“Kota ini berharap bahwa setiap desa memiliki karakter yang memiliki karakter yang mencerminkan ukurannya, desa, semikonduktor, dan semiarch desa.”
Arun juga menyebutkan bahwa pemerintah Surabia akan bergabung dengan kota swasta untuk memperkuat pengembangan rumah masing -masing.
Saat ini, dari 153 desa di Surabia, 44 di antaranya memiliki topik dengan judul. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat.
“Desa topik didasarkan pada komunitas dan pekerjaan, sedangkan perairan ekonomi lokal.
Baca selengkapnya
Pengembangan judul juga bergantung pada pengembangan perencanaan pembangunan dan hasil input dari kegiatan.
“Kemudian, konsep ini akan disajikan bersama dengan visi kota di mana kreatif dan CAS,” Arun.
Peringkat Aeron, Aaron Village, Tema Desa telah menjadi tujuan wisata yang berkelanjutan. Anda telah mencatat bahwa wisatawan yang berkunjung meningkat oleh penduduk setempat melalui penemuan ini.
“44 Tema di Surabaya telah berkelanjutan, berkelanjutan. Sekarang, simpan saja produk mereka.” (Bantuan Bantuan)
Artikel Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Lokal, Surabaya Kembangkan 44 Kampung Tematik pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Wamendagri Bima Arya Apresiasi Kemajuan dan Inklusivitas Mal Pelayanan Publik Kota Surabaya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal itu disampaikan saat kegiatan sidak di Jalan Tunjungan Nomor 1-3, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (20/12/2024).
“Jadi menurut saya ini tempat yang bagus untuk belajar, tidak perlu jauh-jauh dan para pemimpin daerah, belajarlah di Surabaya untuk melihat bagaimana pemerintah Surabaya membangun sistem pelayanan publik digital yang benar-benar maju,” ujarnya. Dalam pernyataan yang ditulis pada Jumat.
Bima menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pendaftaran dan Pendaftaran (Dukcapil) serta sekolah lain untuk memfasilitasi layanan literasi digital bagi siswa.
Artinya, ini bagian dari literasi digital. Ini penting kalau kita mau menuju e-Government, literasi harus dilakukan sedini mungkin. dan dilaksanakan oleh semua pihak,” ujarnya.
Baca juga: Wakil Menteri Dalam Negeri Ungkap Pro dan Kontra Pilkada DPRD
Ia mengatakan, daerah lain bisa menerapkan praktik yang telah ditetapkan MPP Surabaya. Inovasi ini bisa menjadi upaya pengembangan layanan pemerintahan digital.
Nanti bisa kita tiru, diperluas, dan diangkat secara nasional, ujarnya. “Praktik baik di Surabaya ini bisa diterapkan di tingkat nasional. Tidak menutup kemungkinan bisa mendorong penerapannya di seluruh tanah air,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Bima juga mengunjungi Galeri Kriya Surabaya (SKG), sebuah penemuan besar untuk memberdayakan usaha kecil dan menengah (UMKM). Konsep SKG semakin menawan dengan sentuhan kekinian dan beragam produk yang bisa dicoba.
Ya, ini adalah praktik yang baik, praktik baik yang patut diterima di kota-kota lain di Indonesia. Ide dan integrasi dengan layanan, dengarkan berita terkini dan informasi pilihan kami langsung di ponsel Anda untuk mengakses Kompas. Saluran WhatsApp .com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Wamendagri Bima Arya Apresiasi Kemajuan dan Inklusivitas Mal Pelayanan Publik Kota Surabaya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Manfaatkan Sistem Informasi Geospasial, Pemkot Surabaya Raih Predikat Emas Bhumandala Award 2024 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja Kota Surabaya sebagai kota terbaik di Indonesia dalam penyelenggaraan informasi geospasial Bhumandala untuk penentuan batas kota dan kecamatan.
Dalam acara yang digelar di Jakarta, penghargaan diserahkan langsung kepada Pj Wali Kota Surabaya Restu Novi Widiani.
Bagi Pemerintah Kota Surabaya, penghargaan yang mereka peroleh merupakan bukti nyata upaya berkelanjutan mereka sejak tahun 2016 hingga saat ini dalam menetapkan dan meneguhkan batas wilayah sub-regional dan sub-regional.
Direktur Pemerintah Kota Surabaya dan Departemen Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Arief Boediarto mengatakan Pemkot Surabaya telah mengadopsi teknologi Sistem Informasi Geospasial (GIS) untuk menentukan batas wilayah setiap kecamatan.
Teknologi ini memungkinkan data berbasis spasial ditampilkan melalui aplikasi sistem database, sehingga memberikan akses yang mudah dan transparan hingga batas wilayah masing-masing.
“Kota Surabaya lebih percaya diri dan berupaya dalam menentukan dan menegaskan batas wilayah masing-masing kotamadya dan kecamatan. Hasil dari keputusan ini adalah peraturan pasar yang menjadi landasan hukum bagi masing-masing daerah,” kata Arief dalam siaran persnya. Laporan Kompas.com kami terima, Rabu (11/6/2024).
Baca juga: Surabaya Menjadi Kota Pertama di Indonesia yang Mendapatkan Syarat AA dari SAKIP dengan Menggunakan Teknologi AI
Arief mengatakan pemanfaatan GIS tidak hanya berdampak pada kejelasan batas wilayah, tetapi juga mengurangi kemungkinan terjadinya konflik dan sengketa pertanahan yang sering terjadi di perkotaan.
Selain itu, peta batas wilayah yang jelas memberikan payung hukum yang kuat bagi setiap kabupaten dan wilayah administratif untuk mengelola wilayahnya secara lebih efektif.
“Yang terpenting ini bisa menjadi acuan penyediaan dana kecamatan (dakhel) yang lebih tepat sasaran sehingga penggunaan dan pengelolaan dana bisa lebih terpantau,” kata Arief.
Arief juga mengungkapkan, data batas wilayah yang tersedia pada aplikasi database GIS telah terintegrasi dengan perangkat daerah (PD) yang sesuai.
Melalui hal ini, rincian pembayaran pajak di setiap daerah dapat diperiksa dengan lebih mudah, dan diharapkan pula peningkatan pendapatan Toko Daerah Surabaya (PAD) semakin meningkat.
“Kami bisa segera mengidentifikasi dan menelusuri biaya izin mendirikan bangunan (IMB) yang belum ditangani oleh pemerintah daerah dan kabupaten,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Tata Usaha Wilayah Bapemkesra Kota Surabaya Fitri Yuliana menjelaskan, pihaknya menggandeng Kodam 5 Brawijaya dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam proses penetapan batas wilayah.
Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan tidak ada area yang berada di atas atau di bawah batas yang telah ditetapkan.
Baca juga: Sukses Kurangi Kemiskinan Ekstrim dan Keterbelakangan Pembangunan, Kemenkeu Tawarkan Insentif Rp 19 Miliar ke Pemkot Surabaya
“Dalam proses ini kami pastikan data kependudukan sudah benar sebelumnya, batas wilayah sudah ditetapkan dan dipastikan dengan mengacu pada dokumen tanah dan peta Kretek.
Fitri mengatakan, keberhasilan Pemkot Surabaya meraih predikat BIG Gold tidak lepas dari berbagai indikator tersebut.
Hingga saat ini, 125 dari 153 kecamatan di Surabaya dan 25 dari 31 kelurahannya sudah memiliki batas wilayah yang jelas dan ditetapkan dalam Perwali. Sedangkan ruas sisanya masih dalam tahap akhir dan diharapkan selesai pada tahun 2026.
“Tujuan kami adalah menyelesaikan seluruh keputusan zonasi pada tahun 2026. Saat ini 28 kecamatan dan 6 kelurahan masih dalam penetapan batas zonasi,” kata Fitri (ADV).
Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Terima Penghargaan Bergengsi dari MarkPlus Institute
Artikel Manfaatkan Sistem Informasi Geospasial, Pemkot Surabaya Raih Predikat Emas Bhumandala Award 2024 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel RSUD Eka Candrarini Surabaya Resmi Beroperasi, Fokus pada Layanan Ibu dan Anak pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Rumah sakit ini fokus memberikan pelayanan prima bagi kesehatan ibu dan anak.
Saat momen pembukaan, Wali Kota Surabaya Iri Kahadi mengaku berterima kasih dan mengapresiasi berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam pembangunan RSUD Aka Candarini.
Salah satu pihak yang dipuji Erie adalah Kejaksaan Agung (Kejati) Jawa Timur atas bantuan dan dukungannya dalam proses pembangunan rumah sakit.
Kejati Jatim membantu dari tahap tender hingga selesai pembangunan. Dukungan DPRD Surabaya juga luar biasa. Mereka menunjukkan kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif. Terima kasih untuk itu, alhamdulillah RS Aka Kondrani “Resmi dibuka hari ini, rumah sakit ini akan memberikan pelayanan terbaik khususnya kepada ibu dan anak,” kata Eri, Rabu. Kompas.com (18/12/2024) mengatakan dalam keterangannya.
Eri menjelaskan, pada tahap pertama, RS Akka Kondrani akan menyediakan 155 tempat tidur dari total kapasitas 327 unit.
Selain itu, 16 poliklinik juga berfungsi, antara lain poliklinik kardiologi, pediatri, obstetri, dan ginekologi.
“Kami ingin pasien merasa nyaman. Ketika merasa nyaman maka psikologinya juga akan bekerja. Dengan begitu, insya Allah pasien akan senang dan lebih cepat sembuh,” jelas Ari.
Selain menjalankan sejumlah poliklinik, Ari juga mencatat RS Akka Kondrani menjalankan fasilitas rawat jalan (IRJ) dan instalasi gawat darurat (IGD).
Masyarakat dapat mengakses kedua layanan tersebut dengan menggunakan BPJS Kesehatan.
“Kami belum ada layanan bayi tabung. Karena ruangannya berbeda dan kami sedang mempersiapkannya sekarang,” kata Ari.
Sementara itu, lanjutnya, Intra Bed Facility (IRNA) ditargetkan akan tersedia dalam dua minggu ke depan. Layanan ini akan beroperasi setelah proses akreditasi dan sterilisasi di RS Akka Kondrinini selesai.
Baca juga: Stimulasi Perekonomian dan Pariwisata Lokal, Surabaya Kembangkan 44 Kampung Tematik
“Karena untuk akreditasinya harus operasional dulu. Makanya kita kelola rawat jalan dan IGD. Nanti setelah akreditasi dan sterilisasi, kita buka semua rumah sakit perawatan,” kata Erie.
Dengan beroperasinya RS Aka Kondrinini, Ere berkomitmen untuk terus meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Surabaya.
Sehingga ia berharap rumah sakit tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Surabaya dan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi ibu dan anak. Jadi simbol yang penting
Sementara itu, Kepala Kejati Jatim Mia Amiti mengatakan RS Aka Kanderrini merupakan simbol dan langkah penting dalam akses layanan kesehatan di Surabaya.
Oleh karena itu, ia meyakini kehadiran RSUD Aka Kandarini tidak hanya sekedar bangunan fisik, namun juga wujud komitmen Pemkot Surabaya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.
“Kejaksaan aktif memantau perkembangan ini agar adil, transparan, dan bebas dari penyimpangan,” kata Mia.
Mia juga mengatakan Kejati Jatim berperan aktif dalam mencegah potensi korupsi untuk memastikan pengalokasian anggaran dilakukan secara efisien dan efektif.
Hal ini sejalan dengan Perintah Jaksa Agung Nomor 5 tentang Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Tahun 2023.
Ia mengatakan: “Kami bersyukur seluruh rangkaian tahapan pekerjaan telah berjalan sesuai. Anggaran dikeluarkan tepat waktu, dengan kualitas yang tepat, dengan maksud dan tujuan yang tepat.”
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Ade Sutaravijuanu memuji operasional RSUD Aka Kundrinini.
Menurut dia, pembangunan rumah sakit tersebut juga merupakan hasil kerja sama antara eksekutif dan legislatif.
“Kami berharap pelayanan kesehatan di Surabaya cepat, berkualitas dan memuaskan masyarakat,” kata Adi.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tingkatkan Pelayanan Publik yang Cepat dan Transparan
Dalam kesempatan tersebut, Adi juga membeberkan rencana Erie untuk membangun RSUD di daerah lain pada tahun 2025.
Kedepannya RSUD akan didirikan di wilayah Surabaya Selatan dan dilanjutkan di Surabaya Utara agar pemerataan pelayanan kesehatan.
“Saya sebagai Ketua dan Anggota DPRD Surabaya pasti mendukung mendapatkan pelayanan dari rumah sakit ini karena bisa user-friendly dan juga memberikan dukungan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sebagai informasi, RS Eka Candrarini Surabaya memiliki master plan seluas kurang lebih 5,3 hektare. Sementara pada tahap awal, lahan untuk pembangunan rumah sakit ini mencapai 1,7 hektare.
RS Eka Candrarini dilengkapi dengan berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari layanan medis, gawat darurat, IRJ, fasilitas bedah sentral (IBS) hingga IRNA.
Selain itu, RSUD juga dilengkapi dengan sejumlah layanan penunjang medis lainnya, seperti apotek, laboratorium klinik, bank darah, dan radiologi. (ADV)
Baca Juga: Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Administrasi Informasi Publik di KI Jatim Awards 2024
Artikel RSUD Eka Candrarini Surabaya Resmi Beroperasi, Fokus pada Layanan Ibu dan Anak pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Ini Komitmen Pemkot Surabaya untuk Pemerataan Akses Layanan Kesehatan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ch (49), warga Desa Margorukun, Desa Gundih, Kecamatan Bubutan, 49 tahun, mengungkapkan kepuasannya terhadap pelayanan medis yang diberikan di rumah sakit tersebut. Ia mencatat, kemudahan pendaftaran online telah mengurangi waktu tunggu jadwal pemeriksaan kesehatan di klinik kardiologi.
– Ngomong-ngomong, tahun lalu saya melakukan pemeriksaan rutin di klinik jantung. Antreannya tidak terlalu panjang. “Kalau mendaftar secara online, kami tahu perkiraan waktu kedatangannya, sehingga tidak perlu menunggu lama,” ujarnya dalam siaran pers yang diperoleh Kompas.com, Kamis (7/11/2024).
Peningkatan pelayanan di RSUD Dr M Soewandhie tak lepas dari perhatian langsung Wali Kota Surabaya Eri Kahyadi yang melakukan sidak pada November 2022. Berlokasi di Jalan Tambak Rejo, rumah sakit ini menjadi andalan. agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan.
Selain RSUP Dr M Soewandhi, Pemkot Surabaya mengoperasikan RS Bhakti Dharma Khusada (BDH) di Jalan Kendung, Kecamatan Benovo. Sejak dibuka pada 26 Agustus 2010, rumah sakit ini menjadi pusat perhatian masyarakat Surabaya Barat.
“Karena dekat rumah saya ada RSUD BDH, saya jadi mudah mendapatkan pelayanan kesehatan. Warga Nur, Sememi, Kendung, Kecamatan Benovo: “Kalau ada keadaan darurat bisa langsung datang.
Noor menambahkan, dirinya lebih memilih RS BDH dibandingkan RS Dr Soetomo yang kini dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Karena lokasinya lebih dekat dan pelayanannya sesuai.
Pembangunan RSUD Surabaya Timur
Guna memperluas akses pelayanan kesehatan, Pemerintah Kota Surabaya kini telah mendirikan Rumah Sakit Eka Candrarini atau Rumah Sakit Daerah Surabaya Timur. Rumah sakit ini terletak di Jalan Medokan Asri Tengah dan dirancang untuk melengkapi layanan RSUD Dr M Soewandhie dan RSUD BDH.
“RSUD Surabaya Timur akan memberikan layanan khusus bagi ibu dan anak, termasuk spesialis kebidanan dan kandungan (OBGYN), serta perlindungan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sekaligus mengurangi antrian di rumah sakit yang ada,” kata Eri. landasan rumah sakit.
Erie berharap rumah sakit yang akan dibuka pada November 2024 ini dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.
“Rumah sakit ini mengutamakan ibu dan anak, tetapi juga melayani semua jenis penyakit,” jelasnya.
Warga Kedung Baruk, Tasya, Kecamatan Rungkut menyambut baik pembangunan RSUD Surabaya Timur.
“Kalau dekat rumah sakit pemerintah kota, biayanya akan lebih murah dibandingkan rumah sakit swasta. “Saya berharap fasilitas dan pelayanannya cepat dan dapat diterima,” harapnya. Pembangunan dua rumah sakit baru direncanakan
Tidak sampai disitu saja, Pemkot Surabaya berencana membangun dua rumah sakit tambahan pada tahun 2025, masing-masing di Surabaya Selatan dan Surabaya Utara. Langkah ini diambil untuk memastikan akses yang sama terhadap layanan medis di seluruh kota.
“Tahun depan kami akan membangun dua rumah sakit lagi di wilayah selatan dan utara. “Sehingga pemerataan layanan kesehatan di Surabaya akan optimal,” kata Eri.
Menurut Eri, penambahan rumah sakit ini diharapkan dapat mengurangi beban pelayanan di RSUD Dr M Soewandhi dan RSUD BDH yang saat ini melayani lebih dari 2.000 pasien setiap harinya.
Dengan adanya rumah sakit baru, kapasitas pelayanan akan merata sehingga setiap rumah sakit mampu menangani sekitar 500 pasien per hari.
“Kami yakin dengan peran serta pemerintah, pelayanan kesehatan akan maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat Surabaya,” imbuhnya.
Dukungan DPRD dan harapan masyarakat
Langkah Pemkot Surabaya ini mendapat pujian dari Johari Mustawan, Anggota Komisi DPRD Surabaya. Menurutnya, pembangunan rumah sakit baru sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami mendukung pembangunan RSUD Surabaya Timur dan RS di wilayah selatan dan utara. “Pelayanan kesehatan harus mudah diakses oleh masyarakat dan meningkatkan angka harapan hidup,” kata Johari.
Ia juga meminta kepada Pemkot Surabaya untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai hidup sehat melalui tenaga kesehatan tingkat RT dan RW. Menurut Johari, dengan adanya universal health coverage (UHC) di Surabaya, warga akan lebih mudah mengakses layanan kesehatan dengan menunjukkan KTP.
“Kami berharap RSUD Surabaya Timur segera beroperasi, masyarakat merasakan dampaknya,” ujarnya.
Langkah strategis Pemerintah Kota Surabaya ini menunjukkan komitmen nyata untuk menjamin pemerataan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, dan terjangkau bagi seluruh warga kota. (ADV)
Artikel Ini Komitmen Pemkot Surabaya untuk Pemerataan Akses Layanan Kesehatan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Badan Publik Informatif di KI Jatim Awards 2024 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Penghargaan ini diserahkan Ketua KI Provinsi Jawa Timur Eddy Purwanto kepada Pj Wali Kota Surabaya Restu Novi Vidian.
Restu mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Surabaya atas prestasinya dalam Anugerah Badan Publik Berita Tahun 2024 kategori Tata Kelola Kabupaten/Kota.
Menurutnya, pencapaian ini menjadi awal yang baik bagi Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan kinerjanya, khususnya di bidang informasi publik.
“Alhamdulillah posisinya tepat pada kategori berita kabupaten/kota dengan skor 93,49. Jadi saya tidak akan melangkah lebih jauh. “Saya kira ini awal yang baik,” kata Restu dalam siaran pers yang diperoleh Kompas.com, Kamis (14/11/2024).
Baca juga: Manfaatkan Sistem Informasi Geospasial, Pemkot Surabaya Raih Golden Bhumandala Award 2024
Ke depan, kata dia, Pemkot Surabaya bersama para kepala Kantor Wilayah (PD) siap meningkatkan nilai sosialisasi.
Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan terbuka yang lebih baik bagi masyarakat Surabaya.
Dengan penghargaan tersebut, Pemerintah Kota Surabaya berhasil memenuhi amanat Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Restu berharap informasi yang terbuka ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Surabaya yang sangat heterogen.
“Kami terus meningkatkan sarana dan prasarana, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan penyandang disabilitas kurang mampu secara sosial,” ujarnya.
Presiden KI Pusat Doni Iosgiantoro mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto menilai keterbukaan informasi publik sangat penting bagi seluruh kementerian, lembaga, dan lembaga pemerintah.
KI memantau standar pelayanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Dia mencontohkan, penetapan standar pelayanan seperti pengadaan barang dan jasa juga memerlukan dokumen perencanaan, dokumen pelaksanaan, jadwal kerja (KAK) dan rencana anggaran biaya (RAB).
“Kami meyakini, tuntutan dan akses masyarakat terhadap informasi tidak boleh dihambat,” kata Dhoni.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Keluarkan Aturan Perval Iklan di Ruang Terbuka Hijau
Ia berharap, KI Jatim Award 2024 dapat menjadi acuan untuk menjelaskan angka literasi bagi keterbukaan informasi publik ke depan. Menurutnya, hal ini merupakan tugas bersama untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.
Menurutnya, saat ini masyarakat belum mengetahui haknya untuk mengetahui informasi publik yang terbuka.
“Ini tugas bersama. Saya optimis keterbukaan informasi publik di Jatim bisa menjadi prioritas ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Aktifkan 76 Rumah Pompa dan Normalisasi 306 Saluran Jelang Banjir Musim Hujan
Sebagai informasi, Pemkot Surabaya mengikuti tahapan KI Awards Jatim 2024, pertama tahap evaluasi angket dan tahap evaluasi uji publik.
Tahap evaluasi (pemantauan) kuesioner mencakup kewajiban badan publik untuk menyediakan dan mengumumkan informasi secara wajib dan berkala.
Pada tahap ini evaluasi dilakukan dengan melihat ketersediaan informasi, baik copy maupun hard copy, menggunakan halaman web dan sarana lain untuk menyediakan informasi publik.
Tahap selanjutnya adalah penguasaan oleh badan publik setiap saat terhadap dokumen yang memuat informasi publik. Hal ini diukur dari jumlah dokumen soft copy dan hard copy. Semakin lengkap ketersediaan dokumen, maka akses masyarakat semakin baik.
Penilaian juga dilakukan sehubungan dengan pengembangan website lembaga publik. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah badan publik menyediakan platform digital yang mendukung hak masyarakat untuk mengakses informasi publik.
Lalu, ada pula penilaian kelembagaan. Evaluasi ini dilakukan terhadap kerja badan publik yang menjamin akses terhadap informasi.
Selain itu, evaluasi dokumentasi pengadaan barang dan jasa. Penilaian ini mengacu pada penyediaan informasi, perolehan dan publikasi dokumentasi perolehan barang dan jasa.
Terdapat pula tahap evaluasi uji publik yang mencakup enam aspek yaitu kualitas informasi, jenis informasi, layanan informasi, komitmen organisasi, infrastruktur, dan digitalisasi.
Selanjutnya tahap kunjungan. Untuk lolos tahap ini, badan publik harus memiliki minimal 80 poin pada tahap kuesioner dan penilaian.
Tim evaluasi KIP Provinsi Jawa Timur melakukan kajian mendalam terhadap kuisioner pemantauan, kajian mendalam komitmen organisasi, dan kajian mendalam infrastruktur pada tahap evaluasi.
Kemudian, Pemkot Surabaya mengikuti proses presentasi, wawancara dan memperoleh nilai Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebesar 93,49 poin.
Sesuai dengan total kualifikasi nilai pemeringkatan KIP, Pemerintah Kota Surabaya masuk dalam kategori badan informasi publik kategori pemerintah kabupaten/kota.
Penilaian KIP pada badan publik bertujuan untuk mengukur tingkat kepatuhan badan publik dalam pelaksanaan KIP, mengidentifikasi, menginventarisasi, memberikan masukan dan menyelesaikan permasalahan yang timbul selama pelaksanaan KIP.
Selain itu, pengkajian juga dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi sebagai masukan advokasi kebijakan KIP serta data dasar peta digital KIP di Indonesia.
Jumlah permintaan informasi dari Badan Publik Pemerintah Kota Surabaya mencapai 31 permintaan pada tahun 2023.
Tahun ini jumlah tersebut meningkat signifikan yakni 64 aplikasi hingga Kamis (14/11/2024).
Selama dua tahun terakhir, permintaan informasi masyarakat paling banyak adalah informasi mengenai tanah dan dokumen perizinan. (ADV)
Artikel Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Badan Publik Informatif di KI Jatim Awards 2024 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>