Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

susu Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/susu/ Berita Seputar Global Indonesia Thu, 13 Mar 2025 11:50:57 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://sp-globalindo.co.id/wp-content/uploads/2024/10/cropped-sp-1-32x32.png susu Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/susu/ 32 32 Tak Semua Dapat Susu di Menu Makan Bergizi Gratis, Begini Penjelasan BGN https://sp-globalindo.co.id/tak-semua-dapat-susu-di-menu-makan-bergizi-gratis-begini-penjelasan-bgn/ https://sp-globalindo.co.id/tak-semua-dapat-susu-di-menu-makan-bergizi-gratis-begini-penjelasan-bgn/#respond Thu, 13 Mar 2025 11:50:57 +0000 https://sp-globalindo.co.id/tak-semua-dapat-susu-di-menu-makan-bergizi-gratis-begini-penjelasan-bgn/ Jakarta, Compass.com – Badan Nutrisi Nasional (BGN) telah mengakui bahwa beberapa sekolah Indonesia belum menerima susu dalam diet nutrisi gratis (MBG), yang terjadi pada hari Senin (1 1.2025). Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan susu itu dimaksudkan hanya untuk daerah dengan...

Artikel Tak Semua Dapat Susu di Menu Makan Bergizi Gratis, Begini Penjelasan BGN pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
Jakarta, Compass.com – Badan Nutrisi Nasional (BGN) telah mengakui bahwa beberapa sekolah Indonesia belum menerima susu dalam diet nutrisi gratis (MBG), yang terjadi pada hari Senin (1 1.2025).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan susu itu dimaksudkan hanya untuk daerah dengan sapi susu.

“Saya menjelaskan, susu akan menjadi bagian dari makanan nutrisi untuk daerah di mana ada sapi susu,” kata Dadan setelah bertemu dengan Komisi IX di Gedung Parlemen Indonesia di Jakarta Tengah pada hari Senin (1. 1.

Tujuan dari keputusan untuk menyediakan susu hanya untuk area susu yang sapi adalah untuk memperkuat sumber daya lokal.

Baca Juga: Selama 22 hari ke depan, Badan Nutrisi Tangerang Selatan berjanji untuk menyediakan uang lain untuk makanan nutrisi gratis

“Kami tidak ingin program ini menjadi bagian dari peningkatan impor, tetapi kami ingin memperkuat sumber daya lokal,” kata Dadan.

Dia menambahkan bahwa susu dimasukkan dalam dana RP 71 triliun ditunjuk BGN ke program MBG.

“Itu semua dengan, jadi kami meniru simulasi ketika susu diberikan karena indeks ditujukan untuk presiden,” katanya.

Dadan juga mencatat bahwa BGN telah menciptakan kombinasi instruksi yang disediakan oleh Presiden Prabowo Subianto sehubungan dengan program diet nutrisi gratis.

“Untuk mempertahankan indeks untuk tinggal, kami membuat kombinasi untuk membuat susu entah bagaimana di tempat -tempat di mana sapi setidaknya tiga kali seminggu,” katanya.

Di daerah di mana tidak ada sapi susu, Dadan menyarankan bahwa protein dapat digantikan oleh sumber lain seperti ikan dan telur.

“Protein saat ini dapat digantikan oleh protein lain seperti ikan dan telur,” katanya.

Baca Juga: Badan Nutrisi akan menguji makanan nutrisi gratis di Aceh tentang pengukuran sejak Desember ini

Sebelumnya dilaporkan bahwa banyak anak dari banyak sekolah Indonesia tidak menerima menu susu selama distribusi makanan nutrisi gratis.

Misalnya, dalam SMP 1 Barunimati, District Palmerh, West Jakarta, makanan terdiri dari nasi, kecap ayam, rebusan kacang, tahu, jeruk, tanpa susu.

Sekolah lain yang juga tidak menerima susu termasuk SMP mengabaikan 12 Semarang, Jawa Tengah, SMPN 30 Bekasi dan beberapa sekolah di Depok, Jawa Barat. Periksa pesan dan pesan terbaru tentang pilihan kami secara langsung di ponsel Anda. Pilih Akses ke Saluran Saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafpbpzrzrk13ho3d. Pastikan Anda menginstal WhatsApp.

Artikel Tak Semua Dapat Susu di Menu Makan Bergizi Gratis, Begini Penjelasan BGN pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/tak-semua-dapat-susu-di-menu-makan-bergizi-gratis-begini-penjelasan-bgn/feed/ 0
Pakar Gizi: Susu Tetap Penting dalam Program Makan Bergizi Gratis https://sp-globalindo.co.id/pakar-gizi-susu-tetap-penting-dalam-program-makan-bergizi-gratis/ https://sp-globalindo.co.id/pakar-gizi-susu-tetap-penting-dalam-program-makan-bergizi-gratis/#respond Fri, 17 Jan 2025 01:40:53 +0000 https://sp-globalindo.co.id/pakar-gizi-susu-tetap-penting-dalam-program-makan-bergizi-gratis/ KOMPAS.com – Ahli Gizi, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dr Tria Astika Endah Permatasari menilai mengganti susu dengan sumber protein lain dalam program Gizi Gratis (MBG) untuk anak tidak tepat. Menurutnya, susu memiliki banyak manfaat kesehatan yang penting untuk tumbuh...

Artikel Pakar Gizi: Susu Tetap Penting dalam Program Makan Bergizi Gratis pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
KOMPAS.com – Ahli Gizi, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dr Tria Astika Endah Permatasari menilai mengganti susu dengan sumber protein lain dalam program Gizi Gratis (MBG) untuk anak tidak tepat.

Menurutnya, susu memiliki banyak manfaat kesehatan yang penting untuk tumbuh kembang anak.

“Paket nutrisi lengkap pada susu memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk tumbuh kembang anak,” kata profesor tersebut. Tria, seperti dikutip Antara, Rabu (14/1/2025).

Baca Juga: Program Bebas Makanan Utuh pada Susu: Haruskah Ini Menjadi Yang Pertama?

Dalam ceramah bertajuk “Pentingnya Susu” yang digelar di Jakarta, ia menjelaskan bahwa susu memberikan nutrisi yang tidak dapat digantikan oleh pangan nabati seperti daun kelor, atau pangan hewani lainnya.

Susu mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan bayi selama masa pertumbuhannya, seperti kalsium dan fosfor yang membantu pembentukan tulang.

Selain itu, susu juga kaya akan protein dan asam lemak esensial seperti omega-3, omega-6 dan DHA yang sangat penting untuk perkembangan otak anak.

Karena nutrisinya yang lengkap, susu menjadi sumber protein yang paling digemari pelajar.

Prof. Teriya menambahkan, susu menjadi bagian penting dalam mewujudkan impian Indonesia Emas 2045 karena dapat menunjang kesehatan generasi penerus bangsa.

“Susu merupakan makanan bergizi dan lezat yang memberikan nilai berharga untuk makanan sekolah gratis, menyehatkan dan umumnya digemari oleh pelajar,” kata sang profesor. tiga.

Pendapat senada juga diungkapkan Dokter Spesialis Anak, Humansa Ranto Morrison Panjitan bahwa susu mengandung kalsium, protein, dan vitamin D yang penting untuk tumbuh kembang anak dengan baik.

“Bahan-bahan ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh anak-anak saat mereka tumbuh dewasa,” kata Ranto.

Baca Juga: PB IDI Tawarkan Desain Menu Makanan Sehat Gratis dengan My Plate Guide

Program MBG yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gebran Rakabuming Raka bertujuan untuk menyelesaikan masalah gizi buruk di Indonesia.

Sasaran program ini adalah anak-anak usia sekolah, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA, serta bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Tujuan utama MBG adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2045.

Dalam pelaksanaan program tersebut, beberapa produk pengganti susu seperti susu ikan dan daun kelor ditawarkan sebagai alternatif sumber protein.

Meski demikian, para ahli gizi menilai susu masih menjadi pilihan terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak Indonesia. Dengarkan berita terbaik dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel Pakar Gizi: Susu Tetap Penting dalam Program Makan Bergizi Gratis pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/pakar-gizi-susu-tetap-penting-dalam-program-makan-bergizi-gratis/feed/ 0
Tangki Pendingin: Siasat Produsen Susu Dukung Makan Bergizi Gratis https://sp-globalindo.co.id/tangki-pendingin-siasat-produsen-susu-dukung-makan-bergizi-gratis/ https://sp-globalindo.co.id/tangki-pendingin-siasat-produsen-susu-dukung-makan-bergizi-gratis/#respond Thu, 26 Dec 2024 00:01:08 +0000 https://sp-globalindo.co.id/tangki-pendingin-siasat-produsen-susu-dukung-makan-bergizi-gratis/ Malang, KOMPAS.com – Produsen Produk Nutrisi Berbahan Dasar Susu, P.T. Frisian Flag Indonesia (FFI) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk susu segar lokal. Dengan begitu, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor susu, terutama untuk memenuhi kebutuhan program makanan...

Artikel Tangki Pendingin: Siasat Produsen Susu Dukung Makan Bergizi Gratis pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
Malang, KOMPAS.com – Produsen Produk Nutrisi Berbahan Dasar Susu, P.T. Frisian Flag Indonesia (FFI) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk susu segar lokal. Dengan begitu, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor susu, terutama untuk memenuhi kebutuhan program makanan bergizi gratis.

Dalam hal ini, Corporate Affairs Director PT FFI Andrew F Saputro mengatakan, pihaknya terus melanjutkan dan memperkuat kemitraan dengan peternak sapi perah lokal melalui Dairy Development Program (DDP), salah satunya koperasi SAE, Pujon, Malang, Jawa Timur.

“Koperasi de Productie Lattice (KPS) merupakan mitra strategis kami dalam membantu para peternak untuk menghasilkan susu segar yang berkualitas, dan untuk itu koperasi berperan penting dalam pendistribusian susu segar dari peternak ke ‘industri pengolahan’,” kata Andrew . Pada acara pelantikan Petani. Menghadiri Milk Collection Center (MCC) Pujan oleh Compass Health, Selasa (10/12/2024).

DDP telah berjalan sejak tahun 2013 dan berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang layak bagi peternak sapi perah Indonesia, ujarnya.

Harapannya, para peternak lokal mampu menghasilkan susu segar berkualitas yang berdampak positif terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis: Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 10.000

Program DDP FFI antara lain berupa bantuan perbaikan fasilitas tanpa bunga sebesar Rp. 1,5 miliar, untuk mengirimkan petani mengikuti Young Progressive Farmer Academy (YPFA) atau Pelatihan Petani Muda di Belanda dan yang terbaru atau baru diresmikan yaitu dua tangki pendingin.

Setiap tangki mampu menampung 5 ton susu segar sebelum diangkut dengan truk Frisian flag untuk diproses di pabrik FFI, Sikarang, Jawa Barat.

Menurut Andrew, tangki pendingin di MCC Pujon akan meningkatkan efisiensi penyimpanan susu segar, menjaga kualitas produk dan memudahkan peternak dalam memenuhi standar industri.

Ketua Umum Koperasi SAE Niam Shofi menyambut baik kehadiran tangki pendingin atau MMC dari FFI di Pujon. Menurutnya, dukungan teknologi dan akses pasar yang lebih baik memberikan peluang bagi para kreator untuk mengembangkan dan meningkatkan skala usahanya.

Produksi susu dalam negeri yang kuat akan membantu memenuhi kebutuhan nasional, mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan status gizi masyarakat, terutama dalam memenuhi program andalan Presiden Prabowo Subianto yaitu makanan bergizi gratis.

 

Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, mengatakan susu merupakan sumber nutrisi yang baik untuk menu makanan bergizi, namun pasokan dalam negeri masih belum mencukupi.

Sekadar informasi, kebutuhan susu nasional saat ini sebesar 4,7 ton. Sedangkan ketersediaan susu dalam negeri hanya 3 juta ton. Artinya, Indonesia mengalami defisit sebesar 1,7 juta ton sehingga peternak lokal, produsen susu, dan pemangku kepentingan harus bekerja sama untuk mengatasi situasi tersebut.

“Badan Gizi Nasional sudah menghitung paket makanan bergizi gratis yang bahan bakunya berasal dari daerah sekitar sehingga harganya terjangkau. Dengan harga (budget) saat ini karena bahan baku (susu) lokal maka harganya bisa terjangkau. Mudah-mudahan Stok susunya akan tersedia, “seperti susu pasteurisasi Koperasi SAE Pujon dan yang diolah oleh industri susu,” kata Agung.

Baca Juga: Uji Coba Makanan Bergizi di Yogyakarta, Pelajar Punya Lauk Daging Sapi dan Susu Fortifikasi

Susu merupakan sumber nutrisi lengkap yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan setiap anak karena mengandung protein berkualitas tinggi dengan semua asam amino esensial serta kalsium, magnesium, fosfor dan berbagai vitamin. ketahanan tubuh. Memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mendukung pertumbuhan yang sehat.

Dengan kandungan nutrisi yang kaya dan manfaat yang melimpah, susu berperan penting dalam meningkatkan status gizi nasional.

Oleh karena itu, kolaborasi antara industri susu, peternak dan semua pihak sangat penting untuk mendukung ketersediaan susu guna memenuhi program gizi gizi 5 tahun ke depan.  Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel Tangki Pendingin: Siasat Produsen Susu Dukung Makan Bergizi Gratis pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/tangki-pendingin-siasat-produsen-susu-dukung-makan-bergizi-gratis/feed/ 0
Virus Flu dalam Susu Mentah: Risiko Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai https://sp-globalindo.co.id/virus-flu-dalam-susu-mentah-risiko-tersembunyi-yang-perlu-diwaspadai/ https://sp-globalindo.co.id/virus-flu-dalam-susu-mentah-risiko-tersembunyi-yang-perlu-diwaspadai/#respond Wed, 18 Dec 2024 16:10:55 +0000 https://sp-globalindo.co.id/virus-flu-dalam-susu-mentah-risiko-tersembunyi-yang-perlu-diwaspadai/ KOMPAS.com – Susu mentah sering disebut-sebut lebih alami dan sehat dibandingkan susu pasteurisasi. Namun menurut Medical News, penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Stanford mengungkap potensi bahaya meminum susu mentah. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Environmental Science and Technology Letters...

Artikel Virus Flu dalam Susu Mentah: Risiko Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
KOMPAS.com – Susu mentah sering disebut-sebut lebih alami dan sehat dibandingkan susu pasteurisasi. Namun menurut Medical News, penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Stanford mengungkap potensi bahaya meminum susu mentah.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Environmental Science and Technology Letters pada 12 Desember menemukan bahwa flu dapat menyebar hingga lima hari dalam susu beku. Temuan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai flu burung yang menyerang ternak.

“Studi ini menyoroti risiko terkena flu akibat mengonsumsi susu mentah dan pentingnya pasteurisasi susu,” kata penulis senior studi tersebut, Alexandria Boehm, seorang profesor di Stanford’s Doerr School of Sustainability dan Stanford School of Engineering.

Baca Juga: Cold Tank: Layanan Donasi Gratis Untuk Produsen Susu

Lebih dari 14 juta orang Amerika minum susu mentah setiap tahunnya. Berbeda dengan susu pasteurisasi, susu mentah tidak dipanaskan untuk membunuh bakteri berbahaya.

Ada yang bilang susu mengandung nutrisi bermanfaat, enzim, dan probiotik yang baik untuk kekebalan tubuh dan pencernaan. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) menyebutkan susu mentah berisiko menjadi agen 200 penyakit. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga memperingatkan bahwa bakteri seperti E. coli dan salmonella dalam susu mentah sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak, orang lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas fisik. .

Peneliti Stanford juga menguji ketahanan virus flu H1N1PR8 pada susu mentah di lemari es. Oleh karena itu, virus tersebut tetap aktif dan menular selama lima hari.

“Virus influenza bisa bertahan dalam susu mentah selama beberapa hari, sehingga bisa menyebar,” kata Mengyang Zhang, salah satu penulis penelitian tersebut. “

Zhang menambahkan bahwa virus influenza menyebar melalui permukaan dan bahan lain yang masuk ke dalam susu, sehingga meningkatkan risiko penularan pada hewan dan manusia.

Selain itu, penelitian menemukan bahwa RNA virus influenza, yang merupakan molekul yang tidak berbahaya bagi kesehatan, terdeteksi dalam susu mentah hingga 57 hari.

Baca juga: Tak perlu impor susu kalau peternak lokal kuat

Sebaliknya, proses annealing menghancurkan virus menular secara efektif dan mengurangi RNA virus hingga 90%. Meskipun virus RNA tidak berbahaya, virus ini sering dilaporkan dalam lingkungan pemantauan untuk mendeteksi penyakit seperti influenza.

Studi ini menyoroti pentingnya meningkatkan sistem surveilans, terutama ketika flu burung terus menyebar ke hewan ternak.

Penelitian ini juga melengkapi penelitian sebelumnya yang menggunakan air limbah untuk mendeteksi influenza.

Analisis menunjukkan bahwa limbah dari industri susu merupakan sumber utama penyakit ini. Dengan memantau limbah, petugas kesehatan dapat mendeteksi penyakit aktif pada ternak di sekitarnya.

Penelitian di Stanford ini memberikan peringatan penting tentang potensi bahaya meminum susu mentah, terutama mengingat berkembangnya flu burung.

Pelabelan juga merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dari risiko kontaminasi pada produk susu.

Bagi konsumen, memilih produk susu yang baik tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mencegah penyakit. Pilih berita dan pembaruan langsung dari ponsel Anda. Pilih berita yang paling Anda sukai Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel Virus Flu dalam Susu Mentah: Risiko Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/virus-flu-dalam-susu-mentah-risiko-tersembunyi-yang-perlu-diwaspadai/feed/ 0
Pimpinan DPR Minta Pemerintah Sanksi Perusahaan jika Tak Pakai Susu Peternak Lokal https://sp-globalindo.co.id/pimpinan-dpr-minta-pemerintah-sanksi-perusahaan-jika-tak-pakai-susu-peternak-lokal/ https://sp-globalindo.co.id/pimpinan-dpr-minta-pemerintah-sanksi-perusahaan-jika-tak-pakai-susu-peternak-lokal/#respond Mon, 18 Nov 2024 06:20:53 +0000 https://sp-globalindo.co.id/pimpinan-dpr-minta-pemerintah-sanksi-perusahaan-jika-tak-pakai-susu-peternak-lokal/ JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta pemerintah tidak hanya memantau kebijakan mengenai keharusan perusahaan menggunakan susu sapi dari peternak lokal. Menurut dia, sanksi tegas harus diberikan kepada perusahaan yang tidak menerapkan kebijakan tersebut. “Pemerintah harus...

Artikel Pimpinan DPR Minta Pemerintah Sanksi Perusahaan jika Tak Pakai Susu Peternak Lokal pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta pemerintah tidak hanya memantau kebijakan mengenai keharusan perusahaan menggunakan susu sapi dari peternak lokal.

Menurut dia, sanksi tegas harus diberikan kepada perusahaan yang tidak menerapkan kebijakan tersebut.

“Pemerintah harus memantau kerja sama ini, sehingga perusahaan dapat meningkatkan penggunaan susu dari peternak lokal jika aturan tidak dipenuhi,” kata Cucun, Rabu (13/11/2024).

Baca Juga: Menko Zulhas: Prioritaskan produksi nasional dan batasi impor susu

Dikatakannya, sebenarnya kewajiban perusahaan mengambil susu sapi dari peternak lokal diatur dalam Peraturan Kementerian Pertanian Nomor 33 Tahun 2018.

Namun peraturan ini dinilai belum berjalan baik di lapangan. Selain itu, susu impor juga kerap disukai perusahaan karena harganya yang lebih murah.

Cucun mendorong pemerintah mengambil langkah nyata untuk mendukung para penggembala lokal.

“Pemerintah harus memastikan kebijakan yang diterapkan adil dan transparan. “Peternak harus mempunyai kesempatan yang sama untuk menjual produksi susunya tanpa diskriminasi atau pembatasan yang tidak adil,” ujarnya.

Terakhir, ia mengingatkan bahwa swasembada pangan tidak akan tercapai tanpa adanya jaminan kesejahteraan petani dan peternak.

“Kasihan para petani, membanjirnya susu impor semakin memeras susu para peternak lokal kita dan kita harus ingat bahwa kedaulatan pangan kita tidak akan berkembang jika para petani dan peternak tidak didukung,” imbuhnya.

Baca Juga: Alasan Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Susu Impor Bikin Para Peternak Marah

Sebelumnya, sejumlah peternak di Boyolali (Jawa Tengah) mengambil tindakan membuang susu sapi perah sehubungan dengan pengurangan kuota susu untuk masuk ke pabrik susu atau industri pengolahan susu.

Aksi pada Sabtu (11/09/2024) itu mendapat respons pemerintah saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat dengar pendapat yang mempertemukan perwakilan produsen susu, pengepul, dan industri pengolahan susu di kantor kementerian. Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (11/11/2024).

Amran mengatakan dia telah mengirim surat ke pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, meminta industri susu harus menyerap produksi susu dari peternak lokal. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel Pimpinan DPR Minta Pemerintah Sanksi Perusahaan jika Tak Pakai Susu Peternak Lokal pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/pimpinan-dpr-minta-pemerintah-sanksi-perusahaan-jika-tak-pakai-susu-peternak-lokal/feed/ 0
Apa Beda Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa? Ini Penjelasan Dokter https://sp-globalindo.co.id/apa-beda-alergi-susu-dan-intoleransi-laktosa-ini-penjelasan-dokter/ https://sp-globalindo.co.id/apa-beda-alergi-susu-dan-intoleransi-laktosa-ini-penjelasan-dokter/#respond Tue, 12 Nov 2024 03:10:51 +0000 https://sp-globalindo.co.id/apa-beda-alergi-susu-dan-intoleransi-laktosa-ini-penjelasan-dokter/ KOMPAS.com – Intoleransi laktosa dan alergi susu sangat mirip sehingga banyak orang mengira keduanya sama. Faktanya, alergi susu dan intoleransi laktosa adalah dua kondisi berbeda yang melibatkan masalah pencernaan. “Alergi susu dan intoleransi laktosa adalah dua kondisi yang berbeda, meski...

Artikel Apa Beda Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa? Ini Penjelasan Dokter pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
KOMPAS.com – Intoleransi laktosa dan alergi susu sangat mirip sehingga banyak orang mengira keduanya sama.

Faktanya, alergi susu dan intoleransi laktosa adalah dua kondisi berbeda yang melibatkan masalah pencernaan.

“Alergi susu dan intoleransi laktosa adalah dua kondisi yang berbeda, meski keduanya melibatkan masalah pencernaan setelah mengonsumsi produk susu,” kata Dr. PhD. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), Kamis (7/11/2024) melalui Antara.

Baca juga: Alergi susu pada anak bisa dicegah sejak dalam kandungan

Zakiuddin menjelaskan, alergi susu merupakan suatu kondisi di mana tubuh anak mengembangkan kekebalan terhadap protein seperti kasein atau whey yang ada dalam susu.

Alergi ini cenderung lebih serius dan memerlukan pengobatan segera, dan faktor genetik, terutama riwayat alergi dalam keluarga, dapat meningkatkan risiko alergi susu pada anak.

Jika seorang anak alergi terhadap susu sapi, biasanya ia akan mengalami gejala yang parah seperti ruam, muntah, gatal-gatal, pembengkakan pada mulut atau wajah, atau bahkan efek samping yang lebih serius.

Baca Juga: Alternatif Susu untuk Anak Alergi Susu atau Intoleransi Laktosa

Sementara itu, Zakiuddin mengatakan intoleransi laktosa merupakan masalah pencernaan.

Berbeda dengan alergi susu, intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa, gula alami dalam susu.

Kondisi ini terjadi karena kurangnya enzim laktase yang membantu memecah laktosa di usus kecil.

Gejala umumnya berupa diare, kembung, dan sakit perut setelah mengonsumsi susu atau produk olahan susu.

Jika Anda memiliki intoleransi laktosa, tubuh Anda tidak akan bereaksi terhadap protein susu seperti alergi susu, namun akan kesulitan mencerna laktosa.

Menurutnya, intoleransi laktosa bisa terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa atau anak-anak yang lebih besar.

Anak-anak yang mengalami intoleransi laktosa dapat mengonsumsi sedikit produk susu atau produk dengan kandungan laktosa lebih rendah tanpa gejala yang parah.

Orang tua dapat mencoba memberikan susu rendah laktosa atau menyesuaikan jumlah susu untuk mengurangi gejala.

“Jika anak mengalami gejala setelah minum susu, penting untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan menentukan pengobatan yang tepat,” ujarnya. Dengarkan berita terkini dan pilihan terbaik kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel Apa Beda Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa? Ini Penjelasan Dokter pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/apa-beda-alergi-susu-dan-intoleransi-laktosa-ini-penjelasan-dokter/feed/ 0