Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Video Viral Oknum Ojol Mengamuk Saat Ditegur karena Lawan Arah - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Sports

Video Viral Oknum Ojol Mengamuk Saat Ditegur karena Lawan Arah

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) marah kepada seorang pengemudi mobil setelah diperingatkan karena melanggar arah lalu lintas.

Dalam video yang diunggah akun Instagram Jakarta Keras, kejadian bermula saat ada mobil yang mengejar sepeda motor Ojol yang melaju dari arah berlawanan di dekat tikungan dan menyuruhnya berbalik.

Baca juga: Awas Kemacetan, Ini 3 Titik Rekonstruksi di Tol Jakarta-Sigambek

Sopir ojek tidak menyetujui tindakan pengemudi mobil tersebut. Kemudian seorang sopir taksi yang mengendarai sepeda motor mengejar mobil tersebut dan terjadilah pertengkaran di antara mereka.

Jusri Bulubuhu, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDTC), menilai hal tersebut mencerminkan menurunnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Aksi protes ini menjadi pembelajaran buruk bagi masyarakat. Pelanggaran jika menjadi budaya akan menjadi gangguan dan hambatan bagi Indonesia, kata Jasri kepada Kompas.com, Senin (14/10/2024).

“Masyarakat bisa belajar dari kesalahan, tapi ini pada level yang berbeda. Perilaku buruk yang dilakukan berulang-ulang akan menimbulkan stigma negatif,” imbuhnya.

Baca Juga: Spek Pep Mang Digunakan Jokowi-Prabovo untuk Cek Pasukan Mako Primobil

Jusri juga menyoroti minimnya rasa malu di kalangan pelanggar lalu lintas saat ini.

“Kami melihat perilaku menyimpang ini sudah menjadi budaya. Pelanggaran-pelanggaran ini tidak hanya terlihat di lalu lintas jalan raya, tapi di semua aspek kehidupan, misalnya ada guru yang menegur siswa tapi ditentang, atau praktik korupsi,” ujarnya. .

Menurut Jusri, saat ini pelanggaran lalu lintas kerap dilakukan secara berkelompok sehingga masyarakat yang tidak mau melanggar ikut terlibat.

“Kejahatan angkutan massal ini menjadi pelajaran buruk bagi anak-anak, dimana yang salah tetap benar, dan yang benar tetap salah,” ujarnya.

Baca Juga: Inchcape Pastikan Penjualan Mobil Listrik Pintar Terus Berlanjut di Indonesia

Meski demikian, Jusri juga menegaskan bagaimana seharusnya sanksi bagi pelanggar lalu lintas di jalan raya. Sekalipun mobilnya baik-baik saja, cara menghukumnya yang tidak tepat dianggap tidak adil.

“Benar dan salah itu bukan tugas kita, itu tugas polisi, hakim, kalau melihat ada yang berbuat salah sebaiknya dihindari, lebih baik dihindari,” coba pengemudi mobil dalam kasus ini. . “Beri dia pelajaran, supaya kalau berbuat kesalahan tidak apa-apa.” Tapi tukang ojek itu tidak setuju, kata Jusri.

“Jadi ketika kita melihat pelanggaran, kita catat dan viralkan, jangan langsung dikutuk. Tindakan seperti itu sungguh berbahaya karena bisa menimbulkan konflik,” tutupnya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *