Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Komisi III DPR Sebut 7 Fraksi Tolak Wacana Polri di Bawah Kemendagri - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Komisi III DPR Sebut 7 Fraksi Tolak Wacana Polri di Bawah Kemendagri

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Komisi III DPR RI Habiborokhman mengatakan sebagian besar fraksi di komisinya tidak setuju dengan wacana penugasan Polri ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Usulan serupa disampaikan Ketua DPP PDI-P Deddy Yevri Sitorus yang menuding polisi ikut memenangkan pemilihan pendahuluan daerah (bilkada) di banyak daerah.

Kawan-kawan, sudah diperbaiki, sebagian besar fraksi di Komisi III menyatakan 7 dari 8 fraksi menyatakan tidak setuju dengan usulan tersebut, kata Habiborokhman usai ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Senin (12/02/2024).

Artinya, hanya PDI-P yang menginginkan pidato tersebut.

Baca Juga: PDI-P Minta Polri Kembali ke TNI atau Kemendagri, Kapolri Bicara Ekonomi, Panglima Diam

Ahmad Sahronis, Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem Partai, mengatakan cerita negatif yang terulang di pojok kepolisian akan terus berlanjut meski tugasnya dilimpahkan ke Kementerian Dalam Negeri.

Baginya, wacana tersebut bukanlah solusi kepolisian yang saat ini sedang banyak menyita perhatian.

“Polri adalah bagian dari aparatur negara yang harus bertanggung jawab langsung kepada presiden, bukan kementerian yang tidak relevan,” ujarnya.

“Kemudian sedikit demi sedikit di sana-sini, seolah-olah ada sekelompok orang yang menggunakannya, misalnya. “Yah, itu cerita negatif,” lanjutnya.

Baca Juga: Wacana Polri oleh TNI atau Kemendagri, TNI Ikuti Keputusan Pemerintah dan DPR

Jazilul Fawaid, Anggota Komisi III Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, menyampaikan hal senada.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya tidak melihat perlunya mempercayakan kepolisian kepada Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, budaya internal Polri harus ditingkatkan. Bukannya mengubah struktur atau posisi organisasi.

“PKB, setelah ditinjau, kami (Polri) akan tetap berpegang pada struktur yang ada saat ini, karena melihat argumentasi dan alasan yang tidak terlalu kuat, menurut saya yang terpenting adalah apa yang perlu diperbaiki, apa yang dibutuhkan. “Yang harus direformasi adalah budayanya, bukan strukturnya,” ujarnya.

Usulan perubahan struktur kepolisian diketahui muncul setelah PDI Perjuangan merasa tidak puas dengan hasil pilkada di beberapa daerah.

Bahkan, Partai Banteng menuding penggunaan aparat kepolisian untuk mengalahkan sejumlah calon kepala daerah.

Tuduhan itu disampaikan dengan menggunakan istilah parkok yang merupakan singkatan dari brown party. Dengarkan berita terbaru dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *