Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

LBH Muhammadiyah Bakal Laporkan Pembuat Pagar Laut karena Rugikan Nelayan - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Sports

LBH Muhammadiyah Bakal Laporkan Pembuat Pagar Laut karena Rugikan Nelayan

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Bidang Penelitian dan Advokasi Publik LBHAP PP Muhammadiyah Gufroni membenarkan rencana pihaknya bersama LBH Jakarta, Walhi, mahasiswa, dan Lembaga Bantuan Hukum akan melayangkan surat panggilan dan laporan mengenai pagar laut di pesisir pantai utara Kabupaten Tangerang. , Banten, ke polisi

Ya, kami akan segera melaporkan atau mengadu, kata Goufroni saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/1/2025).

Apabila pagar tidak dibersihkan dan dibongkar dalam waktu 3 x 24 jam, pihak akan mengajukan klaim. Sebab, tindakan tersebut telah merugikan para nelayan.

Baca Juga: Komeng Bercanda Soal Pagar Laut Misterius: Layak Gandeng Perusahaan Teralis…

“Kerusakan materil menyebabkan berkurangnya pendapatan nelayan dari melaut,” lanjutnya.

Namun, dia mengaku belum mengetahui siapa yang membangun pagar tersebut.

Ia berharap polisi bisa mengusut kasus tersebut agar para nelayan bisa beraktivitas normal kembali.

“Kami belum menentukan siapa pemohonnya. “Kami akan fokus pada pengaduan pidananya,” lanjutnya.

Begitu pula dengan kerugian materiil yang belum dihitung biayanya.

Baca juga: Bakamla bilang pagar laut itu tugas mudah: bongkar, cari orang, selesai

Namun banyak juga nelayan yang takut jika melewati pagar akan ditanyai oleh pemain anggar.

“Kerusakan harta benda itu berupa kekhawatiran jika melintasi pagar akan merepotkan pembuat pagar,” lanjutnya.

Hingga saat ini, tanggul laut di Tangerang yang membentang sepanjang 30,16 kilometer dari Desa Munkung hingga Pakuhaji, Tangerang, Banten, masih menjadi kontroversi.

Pasalnya, pagar laut “misterius” ini masih belum diketahui siapa yang membangunnya. Bahkan pemerintah pusat dan daerah tidak pernah memberikan izin untuk mengisolasi laut.

Struktur pagar laut Tangerang terbuat dari bambu setinggi sekitar 6 meter dengan penambahan paranet dan karung pasir.

Baca juga: Pagar laut sepanjang 8 km menyerupai TPA juga ditemukan di Bekas

Saat ini, pagar tersebut diketahui dibuat oleh sekelompok warga yang pergi ke perairan dangkal pada malam hari.

Hal itu dilakukan warga ini atas perintah pihak yang masih belum diketahui identitasnya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *