Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Masa Jabatan Pimpinan KPK Segera Berakhir, Puluhan Tersangka Masih Belum Ditahan - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Masa Jabatan Pimpinan KPK Segera Berakhir, Puluhan Tersangka Masih Belum Ditahan

JAKARTA, KOMPAS.com – Masa jabatan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2024 akan berakhir Desember mendatang. Namun puluhan tersangka kasus korupsi tidak ditahan.

Puluhan tersangka belum ditangkap karena beberapa alasan, salah satunya masih buron, kata Tessa Mahardika Sogejerto, juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Yang jelas KPK tidak akan hilang meski pimpinannya berganti-ganti. Insya Allah KPK tetap ada. Masih adanya tersangka yang belum ditangkap karena beberapa faktor. Itu karena alasannya,” kata Tessa di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Tessa mengatakan, masih banyak tersangka yang belum ditangkap karena penyelidikan masih berlangsung.

Baca juga: DPR selesai pemeriksaan kebugaran dan harta benda pimpinan KPK hari ini, Divas mulai besok

Oleh karena itu, menurut dia, penyidik ​​perlu fokus mendalami beberapa kasus korupsi yang melibatkan belasan tersangka.

“Ada faktor non teknis seperti kaburnya tersangka, apakah kasusnya sebesar Papua sendiri atau jauh lebih besar, kasus RW (Rita Vidyasari) di Kalimantan sangat bernilai,” ujarnya .

Selain itu, Tessa mengatakan pimpinan PKC akan mengungkap sisa puluhan tersangka yang belum ditahan selama 2024-2029. Ia berharap hal ini dapat meningkatkan semangat kepemimpinan baru PKT.

Oleh karena itu, tugas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke depan adalah segera mempercepat lajunya dan mengungkap simpul-simpul permasalahan yang ada di internal dan eksternal, ujarnya.

Baca juga: Capim KPK Agus Joko Selesaikan 2 Kasus Korupsi Komisi III dan Akui KPK Kecewa

Pantauan Kompas.com, ada 43 tersangka kasus korupsi yang tidak ditahan pada masa kepemimpinan BPK pada 2019-2024. Angka-angka ini belum final, karena CPC terus mengembangkan kasus tersebut.

Dari 43 tersangka yang belum ditahan, terbanyak terkait kasus suap Dana Hibah Pemprov Jatim yakni 21 orang.

Detailnya adalah: Kasus Korupsi PT ASDP: Kasus Korupsi Dana Provinsi Jawa Timur: 21 orang) Kasus: Kasus Tipikor LPEI 1 Orang : 7 orang kasus korupsi shelter tsunami NTB: 2 orang Kasus Tipikor Pemkot Semarang: Dengarkan 4 terdakwa terbaru. Berita dan pilihan berita kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *