Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

"Partai Coklat" dan Introspeksi Netralitas Polri - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

“Partai Coklat” dan Introspeksi Netralitas Polri

JAKARTA, KOMPAS.com – Netralitas Polri dalam persaingan pemilu kembali dipertanyakan setelah elite PDI-P menuding aparatnya diutus untuk mengalahkan kandidat tertentu di Pilkada 2024.

Read More : Mendagri Tito Singgung BUMD di Indonesia yang Merugi karena Orang “Titipan”

Istilah Partai Coklat yang disebut-sebut merujuk pada Polri muncul setelah Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengungkapkan kekhawatirannya atas dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam pemilu.

“Kami prihatin dengan pergerakan partai coklat di beberapa daerah seperti Jawa Timur dan Sumut,” kata Hasto, Rabu (27/11/2024) lalu di kediaman Megawati Soekarnoputri, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Banyak pihak menilai asal muasal istilah “partai coklat” seharusnya menjadi pengingat bagi Polri untuk menjaga netralitas aparat kepolisian.

Baca juga: Mengapa TNI-Polri Lepas dari Isu Pesta Cokelat yang Muncul di Pilkada 2024?

Polisi terpaksa dan tidak ada kata lain selain netralitas dalam pemilu, kata Kapolri Sugeng Teguh Santoso kepada Kompas.com, Minggu (1/12/2024).

Sugeng menilai pernyataan Hasta yang mempertanyakan Pesta Coklat merupakan kritik terhadap institusi Polri.

Menurutnya, hal ini menjadi pengingat bagi Polri untuk kembali pada jati dirinya sebagai instrumen keselamatan masyarakat dan penegakan hukum.

“Polri harus memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat dan tidak boleh berpihak atau aktif berpolitik. Jadi,” kata Sugeng.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Jazilul Fawaid, juga menyerukan reformasi kepolisian nasional setelah muncul tuduhan adanya instruksi petugas selama pemilu.

Read More : Pilihan Rumah Subsidi di Kendari, Harga di Bawah Rp 150 Juta

Baca juga: Banyak Dibicarakan Partai Coklat, IPW Ingatkan Polisi Netral dalam Pemilu.

“Kalau hari ini tidak percaya atau masyarakat banyak curiga terhadap politik, ada yang menyebut parcok-lah, parpol-lah, saya kira itu amandemen, institusi kepolisian harus mendengar,” kata Jazilul di sela-sela acara. pertemuan Sultan. . Hotel, Jakarta, Jumat (29/11/2024) malam.

Menurutnya, ada kemungkinan kata Brown Party tidak terkonfirmasi. Namun, polisi diminta memperbaikinya karena masalah ini sering terjadi.

Jazilul mengaku belum menemukan bukti nyata terkait dugaan keterlibatan Polri dalam pemilu tersebut. Meski demikian, Jazilul mengaku sudah mendengar rumor mengenai hal tersebut.

“Bahkan saya pernah mendengar langsung ada kepala desa yang dipanggil untuk memenangkan suatu event dan takut digugat. Itu yang dia ceritakan kepada saya,” ujarnya.

Polri berada di bawah TNI

Kekesalan PDI-P terhadap dugaan pengerahan aparat kepolisian kemudian menjalar hingga usulan mengembalikan kepolisian di bawah TNI seperti pada masa Orde Baru.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *