Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Sumber Karbohidrat Program Makan Bergizi Bisa Beragam, Tak Harus Nasi - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Sumber Karbohidrat Program Makan Bergizi Bisa Beragam, Tak Harus Nasi

KOMPAS.com – Nasi sebaiknya tidak menjadi sumber karbohidrat dalam Program Makan Gizi bagi siswa sekolah.

Read More : Menkes: Deteksi Kanker Masuk Program Skrining Kesehatan Pemerintah

Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. Dr. Rini Sekartini Sp. A(K), Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada Workshop Ilmiah Lingkungan Seanuts II dengan Frisian Flag di Jakarta, Jumat (8/11/2024).

“Bisa ganti, roti boleh, mie boleh, kentang boleh, kentang…”, kata Prof. Rini, ditulis Antara.

Ia menambahkan, pengganti nasi dapat memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak.

Baca juga: Banyuwangi Targetkan Nol Deformasi pada 2030 Melalui Program Respons Deformasi Sumber karbon lain dalam tabel pangan gratis.

Prof. Rini menjelaskan, pada Program Makan Gizi Gratis, pilihan makanan dengan kandungan karbohidrat seperti nasi dapat digunakan untuk sarapan dan makan siang siswa.

Takaran dan porsi buah-buahan dalam menu, kata dia, sebaiknya disesuaikan dengan berat badan anak dan kebutuhan kalori hariannya.

Misalnya, seorang anak harus mendapat sekitar 1.500 kalori sehari, sekitar 400 kalori dari karbohidrat dan protein dalam satu kali makan, dengan lebih banyak kalori dari sayuran.

Juga, Prof. Rini mengingatkan kita untuk tidak mencampurkan dua jenis cuka dalam satu wadah.

“Jadi cukup satu. Kalau protein bisa diperoleh lebih dari satu sumber, misalnya telur dan ayam, itu bagus,” jelasnya.

Read More : Apa Obat Alami untuk Menurunkan Gula Darah? Ini 7 Daftarnya…

Jika ada lebih banyak sumber daya, seperti kentang atau ubi jalar, Prof. Rini menekankan pentingnya pengukuran yang akurat.

“Harus ditimbang jumlahnya, biasanya berapa sendok nasi yang dimakan, berapa gram, berapa kalorinya,” ujarnya.

Menurutnya, mengganti nasi dengan sumber makanan lain merupakan salah satu cara untuk mengajarkan anak melihat berbagai jenis makanan, dan mengenalkan pilihan makanan sehat.

Selain itu, pemenuhan protein juga penting, terutama pasokan susu.

Anak usia dua hingga remaja, kata dia, sebaiknya mengonsumsi susu sekitar 500 cc sehari.

Juga, Prof. Rini mengingatkan pentingnya menjaga nutrisi yang tepat pada anak, untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan di kemudian hari. Dengarkan berita terbaru dan pilihan berita kami di perangkat seluler Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *